Dispusip Kabupaten Bandung Gelar Bimtek Kepenulisan Berbasis Budaya Lokal

Daerah33 Dilihat

Kabupaten Bandung, Asajabar.com – Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Kabupaten Bandung menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal Kabupaten Bandung Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung pada 21–23 April 2026 di Desa Tanjungsari, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, dengan diikuti sebanyak 75 peserta hasil seleksi administrasi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Dispusip Kabupaten Bandung dalam meningkatkan budaya literasi sekaligus mendorong lahirnya karya tulis yang mengangkat kearifan lokal daerah. Sebelumnya, proses pendaftaran dibuka pada 8–17 April 2026 dan diumumkan melalui akun Instagram resmi Dispusip Kabupaten Bandung. Dari total 235 pendaftar, sebanyak 75 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi untuk mengikuti bimtek tersebut.

Dalam pelaksanaannya, Dispusip menghadirkan tiga narasumber dari berbagai latar belakang literasi dan kepenulisan, yakni Neni Utami Adiningsih selaku pegiat Literasi Alif, Yostiani Noor selaku Akademisi Sastra Lisan UPI Bandung, serta Ihsan selaku Penerbit dari Naraya Book.

Selama kegiatan berlangsung, seluruh peserta diwajibkan menyusun sebuah karya tulis berupa ficer yang memuat unsur budaya lokal Kabupaten Bandung. Karya tersebut menjadi bentuk praktik langsung dari materi kepenulisan yang diberikan selama bimtek.

BACA JUGA:  Kapolres Ciamis Cek Pos Pengamanan Jelang Operasi Ketupat Lodaya 2025

“Banyak orang mampu menulis karya fiksi maupun karya ilmiah, tetapi masih sedikit yang mampu menulis ficer,” ujar Neni Utami Adiningsih. “Diharapkan selesai kegiatan, selesai karya tulis. Sehingga langsung di-layout dan dicetak oleh penerbit Naraya Book,” lanjut Neni dalam sesi penyampaian materi Menulis Ficer.

Hasil dari kegiatan Bimtek Kepenulisan ini nantinya akan diterbitkan menjadi sebuah buku berjudul Bandung dalam Cerita. Buku tersebut dicetak melalui kerja sama antara Dispusip Kabupaten Bandung dengan penerbit Naraya Book.

Cover belakang Buku Bandung dalam Cerita, hasil karya bersama Dispusip Kab Bandung, Penerbit Naraya Book, dan 75 Penulis Peserta Bimtek Kepenulisan

Menurut Yostiani Noor, kegiatan seperti ini penting untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap kekayaan budaya lokal yang ada di Kabupaten Bandung.

“Harapannya ke depan akan banyak karya tulis dari pegiat literasi yang menuliskan tentang kearifan budaya lokal di Kabupaten Bandung. Sehingga penting bagi kita untuk mengenal dan mengeksplorasi kearifan budaya lokal di sekitar kita,” ujarnya.

Sementara itu, Ihsan menilai salah satu kendala yang kerap dihadapi pegiat literasi dalam menulis adalah kurangnya kebiasaan menuangkan ide dan gagasan ke dalam tulisan.

BACA JUGA:  Tina Wiryawati Tegaskan Pengawasan Ketat MBG Wajib Dilaksanakan

“Kadang kendala dari seorang pegiat literasi dalam membuat karya tulis adalah kurang terbiasanya menuangkan ide dan gagasan dalam sebuah tulisan. Maka biasakanlah menuliskan apa pun yang ada dalam pikiran,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Dispusip Kabupaten Bandung berharap dapat melahirkan lebih banyak penulis lokal yang mampu mengangkat identitas budaya daerah melalui karya tulis, sekaligus memperkuat gerakan literasi berbasis kearifan lokal di tengah masyarakat. (Amran)