PGMI Ciamis Komitmen Dorong Potensi Siswa Madrasah di Bidang Olahraga dan Seni

Olahraga, Pendidikan26 Dilihat

CIAMIS, AMNN.CO.ID – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia Kabupaten Ciamis menyambut positif kembali bergulirnya Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Madrasah tahun 2026. Ajang yang melibatkan peserta didik dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA) itu dinilai menjadi momentum penting untuk membangkitkan prestasi siswa madrasah di bidang olahraga dan seni.

Bagi PGM Indonesia Ciamis, penyelenggaraan Porseni bukan hanya menghadirkan kembali kompetisi yang sempat vakum dalam beberapa tahun terakhir, tetapi juga membuka ruang bagi peserta didik untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperoleh pembinaan yang lebih terarah.

Ketua Umum DPD PGM Indonesia Kabupaten Ciamis, H. Fatoni melalui Ketua I, H. Ezen Zaenal Muttaqin mengatakan, keluarga besar madrasah telah lama menantikan kembali hadirnya Porseni. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki manfaat yang jauh lebih luas dibanding sekadar menentukan juara.

“Kompetisi Porseni ini merupakan ajang yang sangat ditunggu-tunggu oleh para siswa madrasah. Selain sebagai tempat berkompetisi, kegiatan ini juga menjadi wadah silaturahmi dan ruang untuk menggali, membina, serta mengembangkan bakat-bakat siswa,” katanya kepada AMNN, Rabu (5/8/2026).

Ia menjelaskan, pelaksanaan Porseni merupakan hasil kolaborasi antara PGM Indonesia dengan para kepala madrasah yang tergabung dalam Kelompok Kerja Madrasah (KKM). Sinergi tersebut dilakukan sebagai upaya menghadirkan wadah kompetisi yang mampu mengakomodasi potensi siswa di berbagai cabang olahraga maupun seni.

Pada tahun ini, pelaksanaan Porseni dilakukan secara bertahap mulai tingkat kabupaten. Para juara nantinya akan dipersiapkan untuk mewakili Kabupaten Ciamis pada Porseni tingkat Provinsi Jawa Barat.

“Setelah dilakukan seleksi tingkat kabupaten, para siswa yang memiliki kemampuan terbaik akan dipersiapkan menjadi wakil Kabupaten Ciamis untuk mengikuti Porseni tingkat provinsi,” ujarnya.

Ezen mengungkapkan, lahirnya Porseni siswa tidak terlepas dari pengalaman PGM Indonesia yang selama ini lebih dahulu menyelenggarakan berbagai perlombaan olahraga dan seni bagi kalangan guru madrasah. Dari kegiatan tersebut muncul gagasan agar peserta didik juga memperoleh kesempatan yang sama untuk mengembangkan kemampuan.

“PGM sebelumnya melihat bahwa guru-guru madrasah juga memiliki potensi di bidang olahraga dan seni. Dari sana muncul keinginan agar anak-anak madrasah juga diberikan ruang untuk mengembangkan bakatnya. Alhamdulillah tahun ini bisa terlaksana berkat dukungan dan inisiatif PGM Provinsi Jawa Barat,” jelasnya.

Menurutnya, Porseni perlu menjadi agenda yang dilaksanakan secara berkesinambungan sehingga mampu memacu semangat siswa untuk terus berlatih dan meningkatkan prestasi.

Ia menilai potensi atlet dan peserta seni dari madrasah di Kabupaten Ciamis cukup menjanjikan. Meski kondisi sarana dan prasarana di setiap wilayah belum sepenuhnya merata, kemampuan para peserta dinilai terus berkembang dan layak mendapatkan pembinaan lebih lanjut.

“Kalau melihat hasil pertandingan, anak-anak dari berbagai wilayah memiliki potensi yang bagus. Tidak hanya dari perkotaan, daerah juga banyak yang memiliki atlet dan peserta berbakat. Tinggal bagaimana dilakukan pembinaan secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Ezen menambahkan, pada masa sebelumnya penyelenggaraan Porseni belum memiliki jalur kompetisi yang jelas menuju tingkat lebih tinggi. Kini, melalui dukungan PGM Provinsi Jawa Barat, para juara dari tingkat kabupaten memiliki kesempatan melanjutkan persaingan hingga level provinsi.

“Ini menjadi terobosan PGM untuk meningkatkan kompetensi siswa madrasah. Kita ingin bukan hanya guru yang berprestasi, tetapi para siswa juga memiliki kemampuan, keahlian, dan prestasi di bidang olahraga maupun seni,” katanya.

Untuk menghadapi Porseni tingkat Provinsi Jawa Barat, PGM Indonesia Ciamis berencana memberikan pembinaan lanjutan kepada para juara melalui latihan dan persiapan yang lebih intensif agar mampu bersaing dengan daerah lain.

“Kami berharap atlet-atlet dan peserta dari Ciamis bisa berbicara banyak di tingkat provinsi dan mampu meraih prestasi terbaik. Setelah seleksi ini akan dilakukan persiapan lebih maksimal,” ujarnya.

Ezen optimistis kebangkitan Porseni madrasah akan menjadi awal lahirnya atlet dan seniman berbakat dari Kabupaten Ciamis. Ia meyakini, apabila pembinaan dilakukan secara berkesinambungan, para juara tidak hanya mampu mengharumkan nama daerah di tingkat Provinsi Jawa Barat, tetapi juga memiliki peluang meraih prestasi pada tingkat nasional.

“Harapan kami, Porseni ini menjadi wadah lahirnya bibit-bibit unggul dari madrasah. Tidak hanya mampu menjadi juara di tingkat kabupaten dan provinsi, tetapi juga dapat mengharumkan nama Kabupaten Ciamis di ajang nasional. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, kami optimistis potensi itu bisa terwujud,” pungkasnya. (Putri)