LDBI dan CSDC Ciamis Jadi Ajang Seleksi Best Speaker ke Tingkat Provinsi

Pendidikan20 Dilihat

CIAMIS, AMNN.CO.ID – SMAN 2 Ciamis menjadi lokasi pelaksanaan Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) dan Chief Minister’s Cup Schools Debating Championship (CSDC) tingkat Kabupaten Ciamis, Selasa (19/5/2026). Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XIII, Dwi Yanti Estriningrum, S.Sos., M.Pd.

Kompetisi debat antar pelajar itu diikuti peserta dari sejumlah SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah di Kabupaten Ciamis. Kegiatan tersebut digelar sebagai ajang seleksi untuk menentukan pembicara terbaik yang akan mewakili daerah ke tingkat Provinsi Jawa Barat.

Ketua Pelaksana kegiatan, Herawati menjelaskan, lomba terdiri atas dua kategori, yakni debat Bahasa Indonesia dan debat Bahasa Inggris. Dari hasil perlombaan nantinya akan dipilih tiga tim terbaik serta tiga peserta dengan predikat best speaker.

“Yang akan dikirim ke tingkat provinsi adalah peserta dengan kategori best speaker, jadi bukan berdasarkan tim juara,” katanya.

Ia mengungkapkan, jumlah peserta tahun ini meningkat dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Jika tahun lalu hanya diikuti empat sekolah, kini sebanyak 16 sekolah turut ambil bagian dengan total 48 siswa.

BACA JUGA:  Komisariat 01 Ciamis Gelar O2SN dan Pentas PAI, Siapkan Siswa Berprestasi dan Berkarakter

Menurut Herawati, peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan menengah, mulai dari SMA negeri, SMA swasta, SMK, hingga Madrasah Aliyah Negeri.

Dalam pelaksanaan lomba, setiap tim mendapatkan mosi yang telah ditentukan dewan juri. Peserta kemudian diberi waktu selama 30 menit untuk menyusun materi argumentasi sebelum memasuki sesi debat.

Setiap pembicara memperoleh waktu tujuh menit untuk memaparkan pendapatnya. Topik yang diperdebatkan berkaitan dengan isu pendidikan, sosial, ekonomi, dan budaya yang relevan dengan kehidupan pelajar.

“Semua argumen harus berbasis data dan fakta serta mampu memberikan solusi. Jadi bukan hanya menyampaikan pendapat semata,” ujarnya.

Aspek penilaian yang diperhatikan dewan juri meliputi kemampuan public speaking, strategi debat, ketepatan argumentasi terhadap mosi, hingga kemampuan mempertahankan pendapat.

Herawati berharap melalui ajang tersebut lahir peserta-peserta potensial yang mampu membawa nama Kabupaten Ciamis berprestasi di tingkat lebih tinggi.

“Kami berharap peserta terbaik dari Ciamis bisa bersaing dan memberikan hasil maksimal di tingkat provinsi bahkan nasional,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia dari MGMP Bahasa Inggris, Aceng Dadan Nurdani menambahkan, lomba debat Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dilaksanakan secara terpadu dalam satu kegiatan.

BACA JUGA:  Bupati Ciamis Minta Tunjangan Kepala Sekolah Dinaikan

Ia menjelaskan, kategori debat Bahasa Inggris tahun ini diikuti 12 tim dari berbagai sekolah di Kabupaten Ciamis dengan menggunakan sistem ASEAN Parliamentary.

“Peserta dibagi menjadi pihak government dan opposition untuk mempertahankan argumentasi masing-masing,” jelasnya.

Aceng menuturkan, peserta bebas menyampaikan ide dan gagasan selama tidak mengandung unsur SARA. Menurutnya, kegiatan debat menjadi sarana positif untuk melatih keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat di depan umum.

“Melalui kegiatan ini diharapkan kemampuan berpikir kritis dan public speaking siswa semakin berkembang,” pungkasnya. (Putri)