MTsN 3 Kota Tasikmalaya Perkenalkan Batik Khas Bernuansa Kujang dan Payung Geulis

Pendidikan55 Dilihat

KOTA TASIK, AMNN.CO.ID – Semangat pelestarian budaya lokal mewarnai peringatan Milad ke-48 MTs Negeri 3 Kota Tasikmalaya yang dikemas melalui Festival Seni Budaya. Dalam kegiatan tersebut, madrasah menampilkan beragam seni tradisional Sunda sekaligus memperkenalkan motif batik khas hasil kreativitas guru dan siswa.

Kepala MTsN 3 Kota Tasikmalaya, Yiyin Hayyin Awwalin, menyampaikan bahwa kegiatan itu menjadi bagian dari upaya madrasah menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah kepada peserta didik sejak dini.

Ia menuturkan, pendidikan di madrasah tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan penguatan identitas budaya lokal.

“Anak-anak harus memiliki prestasi, akhlak yang baik, sekaligus mengenal budaya daerahnya sendiri, terutama budaya Sunda,” kata Yiyin.

Festival tersebut menghadirkan sejumlah pertunjukan seni tradisional, di antaranya penampilan karawitan dan lomba melukis payung geulis khas Tasikmalaya. Kegiatan seni budaya itu rutin digelar setiap perayaan milad sebagai bentuk kepedulian madrasah terhadap kelestarian budaya tradisional di tengah perkembangan budaya modern.

Menurut Yiyin, keberadaan seni karawitan saat ini mulai jarang diminati generasi muda. Karena itu, pihak madrasah berupaya mengenalkan kembali kesenian tradisional kepada siswa agar tetap dikenal dan diwariskan.

Selain pertunjukan seni, MTsN 3 Kota Tasikmalaya juga meluncurkan motif batik khas madrasah. Desain tersebut dibuat oleh siswi kelas VIII bernama Putri dengan pendampingan guru seni budaya.

Motif batik itu mengangkat ikon budaya Tasikmalaya seperti kujang, payung geulis, dan kelom geulis yang menjadi ciri khas daerah.

“Motifnya mengambil filosofi budaya Tasikmalaya dengan memasukkan unsur kujang, payung geulis, dan kelom geulis,” ujarnya.

Pihak madrasah berencana menjadikan batik tersebut sebagai seragam resmi guru dan siswa mulai tahun ajaran baru mendatang. Selain itu, desain batik juga akan diajukan hak cipta agar menjadi identitas resmi MTsN 3 Kota Tasikmalaya.

MTsN 3 Kota Tasikmalaya sebelumnya bernama MTs Mathla’ul Anwar sebelum berstatus negeri pada 2009 dengan nama MTsN Nagarakasih. Selanjutnya, pada 2015 nama madrasah berubah menjadi MTsN 3 Kota Tasikmalaya berdasarkan keputusan Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat.

Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Chandra, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi terhadap upaya madrasah dalam menyediakan ruang kreativitas bagi generasi muda melalui seni dan budaya.

Menurutnya, kegiatan budaya di lingkungan pendidikan memiliki peran penting dalam pembinaan karakter siswa sekaligus menjadi sarana positif untuk menghindarkan remaja dari pengaruh negatif.

Ia menilai inovasi MTsN 3 Kota Tasikmalaya melalui pertunjukan seni tradisional, lukisan payung geulis, hingga batik khas madrasah merupakan langkah positif yang patut didukung.

“Anak-anak muda perlu ruang untuk berekspresi dan berkarya. Kegiatan seperti ini sangat baik untuk membangun kreativitas sekaligus menjaga budaya daerah,” kata Dicky.

Ia berharap MTsN 3 Kota Tasikmalaya terus berkembang dan mampu memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan maupun masyarakat di Kota Tasikmalaya. (ERNA)