Kemenag Ciamis Arahkan MATAMUDA 2026 untuk Melahirkan Generasi Madrasah Unggul

Pendidikan30 Dilihat

CIAMIS, AMNN.CO.ID – Madrasah di Kabupaten Ciamis mulai melaksanakan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan konsep pembinaan yang mengedepankan suasana belajar positif, aman, dan menyenangkan bagi peserta didik baru.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis, H. Jajang Jamaludin, menyampaikan bahwa MATAMUDA menjadi bagian dari transformasi kegiatan pengenalan lingkungan madrasah yang kini lebih menitikberatkan pada pendidikan ramah anak dan pembentukan karakter.

Ia menjelaskan, program tersebut diterapkan pada seluruh jenjang madrasah, mulai dari Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).

Menurut Jajang, esensi MATAMUDA tetap sama dengan kegiatan pengenalan lingkungan pendidikan sebelumnya. Namun, pendekatan yang digunakan saat ini lebih diarahkan untuk menciptakan interaksi yang sehat antara peserta didik baru, guru, dan lingkungan madrasah.

“Yang menjadi perhatian utama adalah bagaimana peserta didik baru dapat mengenal lingkungan madrasah dengan nyaman. Kemudian seluruh unsur di dalamnya membangun budaya pendidikan yang ramah terhadap anak,” ujarnya.

BACA JUGA:  Ciamis Tampil Gemilang, Sabet Lima Penghargaan di Ajang Pentas PAI Jawa Barat

Dalam pelaksanaannya, peserta didik lama tetap dilibatkan untuk membantu proses adaptasi siswa baru. Akan tetapi, keterlibatan tersebut bukan dalam bentuk dominasi senior terhadap junior, melainkan sebagai pendamping yang membantu mengenalkan budaya dan lingkungan madrasah.

Jajang menegaskan, tidak ada ruang bagi praktik senioritas dalam MATAMUDA. Kakak kelas diarahkan menjadi figur pendukung yang memberikan contoh positif kepada peserta didik baru.

Ia menambahkan, metode pelaksanaan MATAMUDA disesuaikan dengan karakteristik masing-masing jenjang pendidikan. Pendekatan bagi peserta didik tingkat RA dan MI tentu berbeda dengan siswa MTs maupun MA karena memiliki kebutuhan perkembangan yang berbeda.

Selain memperkenalkan lingkungan madrasah, MATAMUDA juga menjadi sarana memperkuat pencegahan kekerasan di satuan pendidikan. Kemenag Ciamis mendorong seluruh madrasah menerapkan prinsip perlindungan anak sekaligus membangun pemahaman mengenai moderasi beragama.

Melalui pembekalan tersebut, peserta didik diarahkan untuk memiliki sikap terbuka, menghargai keberagaman, serta mampu membangun hubungan sosial yang baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

“Perbedaan harus menjadi sesuatu yang dipahami dan dihargai. Pembekalan ini penting diberikan kepada siswa baru maupun siswa yang sudah lama berada di madrasah,” kata Jajang.

BACA JUGA:  Porseni MI Cijeungjing-Cisaga Dorong Pengembangan Potensi Siswa

Di sisi lain, Kemenag Ciamis juga terus memperkuat penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di seluruh madrasah. Program tersebut telah dipersiapkan secara bertahap sejak dua tahun terakhir dan mulai diterapkan secara menyeluruh pada tahun ajaran ini.

Menurut Jajang, KBC memiliki keterkaitan erat dengan konsep MATAMUDA karena sama-sama mengedepankan pendekatan pendidikan yang membangun kedekatan, kepedulian, dan keteladanan.

Dalam penerapan KBC, guru tidak hanya dituntut mampu menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga menjadi figur yang mencerminkan nilai-nilai positif bagi peserta didik.

Untuk mendukung implementasi tersebut, Seksi Penmad Kemenag Ciamis telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari pembinaan pengawas madrasah, bimbingan teknis kepala madrasah, hingga kegiatan workshop terkait penerapan Kurikulum Berbasis Cinta.

Pengawas madrasah kemudian bertugas melakukan pendampingan dan monitoring terhadap pelaksanaan KBC di setiap lembaga pendidikan yang menjadi binaannya.

Jajang mengatakan, perubahan pola pikir tenaga pendidik menjadi bagian penting dalam keberhasilan program tersebut. Guru didorong untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan peserta didik sehingga proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penyampaian ilmu, tetapi juga pengembangan karakter dan potensi.

BACA JUGA:  Jabatan Fungsional Dikukuhkan, Asep Lukman Minta ASN Kemenag Ciamis Bekerja Profesional

“Kami ingin hubungan antara guru dan peserta didik terbangun dengan baik. Dengan pendekatan yang lebih humanis, potensi anak akan lebih mudah ditemukan dan dikembangkan,” ungkapnya.

Ia berharap kombinasi MATAMUDA dan Kurikulum Berbasis Cinta dapat memperkuat kualitas madrasah di Kabupaten Ciamis, baik dari sisi sumber daya manusia maupun kelembagaan.

“Target akhirnya adalah menghadirkan peserta didik yang unggul, guru yang unggul, dan madrasah yang unggul sehingga ke depan madrasah semakin menjadi pilihan utama masyarakat,” pungkasnya. (Putri)