Ketua MUI Ciamis Ajak Pesantren Perkuat Pengawasan demi Menjaga Kehormatan Lembaga

Daerah28 Dilihat

CIAMIS, AMNN.CO.ID – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ciamis, KH. Saeful Ujun, mengingatkan seluruh pengelola pondok pesantren untuk memperkuat pembinaan internal dan menjaga kehormatan lembaga pendidikan Islam, menyusul mencuatnya dugaan pelanggaran moral yang melibatkan oknum pimpinan pesantren di luar daerah.

Menurutnya, peristiwa tersebut harus dijadikan bahan introspeksi bersama agar seluruh elemen pesantren semakin waspada terhadap potensi penyimpangan perilaku, khususnya di lingkungan pendidikan berbasis keagamaan.

“Pesantren memiliki posisi mulia di tengah masyarakat sebagai tempat pembentukan akhlak. Karena itu, nama baik dan marwahnya harus dijaga bersama-sama,” ujar KH. Saeful Ujun.

Ia menilai, tantangan moral dapat menghampiri siapa pun tanpa memandang status sosial maupun kedudukan, termasuk tokoh agama. Untuk itu, para ulama dan pengasuh pesantren diminta terus memperkuat kontrol diri serta meningkatkan ketakwaan.

Menurutnya, ajaran Islam secara tegas telah mengingatkan umat untuk menjauhi segala bentuk perbuatan yang dapat mengarah pada pelanggaran moral.

“Bukan hanya perbuatannya yang dilarang, tetapi mendekatinya pun sudah menjadi larangan. Ini harus menjadi perhatian serius, terutama bagi mereka yang menjadi panutan umat,” katanya.

BACA JUGA:  Kemenag Ciamis Dorong Semangat Nasionalisme Lewat Perayaan HUT RI 

Selain menyoroti pentingnya integritas pribadi, KH. Saeful Ujun juga menekankan peran keluarga dalam menjaga stabilitas rumah tangga para pengasuh pesantren. Ia menyebut dukungan dan keharmonisan keluarga menjadi salah satu benteng utama dalam mencegah terjadinya penyimpangan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kasus yang terjadi tidak boleh dijadikan alasan untuk menggeneralisasi seluruh pondok pesantren.

“Jangan sampai karena ulah segelintir oknum, kepercayaan masyarakat terhadap pesantren menjadi berkurang. Masih banyak pesantren yang tetap istiqamah menjaga nilai-nilai luhur,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keberadaan Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) dinilai penting sebagai ruang komunikasi dan koordinasi antar-pesantren dalam memperkuat kualitas pembinaan, termasuk pengawasan terhadap moralitas di lingkungan pendidikan Islam.

Ke depan, Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Ciamis akan terus membangun sinergi dengan para ulama di tingkat kecamatan hingga desa agar nilai keteladanan ulama tetap terjaga di tengah masyarakat.

“Semua manusia memiliki potensi untuk salah. Karena itu, yang terpenting adalah terus menjaga diri, memperbaiki niat, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” pungkasnya. (Putri)