Ribuan Siswa Adu Kemampuan di OMI Tingkat Kabupaten Ciamis 2026

Pendidikan18 Dilihat

CIAMIS, AMNN.CO.ID – Sebanyak 1.263 peserta mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kabupaten Ciamis 2026, Senin (7/9/2026).

Kompetisi tersebut digelar secara bertahap berdasarkan jenjang pendidikan dan menjadi ajang seleksi menuju tingkat Provinsi Jawa Barat.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis, H. Yayan Herdiana, menyampaikan bahwa OMI merupakan pengembangan dari ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) yang sebelumnya menjadi salah satu wadah bagi siswa madrasah untuk mengasah kemampuan akademiknya.

Menurut Yayan, penyelenggaraan OMI tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan daya saing madrasah.

“Kami berharap ada madrasah dari Ciamis yang mampu membawa nama baik daerah. Lebih dari itu, kami ingin madrasah menjadi lembaga pendidikan utama yang mampu melahirkan generasi unggul dengan wawasan global, namun tetap memiliki karakter dan berpegang pada nilai-nilai keislaman,” katanya.

Ia menilai partisipasi peserta yang cukup tinggi menunjukkan adanya semangat yang sama antara pengelola madrasah dengan pemerintah dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan.

Yayan mengatakan Ciamis memiliki banyak satuan pendidikan madrasah, termasuk sejumlah madrasah yang telah memiliki prestasi. Menurutnya, baik madrasah negeri maupun swasta memiliki peluang untuk melahirkan siswa berprestasi.

BACA JUGA:  MPLS SMAN 1 Baregbeg Ciptakan Ruang Aman untuk Siswa Baru

Keterlibatan berbagai lembaga dalam OMI, lanjutnya, juga memperluas kesempatan bagi panitia untuk menemukan siswa yang memiliki potensi akademik dari berbagai wilayah di Kabupaten Ciamis.

“Semakin banyak lembaga dan peserta yang terlibat, semakin besar pula potensi yang bisa kita temukan dan seleksi,” ujarnya.

Yayan berharap pelaksanaan OMI tahun ini dapat berjalan lebih baik dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Ia meminta para peserta tidak hanya mengejar hasil kompetisi, tetapi menjadikan ajang tersebut sebagai dorongan untuk meningkatkan kemampuan belajar.

Ia juga menegaskan bahwa kompetisi tersebut memberikan kesempatan bagi siswa dari luar lingkungan madrasah untuk berpartisipasi.

“Kami ingin peserta menjadikan OMI sebagai pemantik untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensinya. Persaingan harus dilakukan secara sehat, karena OMI juga terbuka bagi peserta dari sekolah di luar madrasah,” tuturnya.

Ketua Komite OMI Kabupaten Ciamis, Jajang Jamaludin, menjelaskan bahwa persiapan teknis pelaksanaan telah dilakukan sejak sekitar satu minggu sebelum kegiatan dimulai.

Sejumlah kebutuhan telah dipersiapkan, mulai dari aspek teknis dan nonteknis hingga penempatan pengawas, proktor, serta teknisi yang bertugas selama proses seleksi.

BACA JUGA:  Graduation MTsN 15 Ciamis Berlangsung Haru, Prestasi Akademik Jadi Kebanggaan

Untuk jenjang MA, bidang yang dilombakan meliputi Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Geografi, dan Ekonomi. Sementara itu, peserta MTs berkompetisi pada Matematika, IPA Terintegrasi, serta IPS Terintegrasi.

Adapun pada jenjang MI, terdapat dua bidang yang diperlombakan, yakni Matematika dan IPA Terintegrasi.

Dari total 1.263 peserta, nantinya akan dipilih tiga peserta terbaik untuk melanjutkan perjuangan pada tingkat Provinsi Jawa Barat.

Selain siswa madrasah, OMI Kabupaten Ciamis tahun ini juga memberikan ruang bagi siswa sekolah umum. Sebanyak 11 peserta dari sekolah umum tercatat mengikuti kompetisi, dengan rincian satu siswa SD, tiga siswa SMP, dan tujuh siswa SMA.

Jajang mengatakan penyelenggaraan di tingkat kabupaten ditangani oleh Komite OMI Kabupaten Ciamis sebagai panitia independen sesuai dengan petunjuk teknis. Sementara sistem penilaian dilakukan secara daring oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.

Dalam persiapan teknis, panitia sempat menghadapi persoalan keterbatasan perangkat komputer. Kondisi tersebut kemudian diatasi dengan meminjam sejumlah perangkat komputer dari Madrasah lain.

“Kebutuhan kami sekitar 230 unit komputer. Karena di lokasi utama tersedia sekitar 145 unit, kami melakukan peminjaman perangkat,” jelas Jajang.

BACA JUGA:  Tina Wiryawati Sapa dan Dampingi Anak dalam Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Panitia juga menyiapkan langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya gangguan listrik maupun koneksi internet. Pemberitahuan telah disampaikan kepada PLN terkait pelaksanaan OMI selama tiga hari agar pasokan listrik tetap terjaga.

Koordinasi juga dilakukan dengan penyedia layanan internet untuk memastikan jaringan dapat mendukung proses pelaksanaan seleksi.

Sementara apabila terjadi gangguan pada server ataupun kendala teknis lainnya, panitia akan mengikuti mekanisme yang telah diatur dalam petunjuk teknis, termasuk kemungkinan pelaksanaan seleksi susulan.

Jajang menambahkan, persiapan peserta telah dilakukan jauh sebelum hari pelaksanaan. Kemenag melalui pengawas, guru, dan kepala madrasah terus mendorong siswa agar mempersiapkan diri menghadapi kompetisi tersebut.

Ia berharap hasil seleksi tingkat Kabupaten Ciamis dapat melahirkan tiga peserta terbaik yang mampu bersaing di tingkat Jawa Barat.

“Mudah-mudahan dari seleksi ini lahir tiga peserta terbaik yang bisa mewakili Kabupaten Ciamis di tingkat provinsi. Kami juga berharap tradisi Ciamis mengirimkan peserta terbaik hingga tingkat nasional dapat terus dipertahankan,” pungkasnya. (Putri)