SMKN 1 Ciamis Kenalkan Pramuka Lewat Mata Cakap, Siswa Belajar Hidup Mandiri

Pendidikan53 Dilihat

CIAMIS, AMNN.CO.ID – Pembentukan karakter menjadi fokus SMKN 1 Ciamis dalam mengawali tahun ajaran baru. Melalui Masa Ta’aruf Calon Anggota Keluarga Ambalan Penegak (Mata Cakap), ratusan peserta didik baru diajak merasakan pengalaman belajar di alam terbuka selama tiga hari dua malam, mulai 30 Juli hingga 1 Agustus 2026, di Bumi Perkemahan Ambalan Bhatara Rama–Dewi Shinta, Gudep Ciamis.

Kegiatan yang diikuti 648 siswa kelas X tersebut merupakan tahapan akhir dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Berbeda dengan pengenalan di dalam kelas, peserta diberi kesempatan mempraktikkan langsung nilai-nilai kebersamaan, disiplin, kepemimpinan, dan kemandirian melalui aktivitas kepramukaan.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 1 Ciamis, Endah Rahayu, M.Pd., mengatakan Mata Cakap menjadi jembatan bagi peserta didik sebelum mengikuti kegiatan Pramuka secara rutin selama satu semester

“Selama hampir dua minggu mereka sudah mengikuti pengenalan budaya sekolah, pendidikan bela negara, pengenalan dunia industri, dan kompetensi keahlian. Mata Cakap menjadi penutup sekaligus penguatan pendidikan karakter melalui Pramuka,” katanya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan mengacu pada arahan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Ciamis yang mendorong pengenalan kepramukaan dilakukan melalui perkemahan di alam terbuka.

BACA JUGA:  BPR Galuh Ciamis Masuk Daftar BPR Terbaik Indonesia, Raih Predikat Bintang 5 TOP 100 BPR Finance 2026

Menurutnya, suasana perkemahan memberikan ruang bagi peserta untuk belajar menghadapi tantangan, bekerja sama, serta membangun rasa tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari

Selama kegiatan, peserta dikenalkan dengan berbagai pengetahuan dasar kepramukaan, mulai dari tali-temali, morse, semaphore, sandi rumput, hingga sejarah Ambalan Bhatara Rama dan Dewi Sinta. Seluruh materi diberikan sebagai pengantar sebelum mereka mengikuti pembelajaran Pramuka secara berkala di sekolah

Selain menerima materi, peserta juga menjalani latihan hidup mandiri. Mereka diajak mengelola kebutuhan kelompok, termasuk menyiapkan makanan secara bergantian dengan pendampingan para pembina.

“Anak-anak kami ajarkan untuk mandiri, tetapi tetap dibimbing. Mereka belajar memasak sendiri sebagai bagian dari proses pendidikan karakter,” ujar Endah.

Ia menegaskan, penyelenggaraan Mata Cakap mengedepankan pendekatan yang edukatif dan ramah terhadap peserta didik. Pihak sekolah ingin membangun kesan bahwa Pramuka merupakan kegiatan yang menyenangkan sekaligus mampu membentuk karakter sesuai nilai-nilai Pancawaluya.

“Kami tidak ingin anak-anak memiliki persepsi bahwa Pramuka itu menakutkan. Justru kami ingin mereka merasa nyaman sehingga bisa menikmati setiap proses pembelajaran yang diberikan,” tuturnya.

BACA JUGA:  Kemenag Ciamis Dorong UPZ Desa Militan dan Ikhlas dalam Pengelolaan Zakat

Endah menambahkan, hingga kegiatan berakhir tidak ditemukan laporan mengenai tindakan perundungan maupun kekerasan. Seluruh pembina diminta mengedepankan pembinaan yang persuasif selama mendampingi peserta.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, sekolah menerjunkan sekitar 60 panitia inti yang diperkuat hampir 100 personel pendukung. Masing-masing kelas juga mendapat pendampingan empat pembimbing selama kegiatan berlangsung.

Di bidang kesehatan, SMKN 1 Ciamis melibatkan PMR, UKS, dan PMI untuk memberikan pelayanan medis kepada peserta. Siswa yang mengalami gangguan kesehatan ringan ditangani di lokasi, sedangkan yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan akan dirujuk ke rumah sakit setelah orang tua dihubungi.

Komunikasi dengan wali murid juga dilakukan secara berkala melalui grup yang telah dibentuk. Sekolah membagikan perkembangan kegiatan sekaligus nomor kontak pembimbing agar orang tua dapat memantau kondisi putra-putrinya

Sebanyak 130 tenda digunakan sebagai tempat menginap peserta dengan pemisahan antara sangga putra dan putri. Selama perkemahan, kebutuhan konsumsi dipenuhi melalui kegiatan memasak mandiri dan dukungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan ke lokasi.

BACA JUGA:  Porseni MI Cijeungjing-Cisaga Dorong Pengembangan Potensi Siswa

Melalui Mata Cakap, SMKN 1 Ciamis berharap peserta didik baru mampu membawa nilai-nilai disiplin, gotong royong, kepemimpinan, dan tanggung jawab dalam kehidupan sekolah maupun di lingkungan masyarakat. (Putri)