CIAMIS, AMNN.CO.ID – Badan Hisab dan Rukyat Daerah (BHRD) Kabupaten Ciamis mengadakan rapat koordinasi tahun 2026 di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis, Selasa (24/2/2026).
Agenda utama pertemuan tersebut mencakup peninjauan kembali program kerja yang telah dilaksanakan sekaligus pembahasan rencana pembentukan kepengurusan baru.
Ketua BHRD Kabupaten Ciamis, H. Aif Maftuh, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi forum untuk mengevaluasi kinerja organisasi secara menyeluruh. Setiap bidang diminta memaparkan capaian serta kendala yang dihadapi selama periode berjalan.
“Melalui evaluasi ini, kami dapat mengetahui efektivitas program dan menentukan langkah perbaikan ke depan,” ungkapnya.
Aif menerangkan, BHRD memiliki fokus pada layanan hisab dan rukyat sebagai bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan ibadah umat Islam. Sejumlah kegiatan rutin yang dijalankan antara lain verifikasi dan pengukuran arah kiblat di masjid maupun musala, penyusunan jadwal waktu salat, serta penerbitan kalender Islam.
Menurutnya, hasil evaluasi akan menjadi dasar dalam merumuskan program yang lebih terarah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Rakor diikuti sekitar 30 peserta, terdiri atas unsur pembina, tenaga ahli, dan jajaran pengurus. Hadir pula perwakilan organisasi keagamaan seperti Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama, serta unsur pemerintah daerah dan Kementerian Agama.
Secara kelembagaan, BHRD di daerah bersifat independen dan tidak berada dalam struktur langsung lembaga nasional. Hal ini memberikan keleluasaan dalam menyusun kalender Islam maupun jadwal waktu salat di tingkat kabupaten. Meski demikian, koordinasi tetap dilakukan dengan BHRD provinsi, Kemenag, dan pemerintah daerah agar kebijakan yang diambil tetap selaras.
Dalam forum tersebut, diputuskan bahwa masa bakti kepengurusan saat ini segera berakhir dan akan dilanjutkan dengan pembentukan kepengurusan periode kedua. Sebuah tim kecil telah dibentuk guna menyusun mekanisme dan konsep formasi kepengurusan baru.
Selain membahas regenerasi organisasi, rapat juga menyaring sejumlah program prioritas dari tiap bidang yang dinilai realistis dan berdampak langsung bagi masyarakat. Program yang belum terlaksana tahun ini akan direkomendasikan untuk dilanjutkan pada periode mendatang.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Ciamis, Anwar Solahudin, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan BHRD, khususnya yang berkaitan dengan kebutuhan ibadah masyarakat.
Ia menilai peran BHRD cukup strategis, terutama dalam penentuan awal Ramadan, Syawal, serta validasi arah kiblat, yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan ibadah. Meski dukungan anggaran tetap tersedia, pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah.
Anwar berharap koordinasi yang terjalin antara BHRD, Kemenag, pemerintah daerah, serta unsur ulama dan tenaga ahli dapat terus diperkuat, sehingga lembaga tersebut semakin berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Kabupaten Ciamis. (Put)
