Insentif Rp50 Ribu per Bulan Dinilai Belum Layak untuk Guru TK Honorer

Daerah32 Dilihat

KOTA TASIK, AMNN.CO.ID – Isu kesejahteraan guru honorer Taman Kanak-Kanak (TK) mencuat dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-76 Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kota Tasikmalaya yang digelar, Sabtu (23/5/2026).

Dalam momentum tersebut, para guru TK non-PNS menyampaikan harapan agar pemerintah daerah dapat meningkatkan insentif yang selama ini dinilai masih sangat minim. Saat ini, sebagian guru honorer hanya menerima bantuan insentif sebesar Rp50 ribu per bulan dan pencairannya dilakukan setiap tiga bulan sekali.

Wakil Ketua IGTKI Kota Tasikmalaya, Iyuy Subariah Maksum mengatakan, masih banyak guru TK honorer yang belum mendapatkan tunjangan sertifikasi maupun bantuan kesejahteraan lainnya.

“Yang menerima Rp50 ribu itu mereka yang belum mendapat tunjangan apa pun,” kata Iyuy.

Ia menjelaskan, jumlah guru TK non-PNS di Kota Tasikmalaya mencapai sekitar 600 orang, sedangkan guru berstatus ASN atau PNS sekitar 118 orang.

Menurutnya, kondisi tersebut cukup memprihatinkan karena masih ada guru yang telah mengabdi bertahun-tahun namun belum memperoleh kesejahteraan yang memadai.

BACA JUGA:  Tarhib Ramadan Muhammadiyah Ciamis Tekankan Toleransi Hadapi Perbedaan Awal Puasa

“Bahkan ada yang usianya sudah lebih dari 50 tahun dan mendekati masa pensiun, tetapi belum mendapatkan tunjangan selain insentif itu,” ujarnya.

Meski demikian, pihaknya mengapresiasi adanya program bantuan kuliah S1 gratis dari kementerian bagi guru TK yang belum memiliki gelar sarjana, khususnya bagi usia 48 hingga 54 tahun.

Iyuy berharap peringatan HUT IGTKI tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum memperjuangkan kesejahteraan guru TK di Kota Tasikmalaya.

Sementara itu, Plh Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra menyebut dedikasi para guru TK patut diapresiasi karena tetap mengabdi di tengah keterbatasan.

“Mereka tetap semangat mendidik meskipun insentifnya kecil. Ini harus menjadi motivasi bagi pemerintah untuk bekerja lebih baik lagi,” katanya.

Ia mengakui upaya peningkatan kesejahteraan guru saat ini masih terkendala kondisi keuangan daerah dan kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Namun, menurutnya, pemerintah daerah tetap berupaya mencari solusi yang tepat.

“Kami tetap memikirkan langkah terbaik untuk guru-guru TK dan organisasi IGTKI,” ujarnya.

BACA JUGA:  Kantor Pertanahan Ciamis Dinobatkan sebagai Satker Terbaik Pengguna Digipay Satu

Di tempat yang sama, Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Yogi, mengatakan pihaknya terus melakukan komunikasi dengan tim anggaran pemerintah daerah terkait peningkatan insentif guru non-PNS.

Selain itu, Dinas Pendidikan bersama IGTKI juga tengah melakukan pendataan guru honorer secara rinci untuk mendukung program beasiswa S1 dari kementerian.

“Kami berharap perhatian terhadap kesejahteraan guru TK dapat meningkat secara bertahap seiring membaiknya kondisi keuangan daerah,” katanya. (Eput)