LASQI-NJ Ciamis Hidupkan Ramadan Lewat Festival Seni Religi 

Daerah24 Dilihat

CIAMIS, AMNN.CO.ID – Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Seni dan Qasidah Nusantara Jaya (LASQI-NJ) Kabupaten Ciamis menyelenggarakan Festival Seni Religi Ramadan yang berlangsung di Alun-Alun Ciamis pada 25 hingga 27 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus kompetisi bagi para pegiat seni islami dari berbagai kecamatan.

Ketua DPD LASQI-NJ Ciamis, Ihsan Kamil, menjelaskan bahwa pola pelaksanaan festival tahun ini menggunakan sistem perwakilan kecamatan. Berbeda dengan konsep sebelumnya yang terbuka untuk umum, kini setiap kecamatan mengirimkan delegasi resmi.

“Seluruh kecamatan ambil bagian. Total ada 26 peserta karena dua kecamatan masih dalam satu perwakilan,” ujarnya.

Ia menegaskan, meski tidak selalu terekspos di ruang publik, LASQI-NJ tetap aktif melakukan pembinaan organisasi dan pendampingan grup seni religi di tingkat daerah. Sepanjang 2025, LASQI-NJ Ciamis juga mengirimkan perwakilan pada ajang MTQ tingkat Provinsi Jawa Barat. Dalam kompetisi tersebut, grup qasidah rebana asal Ciamis berhasil menembus posisi 10 besar.

Menurut Ihsan, potensi seni qasidah di Ciamis cukup menonjol dan telah dikenal di tingkat provinsi. Karena itu, keberadaan festival dinilai penting untuk menjaga semangat sekaligus menarik minat generasi muda terhadap seni bernuansa islami.

Selain lomba qasidah, festival ini juga menghadirkan kategori pop religi bagi remaja putra dan putri. Rangkaian kegiatan digelar menjelang waktu berbuka puasa sehingga dapat menjadi alternatif kegiatan ngabuburit yang bermanfaat.

Ihsan menambahkan, pihaknya membuka ruang kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat dalam pengembangan seni budaya Islam. Menurutnya, tujuan utama seluruh pihak adalah memajukan khazanah seni islami di Ciamis.

“Kami siap bersinergi. Kalau pun berjalan masing-masing, mari tetap dalam semangat berlomba-lomba dalam kebaikan,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga warisan seni budaya Islam yang telah berkembang sejak masa para ulama terdahulu, termasuk melalui pendekatan seni dalam syiar keagamaan.

Pembina LASQI-NJ Ciamis, KH Saeful Ujun, menilai festival tersebut sebagai langkah positif untuk menghidupkan suasana Ramadan di ruang publik. Ia menyebut, konsep perlombaan membuat peserta lebih termotivasi dibanding sekadar pertunjukan biasa.

Menurutnya, hampir setiap pondok pesantren di Ciamis kini memiliki kelompok seni religi dengan perlengkapan yang cukup memadai, baik alat tradisional maupun modern seperti gambus, marawis, hadrah, dan rebana.

Namun demikian, ia menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan agar kualitas penampilan semakin meningkat. “Tidak cukup hanya lomba. Harus ada arahan, etika, dan pendampingan agar seni qasidah tampil lebih tertata dan profesional,” ujarnya.