Semangat Mengabdi Jadi Motivasi Ribuan Peserta Seleksi Taruna Politeknik Agraria STPN

Nasional42 Dilihat

BOGOR, AMNN.CO.ID – Semangat mengabdi kepada bangsa menjadi motivasi utama para peserta Seleksi Penerimaan Taruna Baru (SPTB) Politeknik Agraria STPN Tahun Akademik 2026/2027. Perguruan tinggi di bawah naungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) itu kembali menjaring calon sumber daya manusia unggul yang akan dipersiapkan menjadi profesional di bidang pertanahan dan tata ruang.

Sebanyak 2.114 peserta dari berbagai daerah mengikuti seleksi yang digelar di Kampus Politeknik Agraria STPN, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian ATR/BPN di Cikeas, Kabupaten Bogor.

Salah seorang peserta, Aditya Rahman (17), asal Bandung, Jawa Barat, mengaku memilih Program Studi Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan (MPRP) karena ingin berkontribusi dalam pengelolaan ruang yang dinilainya memiliki peran penting bagi pembangunan Indonesia.

“Saya tetap semangat dan optimis dalam mengikuti ujian kali ini karena saya ingin mengabdi untuk Indonesia, khususnya di bidang tata ruang yang masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan dan akan sangat disayangkan jika potensi itu tidak dimanfaatkan dengan baik,” ujar Aditya.

BACA JUGA:  Menteri Nusron Tekankan Keseimbangan Sistem Penanggulangan Bencana di Raker MUI

Untuk mempersiapkan diri, Aditya mempelajari berbagai materi yang akan diujikan, mulai dari matematika, pengetahuan umum, hingga dasar-dasar pertanahan. Ia juga aktif mencari informasi mengenai Politeknik Agraria STPN dan berdiskusi dengan para senior agar lebih siap menghadapi seleksi.

Setelah mengikuti ujian, Aditya mengaku sempat merasa tegang. Namun, ia menilai materi yang diujikan masih sesuai dengan persiapan yang telah dilakukan, meski peserta dituntut lebih cermat dalam memahami soal-soal berbentuk narasi.

Semangat serupa juga ditunjukkan Malika Putri Aprilia Permana (18), peserta asal Karawang, Jawa Barat, yang memilih Program Studi Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah (KMPT).

Menurut Malika, bidang pertanahan memiliki peran yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat sehingga menjadi alasan utama dirinya memilih melanjutkan pendidikan di Politeknik Agraria STPN.

“Menurut saya, tanah adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Semua yang kita lakukan berawal dari tanah dan pada akhirnya kembali ke tanah. Karena itu, saya ingin mempelajari bidang pertanahan lebih dalam,” katanya.

BACA JUGA:  Dalu Agung Darmawan Pesankan ASN Muda ATR/BPN

Malika mengaku telah mempersiapkan diri sejak duduk di bangku kelas XII dengan belajar secara rutin setiap hari dan mengerjakan berbagai latihan soal untuk memperkuat pemahamannya.

Meski menemui beberapa soal yang berbeda dari materi yang dipelajarinya, ia menilai tantangan terbesar justru berasal dari dirinya sendiri.

“Tantangan terbesar bukan dari soal ujiannya, tetapi bagaimana saya bisa mengalahkan rasa takut dalam diri sendiri. Saya optimistis dan berusaha tetap percaya diri,” ujarnya.

Pelaksanaan SPTB Politeknik Agraria STPN Tahun Akademik 2026/2027 berlangsung pada 1–4 Juli 2026 di Kampus Politeknik Agraria STPN, DIY, serta pada 2 Juli 2026 di BPSDM Kementerian ATR/BPN, Cikeas, Kabupaten Bogor.

Peserta yang dinyatakan lolos pada tahapan seleksi berbasis Computer Based Test (CBT) akan melanjutkan ke tahap tes kesehatan, kesamaptaan, dan wawancara sebelum ditetapkan sebagai calon taruna dan taruni Politeknik Agraria STPN Tahun Akademik 2026/2027.