RSUD Kawali Siapkan Layanan Spesialis Mata untuk Permudah Akses Warga Ciamis Utara

Perluasan layanan ditargetkan mulai dipersiapkan pertengahan 2026, sementara layanan rawat inap jiwa tetap menjadi unggulan di tengah keterbatasan SDM dan fasilitas.

Daerah70 Dilihat

CIAMIS, AMNN.CO.ID – RSUD Kawali menyiapkan langkah pengembangan layanan guna memperluas akses kesehatan bagi masyarakat, terutama yang berdomisili di wilayah Ciamis bagian utara. Salah satu program yang tengah dipersiapkan adalah pembukaan layanan dokter spesialis mata.

Kepala Subbagian Tata Usaha RSUD Kawali, Wawan Setiawan, menjelaskan bahwa realisasi layanan tersebut ditargetkan mulai diproses pada pertengahan 2026. Saat ini manajemen rumah sakit masih mematangkan kebutuhan sarana, prasarana, serta perangkat medis pendukung. Adapun tenaga dokter spesialis mata disebut telah siap dan memiliki pengalaman praktik.

Menurut Wawan, kehadiran layanan mata di RSUD Kawali diharapkan dapat mempermudah masyarakat yang selama ini harus bepergian cukup jauh untuk mendapatkan pemeriksaan maupun tindakan medis terkait kesehatan mata.

“Tujuannya agar warga Ciamis Utara tidak perlu lagi menempuh jarak jauh. Kami ingin layanan kesehatan lebih dekat dan mudah dijangkau,” katanya.

Selain rencana penambahan layanan baru, RSUD Kawali saat ini telah menjalankan empat spesialis dasar, meliputi bedah, anak, penyakit dalam, serta kebidanan dan kandungan. Rumah sakit ini juga mengembangkan layanan rawat inap jiwa yang mulai dibuka pada pertengahan 2024.

Ia mengungkapkan, permintaan terhadap layanan kesehatan jiwa di Kabupaten Ciamis tergolong tinggi. Hal tersebut terlihat dari antrean pasien yang cukup panjang, sementara daya tampung ruang rawat inap jiwa masih terbatas.

Saat ini, kapasitas yang tersedia baru delapan tempat tidur. Penanganan pasien pun dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan tingkat urgensi, terutama untuk kasus kegawatdaruratan kejiwaan.

“Kami memprioritaskan pasien asal Ciamis karena keterbatasan ruang. Tidak semua pasien bisa ditempatkan dalam satu ruangan, sehingga perlu pengaturan khusus,” ujarnya.

Sejak mulai beroperasi pada 2021, jumlah kunjungan pasien di RSUD Kawali terus menunjukkan tren peningkatan. Dalam sehari, satu dokter spesialis rata-rata melayani sekitar 40 pasien. Jika jumlahnya melebihi itu, pelayanan dinilai berisiko kurang optimal.

Dari aspek sumber daya manusia, rumah sakit tersebut memiliki sekitar 12 dokter spesialis. Meski demikian, kebutuhan tenaga medis masih belum sepenuhnya terpenuhi, terutama di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Kondisi ini dipengaruhi pula oleh sejumlah tenaga kesehatan yang tengah menjalani pendidikan lanjutan.

Wawan menuturkan, peningkatan kapasitas rumah sakit tidak hanya bergantung pada penambahan fasilitas, tetapi juga penguatan kompetensi SDM. Karena itu, pengembangan dilakukan secara bertahap dan seimbang antara penyediaan alat kesehatan dan peningkatan kualitas tenaga medis.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, RSUD Kawali mendorong program beasiswa bagi dokter yang akan menempuh pendidikan spesialis. Namun, pada tahun ini realisasinya masih terbatas akibat kebijakan efisiensi anggaran.

Di tengah berbagai keterbatasan, pihak rumah sakit berkomitmen menjaga mutu pelayanan. Menurut Wawan, RSUD Kawali tidak dapat bersaing dengan rumah sakit swasta dari sisi promosi, sehingga kualitas layanan menjadi fokus utama.

Layanan rawat inap jiwa pun diproyeksikan sebagai ciri khas sekaligus keunggulan RSUD Kawali dibandingkan fasilitas kesehatan lain di sekitarnya. Penguatan layanan tersebut terus dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Pengembangan rumah sakit juga mendapat dukungan dari tokoh masyarakat setempat, termasuk dalam rencana perluasan area layanan. Bahkan pada masa Pemilu lalu, RSUD Kawali sempat dipercaya menangani peserta pemilu yang mengalami gangguan psikologis akibat tekanan situasi politik. (Put)