Kemenag Ciamis Dorong Peningkatan Kompetensi Guru PAI Hadapi Tantangan Zaman

Pendidikan42 Dilihat

CIAMIS, AMNN.CO.ID – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ciamis menggelar kegiatan Pembinaan dan Penguatan Kapasitas Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Aula Kemenag Ciamis, Jumat (5/6/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari pengurus Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI dari berbagai jenjang pendidikan.

Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kemenag Ciamis, H. Agus Abdulloh, mengatakan bahwa profesi guru, termasuk guru PAI, menghadapi berbagai tantangan yang menuntut peningkatan kompetensi secara berkelanjutan.

Menurutnya, terdapat sejumlah isu yang relevan dengan tantangan guru PAI saat ini. Salah satunya adalah implementasi Kurikulum Merdeka yang menempatkan guru PAI tidak hanya sebagai penyampai materi keagamaan, tetapi juga sebagai pembentuk karakter dan akhlak peserta didik.

“Orientasi guru PAI tidak hanya pada penyampaian materi keagamaan, tetapi juga bagaimana membangun akhlak siswa. Karena itu, peningkatan kompetensi menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari,” ujar Agus.

Selain itu, penguatan moderasi beragama juga menjadi perhatian penting. Guru PAI diharapkan mampu menanamkan sikap moderat kepada peserta didik agar dapat hidup berdampingan dalam keberagaman.

BACA JUGA:  Disdik Ciamis Apresiasi Karya Tulis Guru Perempuan di Ciamis

Tantangan lainnya adalah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Agus menilai guru PAI perlu beradaptasi dengan perubahan tersebut, termasuk dalam penyusunan dan penyampaian materi pembelajaran.

“Materi ajar harus mulai didigitalisasi sesuai kebutuhan zaman. Misalnya dalam bentuk video pembelajaran, e-book, maupun presentasi digital sehingga lebih mudah diakses dan menarik bagi peserta didik,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Kemenag Ciamis menghadirkan narasumber dari Bidang PAI/Pais Kantor Wilayah Kemenag Jawa Barat. Peserta yang hadir berasal dari pengurus KKG PAI tingkat TK/PAUD dan SD, serta MGMP PAI tingkat SMP, SMA, dan SMK.

Berdasarkan data Kemenag Ciamis, jumlah guru PAI yang telah tersertifikasi mencapai sekitar 600 orang pada jenjang SD, 165 guru SMP, 67 guru SMA, dan 61 guru SMK. Sementara untuk jenjang TK dan SLB masing-masing sekitar 10 orang.

Terkait Pendidikan Profesi Guru (PPG), Agus menyebut kondisi di Kabupaten Ciamis relatif baik karena sebagian besar guru telah terakomodasi pada pelaksanaan tahun 2024 dan 2025. Meski demikian, pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut mengenai pelaksanaan PPG tahun 2026.

BACA JUGA:  Festival Fikgura Ciamis Beri Manfaat Nyata bagi Guru RA dan Sekolah

Ia juga menegaskan pentingnya pemanfaatan berbagai aplikasi pendukung yang disediakan pemerintah untuk menunjang tugas guru. Melalui kegiatan sosialisasi dan pembinaan seperti ini, para guru diharapkan mampu mengakses dan mengoperasikan aplikasi tersebut dengan lebih mudah.

Lebih lanjut, Agus menekankan bahwa guru PAI harus memiliki jati diri sebagai pendidik agama yang mampu menjadi teladan bagi peserta didik di tengah berbagai tantangan zaman.

“Profil guru PAI itu harus seperti ajengan di sekolah. Ketika ruh sebagai pendidik agama sudah kuat, maka akan lebih mudah menghadapi tantangan era digital dan mengarahkan siswa ke hal-hal yang positif,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sebagian besar guru PAI berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN), baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), yang bertugas di bawah naungan Dinas Pendidikan. Sementara itu, masih terdapat sejumlah guru honorer yang proses pengangkatan statusnya menjadi kewenangan pemerintah daerah.

Menutup keterangannya, Agus berpesan agar para guru PAI terus menjaga semangat, rasa percaya diri, dan kebanggaan terhadap profesinya.

BACA JUGA:  Kebaktian Bersama Umat Khonghucu Jadi Momentum Penguatan Nilai Religius

“Guru PAI harus memiliki kebanggaan terhadap profesinya sehingga muncul keinginan untuk terus meningkatkan profesionalitas dan kompetensi. Ke depan, tanggung jawab guru PAI semakin besar karena mereka berperan penting dalam membentuk pemahaman agama dan akhlak generasi muda,” pungkasnya. (Putri)