Kompetisi Pelajar Komisariat 02 Jadi Gerbang Menuju Level Lebih Tinggi

Pendidikan8 Dilihat

CIAMIS, AMNN.CO.ID – Pelaksanaan seleksi ajang prestasi pelajar tingkat Komisariat 02 berlangsung di SMP Negeri 1 Panumbangan, Rabu–Kamis 22 April 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari proses penjaringan peserta untuk menghadapi kompetisi berjenjang di tingkat kabupaten hingga nasional.

Sejumlah bidang lomba dipertandingkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Pentas Pendidikan Agama Islam (PAI), hingga Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI).

Ketua Komisariat 02, Maman Royandi, menjelaskan bahwa pelaksanaan di tingkat komisariat merupakan tahapan awal yang telah dijadwalkan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Hasil dari seleksi ini nantinya akan menentukan perwakilan untuk melaju ke tingkat Kabupaten Ciamis pada Mei mendatang.

“Semua tahapan sudah terstruktur. Setelah ini, peserta terbaik akan bersaing di tingkat kabupaten, lalu berlanjut ke provinsi dan nasional,” katanya.

Menurut Maman, antusiasme sekolah cukup tinggi. Seluruh sekolah yang tergabung dalam Komisariat 02, baik negeri maupun swasta, ambil bagian dengan total 28 sekolah peserta. Masing-masing sekolah mengirimkan perwakilan sesuai cabang lomba yang diikuti.

BACA JUGA:  PGMI Ciamis Tingkatkan Kapasitas Guru RA Lewat Workshop Kurikulum Berbasis Cinta

Beragam cabang dilombakan dalam ajang ini. Pada O2SN terdapat tujuh nomor olahraga, sementara FLS3N, Pentas PAI, dan FTBI masing-masing menyajikan enam cabang lomba. Peserta umumnya berasal dari siswa kelas VII dan VIII, menyesuaikan dengan ketentuan usia untuk seleksi lanjutan.

Namun demikian, pelaksanaan kegiatan tidak sepenuhnya berjalan tanpa hambatan. Keterbatasan sarana menjadi tantangan utama, sehingga beberapa cabang lomba harus digelar di lokasi terpisah.

“Cabang renang dilaksanakan di kolam renang Cihaurbeuti, sedangkan panjat tebing harus menggunakan fasilitas di wilayah Ciamis. Karena itu, kegiatan tidak bisa dipusatkan di satu lokasi,” jelasnya.

Terlepas dari kendala tersebut, pihak panitia tetap optimistis mampu menghasilkan peserta yang kompetitif. Selama ini, cabang seni tari pada FLS3N serta beberapa nomor Pentas PAI dinilai memiliki potensi besar untuk bersaing hingga tingkat provinsi.

Menjelang seleksi tingkat kabupaten yang dijadwalkan pada 23–24 Mei 2026, para pembina diminta untuk meningkatkan pembinaan dan latihan agar kemampuan peserta semakin optimal.

“Kami berharap para peserta bisa memanfaatkan waktu yang ada untuk memperbaiki kekurangan, sehingga tampil lebih siap di tingkat berikutnya,” ujarnya.

BACA JUGA:  Guru RA Dibimbing Olah Ikan Nila Jadi Menu Kekinian untuk Anak

Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada hasil lomba, tetapi juga sebagai sarana membangun karakter siswa agar lebih percaya diri dan berdaya saing.

“Yang terpenting bukan sekadar juara, tetapi bagaimana siswa memiliki semangat untuk terus berkembang dan mampu membawa nama baik daerah hingga ke tingkat nasional,” pungkasnya. (Putri)