Dicky Candra Soroti Tantangan Generasi Muda di Tengah Kemajuan Teknologi

Daerah55 Dilihat

KOTA TASIK, AMNN.CO.ID – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 dimaknai Pemerintah Kota Tasikmalaya sebagai momentum untuk membangun generasi muda yang mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa tercerabut dari akar budaya dan nilai religius daerah.

Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra, mengatakan tema Harkitnas tahun ini, yakni “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, selaras dengan kondisi saat ini ketika kemajuan digital berkembang sangat cepat di tengah kehidupan masyarakat.

Menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, melainkan menjaga keseimbangan antara kemajuan digital dengan pelestarian budaya lokal.

Ia menilai fenomena yang muncul saat ini menunjukkan adanya kecenderungan sebagian masyarakat hanya fokus pada budaya namun kurang memahami teknologi, sementara sebagian lainnya justru terlalu larut dalam dunia digital hingga melupakan identitas budaya daerah.

“Padahal budaya dan teknologi tidak harus dipertentangkan. Keduanya bisa berjalan berdampingan kalau mampu dikelola dengan baik,” kata Dicky.

Untuk mendekatkan generasi muda dengan budaya daerah, Pemkot Tasikmalaya terus membuka ruang kreativitas melalui berbagai kegiatan publik dan event yang melibatkan anak muda. Konsep kegiatan tersebut, kata dia, tetap dikemas modern namun tidak meninggalkan nilai budaya lokal.

BACA JUGA:  Tina Wiryawati Gelar Pengobatan Gratis untuk Lansia di Padepokan Maung Bodas Rancah

Ia mencontohkan sejumlah kegiatan budaya yang dipadukan dengan hiburan kekinian seperti musik dan pertunjukan kreatif agar lebih mudah diterima kalangan muda.

“Anak-anak muda sekarang lebih suka pendekatan yang kreatif. Karena itu budaya harus dikemas lebih menarik tanpa menghilangkan nilai dan marwahnya,” ujarnya.

Sebagai pelaku seni, Dicky mengaku telah lama mencoba mengenalkan budaya Sunda dengan pendekatan yang lebih dekat kepada generasi muda. Salah satunya melalui kolaborasi pertunjukan wayang golek dengan musik modern agar lebih diminati.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya berbicara soal kesenian tradisional, tetapi juga menyangkut pembentukan karakter, sopan santun, dan penghormatan kepada orang tua yang mulai memudar di kalangan sebagian generasi muda.

Ia menambahkan, upaya menjaga karakter generasi muda bukan hanya menjadi tugas pemerintah semata, tetapi membutuhkan keterlibatan keluarga dan lingkungan masyarakat.

“Peran orang tua sangat penting dalam membangun karakter anak. Jadi ini tanggung jawab bersama agar generasi muda tetap memiliki identitas budaya dan akhlak yang baik,” pungkasnya. (Putri)