O2SN Tingkat Kabupaten Ciamis Berakhir Sukses

Pendidikan1 Dilihat

CIAMIS, AMNN.CO.ID – Pelaksanaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kabupaten Ciamis tahun 2026 berjalan sukses dan lancar. Kegiatan yang digelar selama dua hari, 5–6 Mei 2026, tersebut menjadi ajang seleksi atlet pelajar untuk melaju ke tingkat provinsi sekaligus memperkuat pembinaan karakter siswa melalui olahraga.

Kepala Seksi Peserta Didik dan Pengembangan Karakter Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Ely Mulyaningsih, mengatakan O2SN dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat sekolah, kecamatan, hingga kabupaten sesuai petunjuk teknis dari pemerintah pusat.

“Dalam olahraga penilaiannya jelas berdasarkan poin, sehingga lebih menjunjung sportivitas dan objektivitas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebelum pertandingan dimulai seluruh peserta mengikuti technical meeting agar pelaksanaan lomba berlangsung transparan tanpa mengutamakan kepentingan wilayah maupun sekolah tertentu.

Tahun ini, O2SN Kabupaten Ciamis mempertandingkan tujuh cabang olahraga, yakni atletik, bulu tangkis, pencak silat, karate, senam, renang, dan taekwondo. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 237 peserta dari 27 kecamatan di Kabupaten Ciamis.

Menurut Ely, O2SN bukan sekadar kompetisi olahraga tahunan, tetapi juga bagian dari program pembinaan karakter siswa yang selaras dengan kebijakan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui program Gapura Panca Waluya.

BACA JUGA:  Ribuan Guru Madrasah Ciamis Ikuti Seminar Nasional Great Teacher

“Jadi bukan hanya kegiatan tahunan, tetapi ada nilai pembinaan karakter yang menjadi prioritas,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis juga menggandeng berbagai mitra seperti Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), komunitas, organisasi, hingga pihak swasta untuk mendukung keberlangsungan kegiatan.

Ia mengakui anggaran pelaksanaan tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya karena adanya efisiensi. Meski demikian, kebutuhan utama kegiatan tetap diprioritaskan, seperti sertifikat, medali, dan perlengkapan bagi peserta yang akan mewakili Kabupaten Ciamis ke tingkat provinsi.

Selain itu, keterbatasan sarana membuat sejumlah cabang olahraga masih menggunakan fasilitas sewa. Faktor akomodasi dan minimnya fasilitas latihan di beberapa wilayah juga memengaruhi jumlah peserta pada cabang tertentu, seperti senam.

Usai pelaksanaan kegiatan, panitia akan melakukan evaluasi sebagai bahan perbaikan untuk pelaksanaan O2SN berikutnya agar lebih optimal. (Put)