Sebanyak 18 PAUD di Ciamis Terima APE dan Laptop Baru dari DAK 2025

Bantuan mencakup APE indoor, playground semi-indoor, hingga laptop administrasi.

Pendidikan52 Dilihat

CIAMIS, AMNN.CO.ID – Dinas Pendidikan telah merampungkan penyaluran bantuan Alat Peraga Edukatif (APE) dan perangkat laptop kepada 18 lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Bantuan tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2025 dengan total anggaran sebesar Rp927.432.000.

Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal, Eka Yudha Katresna, menyampaikan bahwa seluruh paket bantuan sudah diterima lembaga pada Oktober lalu.

Ia memastikan bahwa barang yang dikirim telah memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Spesifikasi APE maupun laptop mengikuti petunjuk teknis DAK. Semua item sudah dilakukan pemeriksaan dan tidak ditemukan kendala. Proses distribusinya juga selesai Oktober,” terang Eka.

Eka menjelaskan bahwa penetapan PAUD penerima bantuan bukan berdasarkan usulan daerah, melainkan keputusan langsung dari Kementerian Pendidikan. Penentuannya mengacu pada data yang tercatat di sistem Dapodik.

“Regulasinya memang begitu. Pusat mengambil data dari Dapodik untuk menentukan siapa yang berhak menerima. Kami hanya memastikan penyalurannya berjalan sesuai ketentuan,” ungkapnya.

Bantuan yang dikirim mencakup berbagai jenis alat pembelajaran, seperti lego edukatif, permainan sensorik, dan perlengkapan motorik untuk menunjang kegiatan belajar anak. Ada juga item playground yang idealnya digunakan di dalam ruangan.

BACA JUGA:  RSUD Ciamis Buka Suara Soal Pos Belanja Rp3 Miliar

Namun, kata Eka, beberapa lembaga menempatkan playground di area tertutup di luar bangunan utama karena keterbatasan ruang.

“Playground itu pada dasarnya untuk indoor. Tetapi kalau ruangan terbatas, boleh ditempatkan di area yang terlindungi, asalkan tidak berada langsung di ruang terbuka,” jelasnya.

Selain APE, setiap lembaga menerima laptop untuk mendukung keperluan administrasi serta proses pembelajaran.

“Laptop itu multifungsi, bisa digunakan untuk administrasi lembaga maupun kegiatan belajar,” tutur Eka. (Putrie)