Wamen ATR/BPN Dukung Pengembangan TSTH2 Del untuk Ketahanan Pangan Berbasis Riset

Nasional40 Dilihat

SUMUT, AMNN.CO.ID – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) Institut Teknologi Del di Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Rabu (1/4/2026).

Dukungan tersebut ditegaskan dalam Rapat Pembahasan Pengembangan Pertanian Berbasis kecerdasan buatan (AI) di kawasan TSTH2. Menurut Ossy, peran Kementerian ATR/BPN sangat penting dalam memastikan kepastian tata ruang dan status pertanahan guna mendukung pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan.

“Kementerian ATR/BPN mendukung penuh upaya mewujudkan kemandirian pangan masyarakat. Kepastian tata ruang dan kepastian atas tanah menjadi aspek utama yang akan kami berikan,” ujar Ossy.

Kawasan TSTH2 sendiri merupakan pusat riset terintegrasi yang berfokus pada pengembangan bibit unggul di sektor pertanian. Selain itu, kawasan ini juga dirancang sebagai lokasi budidaya tanaman hortikultura dan herbal, baik untuk kebutuhan lokal maupun pasar internasional.

Ossy menilai, pendekatan berbasis sains dan data menjadi kunci dalam pengambilan kebijakan pembangunan nasional. Ia pun mengapresiasi berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam pengembangan kawasan tersebut.

“Setiap kebijakan dan analisis harus didasarkan pada data, bukan sekadar asumsi atau prediksi,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Panjaitan, yang menekankan pentingnya riset dalam mendukung ketahanan nasional. Menurutnya, seluruh program pembangunan harus berbasis studi agar menghasilkan data yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Dalam konteks ketahanan, setiap langkah harus melalui riset. Dengan data yang kuat, kebijakan bisa dijalankan secara tepat,” ujarnya.

Luhut juga menilai berbagai komponen pendukung pengembangan TSTH2 telah tersedia. Ia mendorong agar seluruh pihak dapat bekerja secara terintegrasi dan kolaboratif dalam tahap implementasi.

Usai rapat, Ossy bersama Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, serta sejumlah perwakilan kementerian dan lembaga meninjau fasilitas greenhouse pembibitan di kawasan tersebut. Di lokasi ini dikembangkan berbagai tanaman hortikultura dan herbal, seperti kentang, bawang, cabai, serta tanaman obat.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Direktur Jenderal Penataan Agraria Embun Sari dan Kepala Kantor Wilayah BPN Sumatera Utara Sri Pranoto beserta jajaran. (putri)