Madrasah di Ciamis Siap Terapkan Kurikulum Berbasis Cinta pada Tahun Ajaran Baru

Pendidikan60 Dilihat

CIAMIS, AMNN.CO.ID – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ciamis mulai memantapkan kesiapan madrasah dalam menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning). Upaya tersebut diwujudkan melalui Workshop Implementasi Kurikulum Madrasah yang diikuti guru dari jenjang RA, MI, MTs hingga MA se-Kabupaten Ciamis.

Kegiatan yang diselenggarakan bersama Persatuan Guru Madrasah Indonesia (PGMI) Kabupaten Ciamis itu menjadi bagian dari persiapan menghadapi kebijakan baru di bidang pendidikan madrasah yang akan diberlakukan pada tahun ajaran mendatang.

Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kemenag Kabupaten Ciamis, H. Jajang Jamaludin, mengatakan workshop tidak hanya bertujuan mengenalkan regulasi baru, tetapi juga memastikan seluruh satuan pendidikan memahami perubahan teknis yang harus diterapkan dalam penyelenggaraan pembelajaran.

Menurutnya, terdapat sejumlah ketentuan baru yang berbeda dibandingkan aturan sebelumnya. Perubahan tersebut meliputi pengakuan ekuivalensi beban kerja bagi wali kelas, kepala perpustakaan maupun pustakawan, kepala laboratorium, serta ketentuan jumlah minimal peserta didik pada setiap rombongan belajar yang berkaitan dengan persyaratan sertifikasi guru.

Ia menjelaskan, proses sosialisasi sebenarnya telah dilakukan beberapa bulan setelah regulasi diterbitkan. Karena itu, sebagian besar madrasah di Kabupaten Ciamis dinilai telah memiliki kesiapan untuk menyesuaikan diri dengan kebijakan baru tersebut.

BACA JUGA:  Guru PAUD Ciamis Harap Rancangan Revisi UU Sisdiknas Segera Disahkan

“Sekarang fokus kami lebih kepada penyusunan dokumen kurikulum yang nantinya menjadi pedoman setiap madrasah dalam melaksanakan proses pembelajaran selama satu tahun ajaran,” kata Jajang.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan yang harus dihadapi lembaga pendidikan, terutama dalam memenuhi jumlah minimal peserta didik di setiap rombongan belajar. Persaingan memperoleh siswa baru, baik antar-madrasah maupun dengan sekolah umum, dinilai semakin kompetitif.

Karena itu, Jajang menekankan pentingnya peran kepala madrasah sebagai pemimpin lembaga sekaligus pengelola pendidikan. Di sisi lain, guru juga diharapkan tidak hanya menjalankan tugas mengajar, tetapi ikut membangun citra positif madrasah agar mampu menarik minat masyarakat.

“Kami berharap implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dapat melahirkan madrasah yang semakin berkualitas dan menghasilkan peserta didik yang unggul, baik dari sisi akademik maupun karakter,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua I PGMI Kabupaten Ciamis, H. Ezen Zenal Mutaqin, mengatakan peningkatan kompetensi guru menjadi komitmen organisasi yang terus dilakukan secara berkelanjutan. Salah satunya melalui workshop penyusunan dokumen kurikulum yang disesuaikan dengan kebijakan terbaru Kementerian Agama.

BACA JUGA:  Kemenag Ciamis: Pentas PAI Bukan Sekadar Ajang Kejar Juara

Menurut Ezen, pelatihan kali ini difokuskan pada dua materi utama, yakni penyusunan dokumen Kurikulum Berbasis Cinta dan penyusunan perangkat pembelajaran dengan pendekatan deep learning agar dapat diterapkan secara efektif di ruang kelas.

Workshop berlangsung pada 7-9 Juli 2026 dengan melibatkan sekitar 800 peserta dari jenjang RA, MI, MTs, dan MA. Seluruh materi disampaikan oleh pengawas madrasah sesuai jenjang pendidikan masing-masing.

Ia menjelaskan, konsep pembelajaran mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran. Oleh sebab itu, seluruh perencanaan pembelajaran harus mampu mengintegrasikan penguasaan ilmu pengetahuan dengan pembentukan karakter, akhlak, serta nilai-nilai kemanusiaan.

Ezen berharap seluruh peserta mampu memahami substansi kedua pendekatan tersebut, mulai dari penyusunan dokumen kurikulum, perencanaan pembelajaran, hingga penerapannya dalam proses belajar mengajar.

“Harapannya guru tidak hanya memahami konsepnya, tetapi juga mampu mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik sekaligus memperkuat karakter dan akhlak mereka. Pendidikan di madrasah harus mampu melahirkan generasi yang cerdas sekaligus berakhlak mulia,” pungkasnya. (Putri)