Diki Darusman: Visitasi PKN Tingkat II Bukan Hanya Mereka yang Belajar, Ciamis Juga

Daerah61 Dilihat

CIAMIS, AMNN.CO.ID – Kehadiran peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II di Kabupaten Ciamis menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk memperkenalkan berbagai praktik penyelenggaraan pemerintahan sekaligus menerima masukan dari para pejabat yang datang dari berbagai wilayah.

Ciamis ditetapkan sebagai salah satu daerah yang menjadi tempat visitasi dalam rangkaian PKN Tingkat II yang digelar oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Barat.

Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Aparatur BKPSDM Kabupaten Ciamis, Diki Darusman, mengatakan penunjukan tersebut bukan berasal dari keputusan Pemerintah Kabupaten Ciamis. Penentuan daerah yang dijadikan lokasi pembelajaran merupakan kewenangan BPSDM Jawa Barat.

Setelah Ciamis ditetapkan, Pemkab melalui BKPSDM kemudian mengambil peran dalam menyiapkan serta mengoordinasikan pelaksanaan kegiatan bersama perangkat daerah terkait.

“Ciamis dipilih oleh BPSDM Provinsi Jawa Barat menjadi lokus visitasi kepemimpinan nasional. Itu merupakan bagian dari pembelajaran pelatihan. Jadi, BPSDM yang menentukan,” ujar Diki.

Menurut Diki, kegiatan tersebut diikuti 60 peserta yang berasal dari sejumlah daerah. Komposisinya tidak hanya berasal dari wilayah Jawa, tetapi juga mencakup peserta dari luar Pulau Jawa dan unsur kementerian.

Ada empat organisasi perangkat daerah yang menjadi bagian dari lokasi pembelajaran, yaitu BKPSDM, DPUTR, DPMPTSP, dan DPRKPLH Kabupaten Ciamis.

Pemilihan Ciamis sebagai tempat visitasi dinilai memiliki arti tersendiri bagi pemerintah daerah. Diki menyebut kepercayaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap apa yang selama ini dikerjakan Pemkab Ciamis.

BACA JUGA:  Jembatan Cibalungbang Amblas, Akses Transportasi Umum Terputus

“Iya, tentunya dengan hadirnya visitasi, terutama Kepemimpinan Nasional ini, menjadi satu penghargaan dan kepercayaan bagi Kabupaten Ciamis,” katanya.

Salah satu aspek yang kemudian menjadi perhatian dalam proses pembelajaran adalah sektor lingkungan. Diki menyebut capaian Ciamis dalam bidang tersebut menjadi salah satu hal yang diamati peserta.

“Yang mereka lihat justru itu. Terutama masalah lingkungan,” ujarnya.

Untuk menyambut kegiatan tersebut, koordinasi dilakukan dengan melibatkan sejumlah perangkat daerah. Diki mengatakan persiapan tidak dibebankan hanya kepada BKPSDM, melainkan menjadi bagian dari kerja bersama antar-OPD.

Menurutnya, keterlibatan banyak perangkat daerah diperlukan agar peserta dapat memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai aktivitas pemerintahan di Kabupaten Ciamis.

“Alhamdulillah, diinisiasi oleh Pak Asisten III, semua OPD terlibat dalam penerimaan ini, tidak hanya BKPSDM,” katanya.

Meski terdapat kegiatan visitasi, pelayanan kepada masyarakat di masing-masing perangkat daerah tetap berjalan seperti biasa. Bahkan, aktivitas pelayanan tersebut justru dapat menjadi contoh nyata yang diamati peserta selama berada di Ciamis.

“Tidak. Justru OPD menampilkan apa yang mereka kerjakan kepada para tamu, kepada para peserta. Dan itu yang mereka lihat, menjadi bahan pembelajaran,” jelas Diki.

Salah satu contohnya berada di DPMPTSP. Peserta bisa menyaksikan secara langsung bagaimana masyarakat mendapatkan pelayanan terkait perizinan. Dari proses tersebut, mereka tidak hanya memperoleh penjelasan secara teoritis, tetapi juga dapat melihat penerapannya di lapangan.

BACA JUGA:  Realisasi PAD Ciamis Capai 79 Persen, Bapenda Optimistis Lampaui Target Akhir Tahun

Diki menilai pola visitasi semacam ini seharusnya menghasilkan manfaat bagi kedua belah pihak. Ciamis tidak hanya menjadi daerah yang memberikan informasi, tetapi juga memiliki kesempatan mendapatkan pengetahuan baru dari peserta.

“Jadi kunjungan mereka itu tidak hanya mereka yang belajar, tetapi kita juga belajar. Tidak hanya mereka yang mengambil informasi dari Ciamis, kita juga menyerap informasi dari mereka,” tuturnya.

Ia mengatakan, pengalaman dan sudut pandang peserta yang berasal dari berbagai latar belakang pemerintahan dapat menjadi bahan pertimbangan untuk melakukan pembenahan di Ciamis.

Pemkab Ciamis, lanjut Diki, tidak ingin kegiatan tersebut hanya menjadi ajang untuk memperlihatkan keberhasilan daerah. Kritik maupun masukan terhadap hal-hal yang masih perlu diperbaiki juga dinilai penting.

“Kita tidak menutup diri, tidak hanya menampilkan apa yang kita kerjakan atau apa yang kita lakukan atau apa yang kita raih. Justru dengan adanya para pejabat ini hadir, masukan mereka sangat penting bagi perbaikan dan peningkatan kualitas pelayanan di Ciamis,” katanya.

Menurut dia, interaksi selama visitasi juga berpotensi memperluas jejaring antarpemerintah. Pertukaran pengalaman dari berbagai daerah dapat memberikan sudut pandang tambahan dalam upaya meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.

BACA JUGA:  MUI Ciamis Apresiasi Kemenag: Muharram Momentum Terbaik untuk Berbagi

Dampaknya pun tidak hanya berkaitan dengan satu instansi. Diki menyebut kegiatan tersebut menjadi bagian dari kepentingan Pemerintah Kabupaten Ciamis secara umum.

“Saya kira tidak hanya BKPSDM, tapi Pemerintah Kabupaten Ciamis,” ujarnya.

Untuk evaluasi secara khusus setelah kegiatan selesai, BKPSDM Ciamis sejauh ini belum menyusun laporan komprehensif. Namun, rangkaian kegiatan dan interaksi dengan peserta diharapkan tetap memberikan manfaat bagi proses perbaikan di lingkungan pemerintah daerah.

Diki juga mengingatkan agar jajaran pemerintah daerah tidak bekerja semata-mata demi mengejar penghargaan. Fokus utama tetap menjalankan kewajiban sesuai tugas dan fungsi serta memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

“Kalau harapan ya sesuai dengan arahan pimpinan, kita hanya melaksanakan tugas pokok dan fungsi untuk bekerja sebaik mungkin. Sesuai dengan ketentuan. Masalah hasil dan penghargaan itu bonus,” katanya.

Menurut Diki, apabila apresiasi kemudian datang atas kinerja yang dilakukan, hal tersebut patut disyukuri. Namun, penghargaan tersebut seharusnya menjadi tambahan motivasi untuk bekerja lebih baik, bukan menjadi tujuan utama.

“Ketika kita dapat penghargaan, tentunya kita syukuri. Justru itu menjadi pelecut semangat Pemkab Ciamis untuk terus meningkatkan khususnya pelayanan kepada masyarakat di berbagai bidang,” pungkasnya. (Putri)