Peringati WCD 2026, SMAN 2 Ciamis Gerakkan Warga Sekolah Bersihkan Lingkungan

Pendidikan16 Dilihat

CIAMIS, AMNN.CO.ID – Semangat menjaga kebersihan lingkungan ditunjukkan keluarga besar SMAN 2 Ciamis melalui kegiatan bersih-bersih sekolah, Jumat Pagi (18/9/2026).

Aksi tersebut digelar dalam rangka memperingati World Cleanup Day (WCD) yang diperingati setiap 20 September. Seluruh elemen sekolah, mulai dari siswa, guru hingga tenaga kependidikan, terlibat dalam kegiatan tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMAN 2 Ciamis, Dadan Ramdan, menjelaskan kegiatan itu merupakan bagian dari tindak lanjut arahan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dalam rangkaian peringatan WCD.

Sebelum pelaksanaan, pihak sekolah terlebih dahulu menyiapkan program dan membagi tugas kepada seluruh warga sekolah. Sosialisasi dilakukan kepada guru, tenaga kependidikan, wali kelas, hingga para siswa.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 07.30 WIB. Para siswa diarahkan membersihkan sejumlah titik di lingkungan sekolah dengan didampingi wali kelas masing-masing.

Tidak hanya halaman dan ruang kelas, area yang menjadi sasaran pembersihan meliputi toilet, perpustakaan, masjid, serta fasilitas sekolah lainnya.

“Yang kita harapkan seluruh lingkungan sekolah bersih. Bukan hanya sampah plastik dan organik, tetapi juga barang-barang yang sudah tidak tertata, seperti meja, kursi, maupun kaca,” ujar Dadan.

BACA JUGA:  Dua Talenta SMAN 1 Ciamis Siap Bersaing di FLS3N Jabar

Untuk menjaga konsentrasi siswa selama kegiatan, sekolah menerapkan aturan khusus terhadap penggunaan telepon seluler. Ponsel siswa dikumpulkan dan hanya beberapa perangkat yang tetap diperbolehkan untuk keperluan dokumentasi kegiatan.

“HP dikumpulkan, hanya satu atau dua di setiap kelas yang digunakan untuk dokumentasi. Hasil dokumentasi juga nantinya dilaporkan,” katanya.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya SMAN 2 Ciamis membangun budaya peduli lingkungan secara berkelanjutan.

Sekolah yang telah mendapatkan kualifikasi Adiwiyata tingkat Kabupaten Ciamis itu berupaya agar kepedulian terhadap kebersihan tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

Dadan menyebut, nilai utama dari program Adiwiyata adalah pembentukan karakter. Siswa diharapkan memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan tanpa harus menunggu instruksi.

“Ketika melihat sampah, diharapkan langsung mengambil dan membuangnya. Kalau melihat sesuatu yang kotor dibersihkan, dan kalau tidak rapi segera dirapikan,” tuturnya.

Untuk mendukung penerapan kebiasaan tersebut, sekolah melibatkan tim Adiwiyata bersama Duta Adiwiyata yang terdapat di setiap kelas. Mereka turut berperan dalam mengingatkan dan mengawasi kebersihan lingkungan sekolah.

BACA JUGA:  PGRI Ciamis Fokuskan Konkab pada Evaluasi dan Kaderisasi Organisasi

Tak hanya mengandalkan kegiatan bersih-bersih, SMAN 2 Ciamis juga mulai mengembangkan sistem pengelolaan sampah organik.

Di bagian belakang sekolah telah tersedia fasilitas komposter yang digunakan untuk mengolah sampah organik. Sisa makanan, termasuk yang berasal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), dikumpulkan untuk selanjutnya diproses menjadi kompos.

“Untuk pengolahan langsung di sekolah, sampah organik sudah mulai kita kelola. Di belakang ada komposter dan sebagian sudah menjadi kompos,” ungkap Dadan.

Menurutnya, pekerjaan yang lebih penting setelah kegiatan bersih-bersih selesai adalah mempertahankan kebiasaan tersebut dalam keseharian.

Dengan jumlah siswa yang mencapai lebih dari 1.400 orang, membangun budaya memilah sampah dan menjaga kebersihan membutuhkan pengawasan serta pengingat yang dilakukan secara terus-menerus.

Karena itu, sekolah berupaya menjadikan kepedulian lingkungan sebagai bagian dari karakter setiap siswa, bukan sekadar kewajiban ketika ada kegiatan tertentu.

“Tujuan utamanya supaya kebersihan dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi karakter siswa,” jelasnya.

Dadan berharap kebiasaan menjaga kebersihan, kerapian, dan keindahan lingkungan nantinya muncul secara spontan dari diri masing-masing siswa.

BACA JUGA:  HUT ke-20 Himpaudi, Ribuan Guru PAUD Ciamis Kompak Perjuangkan Hak Profesi

“Kita ingin kepedulian terhadap kebersihan dan kerapian lingkungan itu menjadi otomatis, seperti autopilot dari pribadi masing-masing,” katanya.

Ia juga menilai keteladanan dari seluruh warga sekolah menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan tersebut. Karena itu, dirinya turut turun langsung membersihkan lingkungan bersama siswa, guru, dan tenaga kependidikan.

“Saya juga harus ikut bersih-bersih bersama anak-anak dan Bapak Ibu,” pungkas Dadan. (JURNALIS/PUTRI)