Menteri ATR/BPN Ajak Mahasiswa Perkuat Nasionalisme

Nasional5 Dilihat

BOGOR, AMNN.CO.ID – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengajak mahasiswa untuk memahami makna nasionalisme secara utuh sebagai fondasi membangun bangsa yang tangguh di tengah tantangan global. Menurutnya, nasionalisme tidak cukup dimaknai sebagai semangat cinta tanah air, tetapi juga harus diwujudkan melalui penguatan ketahanan pangan, kemandirian energi, serta penguasaan teknologi.

Pesan tersebut disampaikan Nusron saat menjadi keynote speaker dalam Pembukaan Diklat Pratama se-Indonesia Angkatan I yang digelar Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Pelajar Kebangsaan (DPP GMPK) di Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026).

Dalam paparannya, Nusron menekankan pentingnya mahasiswa memahami konsep nasionalisme sesuai dengan tantangan abad ke-21. Ia mengingatkan bahwa pemahaman yang keliru mengenai nasionalisme dapat membuat bangsa salah menentukan arah pembangunan.

“Tujuan nasionalisme adalah menjadikan kita bangsa yang kuat. Namun, kalau kita tidak memahami seperti apa bangsa yang kuat, kita akan keliru mendefinisikan format nasionalisme yang ingin kita bangun,” ujarnya.

Mengangkat materi bertajuk Nasionalisme Abad ke-21: Menjawab Tantangan Radikalisme, Perang Ekonomi, dan Perebutan Pengaruh Global, Nusron menjelaskan bahwa kekuatan suatu negara pada era modern tidak lagi hanya ditentukan oleh sistem pemerintahan, tetapi juga kemampuannya menghadapi dinamika global.

BACA JUGA:  Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Lantik 79 Pejabat, Tegaskan Komitmen Meritokrasi dan Mobilitas Nasional

Mengutip teori pakar hubungan internasional John Mearsheimer, ia menyebut ada tiga pilar utama yang harus dimiliki negara agar mampu menjadi bangsa yang kuat, yakni ketahanan pangan, kemandirian energi, dan penguasaan teknologi.

“Jangan hanya berbicara nasionalisme, tetapi bangun ketahanan pangan, kemandirian energi, dan kemampuan menguasai teknologi. Tanpa itu, bangsa akan mudah bergantung kepada negara lain,” tegasnya.

Menurut Nusron, ketiga pilar tersebut tidak akan terwujud tanpa didukung sumber daya manusia yang berkualitas. Karena itu, pembangunan nasionalisme harus berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas intelektual generasi muda.

Di hadapan Sekretaris Dewan Pembina DPP GMPK, H. Chusni Mubarok, serta sekitar 200 peserta diklat, Nusron berpesan agar mahasiswa terus mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan intelektual sebagai bekal memimpin bangsa di masa depan.

Ia menilai mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang akan menentukan arah pembangunan nasional ketika kelak berkiprah sebagai birokrat, politisi, pengusaha, maupun profesional.

“Perubahan di dunia itu selalu didahului dengan kebangkitan kaum intelektualnya. Ketika cara berpikir mahasiswa sudah benar, maka saat mereka menjadi birokrat, politisi, pengusaha, maupun profesional, cara berpikir itu akan ikut membentuk kemajuan bangsa,” katanya.

BACA JUGA:  Menteri ATR/BPN Tekankan Pentingnya Sertifikasi Tanah Rumah Ibadah

Menutup pemaparannya, Nusron mengajak seluruh kader GMPK untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperkuat semangat kebangsaan, serta berperan aktif menghadirkan gagasan dan solusi dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia.

Pada kegiatan tersebut, Menteri Nusron turut didampingi Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol ATR/BPN, Achmad.