Indonesia dalam Disrupsi Global, Hetifah Tekankan Pentingnya Peran NGO

Nasional29 Dilihat

BANDUNG, AMNN.CO.ID – Hetifah Sjaifudian selaku Ketua Komisi X DPR RI menegaskan pentingnya peran organisasi non-pemerintah (NGO) dalam merespons dampak disrupsi global di Indonesia. Hal itu disampaikannya saat menjadi keynote speaker dalam diskusi nasional yang digelar Badan Riset dan Inovasi Nasional bersama Perkumpulan Inisiatif di Sari Ater Kamboti Hotel, Kamis (24/04).

Dalam forum bertajuk “Dampak Disrupsi Global terhadap Kebijakan Pemerintah: Pendidikan, Kesehatan, dan Perlindungan Sosial”, Hetifah menilai perubahan global yang cepat menuntut keterlibatan aktif berbagai pihak, termasuk NGO lokal, agar kebijakan pemerintah tetap responsif dan tepat sasaran.

Menurutnya, NGO memiliki peran strategis sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah, khususnya dalam menjangkau kelompok rentan yang terdampak langsung oleh perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi. “Peran NGO tidak hanya sebagai pelengkap, tetapi juga mitra kritis dalam memastikan kebijakan berjalan efektif,” ujarnya.

Hetifah memaparkan lima langkah utama yang perlu diperkuat NGO, yakni peningkatan literasi dan jejaring, pemetaan serta pendampingan komunitas, penyediaan layanan pelengkap bagi kelompok rentan, kemitraan berbasis data dalam implementasi kebijakan, serta penguatan akuntabilitas sosial melalui pemantauan layanan publik.

BACA JUGA:  Wamen ATR/Waka BPN Tekankan Soliditas Internal untuk Tingkatkan Layanan Pertanahan

Ia menambahkan, tanpa keterlibatan NGO, pemerintah akan menghadapi keterbatasan dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat di tengah dinamika disrupsi global yang semakin kompleks.

Dalam diskusi tersebut, turut hadir sejumlah pembicara lain, di antaranya Drs. Hamid, M.Si dari BRIN yang memaparkan konsep dan karakteristik disrupsi global, Dr. Wahyu Septiono, S.KM., M.IH dari FKM UI yang menyoroti dampaknya terhadap kesehatan populasi, serta Mickael B. Hoelman, S.E., M.Si dari Dewan Jaminan Sosial Nasional yang menekankan pentingnya penguatan jaminan sosial.

Kegiatan ini dihadiri oleh peserta dari berbagai kalangan NGO dan LSM lokal, serta ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. (Amran Halim)