Lomba Bertutur Dispusip Ciamis Angkat Cerita Rakyat Jawa Barat

Pendidikan28 Dilihat

CIAMIS, AMNN.CO.ID – Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Ciamis kembali menyelenggarakan Lomba Bertutur bagi siswa SD/MI tahun 2026. Kegiatan tersebut diikuti peserta dari berbagai sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah di Kabupaten Ciamis sebagai bagian dari upaya menanamkan budaya literasi sejak dini.

Pustakawan Ahli Pertama, Daliah Mutiara, mengatakan lomba bertutur menjadi sarana edukatif untuk membangun kebiasaan membaca sekaligus mengasah kemampuan komunikasi anak-anak.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menumbuhkan minat baca anak. Selain itu mereka juga belajar tampil percaya diri dan mampu menyampaikan cerita dengan baik,” katanya.

Tahun ini jumlah pendaftar mencapai 90 peserta. Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 50 siswa dinyatakan lolos dan berhak mengikuti babak grand final.

Menurut Daliah, materi cerita yang dibawakan peserta berfokus pada kisah rakyat dan legenda khas Jawa Barat. Tema tersebut dipilih agar peserta tidak hanya memahami isi cerita, tetapi juga mengenal warisan budaya daerah.

“Kami ingin anak-anak lebih dekat dengan cerita rakyat daerahnya sendiri. Jadi ada nilai literasi sekaligus pelestarian budaya,” ujarnya.

BACA JUGA:  Pelepasan Siswa SMPN 2 Ciamis, Kepala Sekolah Harap Lulusan Jadi Teladan Bangsa

Ia menilai pembiasaan membaca perlu ditanamkan sejak usia sekolah dasar karena menjadi pondasi penting dalam perkembangan pendidikan anak. Oleh sebab itu, program perpustakaan juga banyak diarahkan untuk mendukung kebutuhan literasi anak-anak.

Dalam proses penjurian, dewan juri menilai berbagai aspek, mulai dari teknik penyampaian, penghayatan cerita, ekspresi, hingga penguasaan materi yang dibawakan peserta.

Juara pertama pada tingkat Kabupaten Ciamis nantinya akan mewakili daerah dalam Lomba Bertutur tingkat Provinsi Jawa Barat yang dijadwalkan berlangsung pertengahan tahun 2026. Pemenang tingkat provinsi selanjutnya akan melaju ke kompetisi nasional.

Selain tampil secara langsung, peserta juga didorong mempublikasikan penampilan mereka melalui platform YouTube menggunakan tagar khusus yang telah disiapkan panitia.

“Dengan media digital, karya dan kreativitas peserta bisa disaksikan masyarakat lebih luas,” ucap Daliah.

Ia menambahkan, minat siswa mengikuti lomba bertutur terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Hal itu dinilai menjadi indikator tumbuhnya semangat literasi di kalangan pelajar.

“Semoga anak-anak semakin gemar membaca dan berani tampil menyampaikan cerita di depan umum,” pungkasnya. (Putri)