RSUD Kawali Benahi SDM dan Kompetensi Perawat untuk Layanan Maksimal

Daerah10 Dilihat

CIAMIS, AMNN.CO.ID – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kawali terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga kualitas layanan kesehatan, meskipun masih dihadapkan pada keterbatasan jumlah tenaga perawat.

Kepala Seksi Keperawatan RSUD Kawali, Santi Setiawan, S.Kep., Ners., mengungkapkan bahwa pelayanan keperawatan hingga saat ini tetap berjalan dengan baik berkat koordinasi dan solidaritas antarperawat.

Menurutnya, sistem kerja yang fleksibel menjadi salah satu solusi dalam mengatasi kekurangan tenaga. Perawat di satu unit, seperti ICU, dapat membantu unit lain seperti IGD saat dibutuhkan.

“Alhamdulillah pelayanan tetap berjalan. Teman-teman perawat saling membantu ketika ada kekosongan di unit tertentu,” ujarnya.

Saat ini, RSUD Kawali memiliki sekitar 71 perawat berstatus ASN dan PPPK, 19 orang bidan, 4 bidan kontrak BLUD, serta 49 tenaga non-ASN yang merupakan pegawai kontrak BLUD.

Meski demikian, kebutuhan tenaga perawat dinilai masih belum ideal. Dalam satu shift, seharusnya terdapat tiga perawat, namun di beberapa unit masih diisi dua orang tanpa tenaga cadangan.

Kondisi tersebut semakin terasa saat ada perawat yang mengambil cuti, seperti cuti melahirkan, sehingga beban kerja menjadi lebih berat.

BACA JUGA:  Polres Ciamis Ungkap Kasus Pencurian di SDN 4 Cileungsir 

“Dengan kondisi yang ada, kami tetap berupaya mengatur agar pelayanan tidak terganggu,” kata Santi.

Berdasarkan data perencanaan kebutuhan tenaga (Renbut), RSUD Kawali diperkirakan masih memerlukan tambahan sekitar 45 perawat guna mendukung pelayanan secara optimal.

Di tengah keterbatasan tersebut, peningkatan kompetensi tenaga perawat menjadi fokus utama. Hal ini juga berkaitan dengan kerja sama layanan bersama BPJS Kesehatan yang mensyaratkan standar kompetensi tertentu.

Santi mencontohkan, sebelum layanan ICU dioperasikan, pihaknya telah mengirimkan dua perawat untuk mengikuti pelatihan khusus. Saat ini, layanan ICU tersebut telah berjalan lebih dari satu tahun.

“Ke depan, kami juga merencanakan pengiriman perawat untuk pelatihan lanjutan pada bulan Mei,” jelasnya.

Selain pelatihan eksternal, penguatan kapasitas SDM juga dilakukan melalui kegiatan in house training (IHT) yang rutin dilaksanakan secara internal di setiap ruangan.

Dalam hal inovasi, RSUD Kawali juga mulai mengembangkan sistem pelayanan berbasis teknologi. Salah satunya melalui aplikasi yang digunakan untuk memantau kesiapan obat, sehingga dapat mengurangi antrean pasien di bagian farmasi.

BACA JUGA:  Ciamis Raih KLA Pratama, Targetkan Loncat ke Nindya Tahun 2026

“Pasien bisa mengetahui status obatnya melalui aplikasi, jadi tidak perlu menunggu lama di lokasi,” terangnya.

Terkait pelayanan, pihak rumah sakit tidak menutup mata terhadap berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat. Beberapa di antaranya berkaitan dengan sikap perawat yang dinilai kurang ramah.

Namun demikian, Santi menegaskan bahwa setiap keluhan menjadi bahan evaluasi. Rumah sakit juga telah menyediakan saluran pengaduan resmi, meskipun sebagian pasien lebih memilih menyampaikan secara langsung.

“Semua masukan tetap kami tampung dan tindak lanjuti,” katanya.

Ia juga menilai bahwa kondisi psikologis pasien dan keluarga sering kali memengaruhi persepsi terhadap pelayanan yang diberikan.

“Pasien dan keluarganya datang dalam kondisi tidak nyaman, sehingga cenderung lebih sensitif. Itu menjadi perhatian kami dalam meningkatkan kualitas pelayanan,” tambahnya.

Ke depan, RSUD Kawali berharap dapat meningkatkan jumlah dan kualitas tenaga perawat agar pelayanan semakin optimal.

“Kami ingin perawat tidak hanya profesional, tetapi juga mampu menjadi sahabat bagi masyarakat dalam memberikan pelayanan kesehatan,” pungkasnya. (Put)