Seleksi Taruna Politeknik Agraria STPN Masuki Tahap Akhir, 350 Peserta Terbaik Segera Diumumkan

Nasional54 Dilihat

YOGYAKARTA, AMNN.CO.ID – Proses Seleksi Penerimaan Taruna Baru (PTB) Politeknik Agraria STPN Tahun Akademik 2026/2027 memasuki tahapan akhir. Setelah melewati serangkaian tes akademik, kesehatan, kesamaptaan, dan psikologi, para calon taruna dan taruni kini menjalani seleksi wawancara sebagai penentu sebelum hasil akhir diumumkan.

Seleksi yang diselenggarakan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui Politeknik Agraria STPN tersebut menjadi bagian dari proses penjaringan calon taruna yang dinilai memiliki kompetensi, integritas, serta kesiapan mengikuti pendidikan kedinasan di bidang pertanahan dan tata ruang.

Tahap wawancara difokuskan untuk menggali kemampuan komunikasi peserta, sekaligus menilai aspek kepribadian, motivasi, dan kesiapan mereka menjalani pendidikan di Politeknik Agraria STPN. Sebelumnya, seluruh peserta yang lolos ujian Computer Based Test (CBT) pada 1–4 Juli 2026 telah mengikuti tes kesamaptaan, kesehatan, dan psikologi selama 13–15 Juli 2026.

Salah seorang peserta, Dimas Badrikawi Starautomo (19), asal Kota Malang, Jawa Timur, mengaku bersyukur dapat melewati seluruh tahapan seleksi hingga memasuki sesi wawancara. Dimas memilih Program Studi Manajemen Penataan Ruang sebagai pilihan pendidikannya.

BACA JUGA:  Biro Humas ATR/BPN Optimistis Capai Target Strategis Hingga Akhir 2025

“Saya merasa bersyukur sudah bisa melalui tahapan tes kesamaptaan, kesehatan, dan psikologi selama tiga hari kemarin, dan ternyata saya bisa sampai ke tahapan wawancara ini,” ujarnya.

Meski mengaku masih merasakan sedikit gugup, Dimas tetap optimistis dapat memberikan hasil terbaik dan berharap diterima sebagai taruna Politeknik Agraria STPN.

Pengalaman serupa juga dirasakan Aurelia Nidya Prasetyo (19), calon taruni asal Pati, Jawa Tengah, yang memilih Program Studi Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah (KMPT). Menurutnya, setiap tahapan seleksi memberikan pengalaman berbeda karena menguji kemampuan fisik, kesehatan, hingga kesiapan mental peserta.

“Awalnya tentu saya merasa deg-degan saat akan mengikuti wawancara. Namun, setelah berada di ruang wawancara, saya mulai merasa lebih rileks dan bisa menjawab semua pertanyaan dengan baik,” tutur Aurelia.

Sementara itu, Pembantu Ketua II Bidang Administrasi Umum Politeknik Agraria STPN, Widhiana Hestining Puri, mengatakan seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara objektif guna mendapatkan calon taruna dan taruni terbaik yang memiliki minat, kemampuan, serta komitmen untuk menempuh pendidikan di Politeknik Agraria STPN.

BACA JUGA:  Kementerian ATR/BPN Perkuat Perlindungan Tanah Ulayat di Buton Melalui Pengadministrasian dan Pendaftaran

Ia menjelaskan, tahun ini Politeknik Agraria STPN akan menerima sebanyak 350 calon taruna dan taruni yang berasal dari jalur tugas belajar, jalur umum, serta jalur kerja sama pemerintah daerah.

“Kami akan menjaring 350 calon taruna/i yang terdiri dari tugas belajar, jalur umum dan juga kerja sama pemerintah daerah yang nantinya akan diumumkan pada 22 Juli 2026,” kata Widhiana.

Setelah hasil seleksi diumumkan, peserta yang dinyatakan lulus diwajibkan melakukan daftar ulang secara daring sebelum memasuki asrama pada 21 Agustus 2026. Selanjutnya, para taruna baru akan mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus Taruna Baru (PKKTB) pada 24–27 Agustus 2026, sebelum memulai kegiatan perkuliahan yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Agustus 2026.