Mengenal 4 Program Studi Unggulan Politeknik Agraria STPN, Pilihan Tepat bagi Calon Taruna di Bidang Pertanahan

Nasional13 Dilihat

SLEMAN, AMNN.CO.ID – Memilih program studi menjadi salah satu keputusan penting bagi siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Namun, tidak sedikit calon mahasiswa yang masih merasa ragu menentukan jurusan karena belum memiliki gambaran jelas mengenai bidang yang ingin ditekuni maupun peluang karier di masa depan.

Bagi lulusan SMA maupun SMK yang tertarik pada bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang, Politeknik Agraria STPN di bawah naungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menawarkan empat program studi yang dirancang untuk menjawab kebutuhan sumber daya manusia profesional di sektor tersebut.

Keempat program studi tersebut meliputi Sarjana Terapan Survei dan Pemetaan Informasi Pertanahan (SPIP), Sarjana Terapan Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan (MPRP), Sarjana Terapan Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah (KMPT), serta Sarjana Terapan Pertanahan.

Program Studi Sarjana Terapan Survei dan Pemetaan Informasi Pertanahan (SPIP) diperuntukkan bagi calon taruna yang memiliki minat pada bidang pengukuran, pemetaan, teknologi geospasial, serta analisis data spasial.

Mahasiswa di program studi ini akan mempelajari berbagai kompetensi mulai dari teknik pengukuran tanah, sistem informasi geografis (SIG), pemetaan digital, fotogrametri, hingga pengolahan data spasial berbasis teknologi modern.

BACA JUGA:  Nusron Imbau Yayasan Keagamaan Gunakan Skema SHM untuk Tertibkan Aset Pesantren

Salah satu taruna SPIP, Dandi Resando, mengaku tertarik memilih program studi tersebut karena memadukan kegiatan praktik lapangan dengan pemanfaatan teknologi terkini.

“Kami tidak hanya mempelajari teori di kelas, tetapi juga melakukan pengukuran dan pemetaan langsung di lapangan. Teknologi geospasial yang terus berkembang menjadi daya tarik tersendiri karena memiliki peran penting dalam pembangunan dan pengelolaan pertanahan,” ujarnya.

Sementara itu, Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan (MPRP) cocok bagi calon mahasiswa yang tertarik pada perencanaan wilayah, tata ruang, kebijakan publik, serta pelayanan pertanahan.

Selama masa perkuliahan, mahasiswa akan dibekali pengetahuan mengenai penataan ruang, administrasi pertanahan, pelayanan pertanahan berbasis elektronik, hingga analisis kebijakan agraria dan tata ruang.

Taruni MPRP, Ayu Hanan Mutia, mengatakan ketertarikannya terhadap program studi tersebut berawal dari keinginannya memahami proses perencanaan suatu wilayah.

“Saya melihat masih banyak persoalan tata ruang di berbagai daerah. Karena itu saya ingin mempelajari bagaimana perencanaan tata ruang dapat mendukung pembangunan yang lebih tertata dan berkelanjutan,” katanya.

BACA JUGA:  Capaian PNBP Kementerian ATR/BPN Tembus 82 Persen Menjelang Akhir 2025

Bagi calon mahasiswa yang memiliki minat pada pelayanan publik, administrasi, dan kebijakan pertanahan, Program Studi Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah (KMPT) menjadi pilihan yang relevan.

Program studi ini menitikberatkan pada pengelolaan data pertanahan, sistem pendaftaran tanah, pelayanan berbasis elektronik, serta tata kelola administrasi pertanahan yang modern dan efektif.

Rizaldi Secondia Putra, salah satu taruna KMPT, mengaku lebih tertarik pada aspek regulasi dan pelayanan publik dibandingkan bidang teknis pengukuran.

“Di KMPT saya belajar memahami proses pendaftaran tanah serta bagaimana kebijakan pertanahan dapat memberikan kepastian hukum dan perlindungan hak masyarakat,” ujarnya.

Adapun Program Studi Sarjana Terapan Pertanahan menawarkan cakupan pembelajaran yang lebih luas, mulai dari hukum agraria, penyelesaian sengketa tanah, pengadaan tanah untuk pembangunan, hingga pengendalian pemanfaatan ruang.

Program studi ini dinilai sesuai bagi calon mahasiswa yang memiliki kemampuan analitis dan tertarik mempelajari hubungan antara aspek hukum, masyarakat, dan pengelolaan sumber daya tanah.

Taruni asal Kabupaten Karangasem, Bali, Ni Putu Arista Pradnyaswari, mengaku memilih program studi tersebut karena memberikan banyak kesempatan praktik lapangan.

BACA JUGA:  Wamen ATR/BPN Serahkan Sertipikat Tanah untuk Penggiat UMKM di Garut

“Saya senang mencoba hal baru dan menyukai kegiatan di luar ruangan. Saat mencari informasi tentang Politeknik Agraria STPN, saya melihat banyak kegiatan praktik lapangan serta interaksi langsung dengan masyarakat,” tuturnya.

Pada Seleksi Penerimaan Taruna Baru Tahun Akademik 2026/2027, Politeknik Agraria STPN menyediakan kuota sebanyak 350 calon taruna.

Kuota tersebut terdiri atas jalur umum sebanyak 260 orang, jalur tugas belajar bagi ASN atau pegawai yang mendapat penugasan dari Kementerian ATR/BPN sebanyak 60 orang, serta jalur kerja sama pemerintah daerah sebanyak 30 orang.

Dengan pilihan program studi yang semakin beragam dan spesifik, Politeknik Agraria STPN memberikan kesempatan bagi calon taruna untuk memilih bidang pendidikan yang sesuai dengan minat, bakat, dan rencana karier di masa depan.

Bagi lulusan SMA maupun SMK yang ingin berkarier di bidang pertanahan, tata ruang, dan agraria, Politeknik Agraria STPN menjadi salah satu perguruan tinggi vokasi yang dapat dipertimbangkan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.