IGRA Ciamis Siapkan Gebrakan Program untuk Guru RA

Pendidikan67 Dilihat

CIAMIS, AMNN.CO.ID – Pimpinan Daerah (PD) Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Ciamis mulai memetakan sejumlah program kerja untuk periode 2026–2027 melalui Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ke-1 yang digelar Rabu (2/9/2026).

Forum tersebut diarahkan tidak hanya untuk menetapkan agenda organisasi selama satu tahun ke depan, tetapi juga memperkuat peran IGRA dalam pengembangan kapasitas guru Raudhatul Athfal (RA).

Ketua PD IGRA Kabupaten Ciamis, Elis Fitriah Mukaromah, mengatakan penyusunan program kerja perlu disesuaikan dengan kebutuhan guru RA serta perkembangan dunia pendidikan.

Menurutnya, IGRA bersama Kelompok Kerja Raudhatul Athfal (KKRA) memiliki kepentingan yang sama dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan RA di Kabupaten Ciamis.

“Ke depan guru-guru RA diharapkan lebih satu visi dan lebih inovatif. Salah satunya melalui workshop digital untuk semakin mengasah kemampuan guru dalam pemanfaatan teknologi,” ujar Elis.

Rakerda kali ini mengusung tema “Optimalisasi Peran IGRA dalam Mewujudkan Guru Raudhatul Athfal yang Profesional, Inovatif, dan Berdaya Saing Mandiri.”

Elis menjelaskan, tema tersebut menjadi landasan dalam merancang berbagai kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan kompetensi guru. Salah satu perhatian IGRA adalah kemampuan guru dalam mengikuti perkembangan teknologi melalui pelatihan digital.

BACA JUGA:  Madrasah Aliyah se-Ciamis Berlomba Tunjukkan Prestasi di Porseni 2026

Selain kompetensi, aspek kesejahteraan guru juga menjadi bagian dari perhatian organisasi. IGRA berencana memperluas kemitraan dengan berbagai pihak yang dapat mendukung peningkatan kesejahteraan guru RA.

Pada bidang pendidikan keagamaan, IGRA Ciamis juga menyiapkan program tahsin Al-Qur’an bagi guru serta pengembangan metode Kauny dalam pembelajaran Al-Qur’an bagi anak-anak RA.

Metode tersebut memadukan hafalan dengan gerakan dan pemahaman arti ayat sehingga diharapkan membantu anak lebih mudah mengingat materi yang dipelajari.

“Dalam waktu dekat, kami ingin guru-guru RA se-Kabupaten Ciamis benar-benar dapat mendidik anak membaca Al-Qur’an dengan cara yang benar. Karena itu, kami akan kembali mengadakan tahsin Al-Qur’an dan mengembangkan metode Kauny melalui kerja sama dengan KKRA,” katanya.

Elis berharap berbagai rancangan yang dibahas dalam Rakerda tidak berhenti pada tahap perencanaan, tetapi dapat direalisasikan dan memberikan dampak bagi guru RA maupun lembaga pendidikan di Kabupaten Ciamis.

Dari sisi Kementerian Agama, IGRA dipandang sebagai mitra strategis dalam pengembangan tenaga pendidik di lingkungan RA.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kementerian Agama Kabupaten Ciamis, Jajang Jamaludin, menegaskan posisi IGRA sebagai organisasi profesi yang berdiri di luar struktur Kementerian Agama.

BACA JUGA:  PGRI Cikoneng Manfaatkan Halal Bihalal untuk Bangun Sinergi Guru

“IGRA itu organisasi terpisah dari Kementerian Agama. IGRA bukan bagian dari Kementerian Agama, tetapi organisasi profesi yang menaungi guru di jenjang RA,” kata Jajang.

Ia menjelaskan, keberadaan IGRA dapat mendukung Kemenag dalam meningkatkan kapasitas guru RA. Karena itu, program organisasi diharapkan tetap berorientasi pada pengembangan kompetensi dan potensi tenaga pendidik.

Jajang juga meminta kepengurusan IGRA yang baru menjalankan organisasi berdasarkan AD/ART serta menjaga komunikasi dan sinergi dengan Kementerian Agama.

Dalam hal sertifikasi, ia menyebut sekitar 100 guru RA di Kabupaten Ciamis telah lolos sertifikasi pada 2025. Dari jumlah keseluruhan sekitar 1.300 guru RA, masih terdapat sekitar 500 hingga 600 guru yang belum tersertifikasi.

“Untuk saat ini kita masih menunggu kuota dari anggaran pusat. Pesan kami kepada pengurus baru IGRA, silakan bekerja sesuai AD/ART organisasi dan bangun sinergitas dengan Kementerian Agama,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) IGRA Jawa Barat, Cicih Nuraeni, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Rakerda IGRA Ciamis.

Ia menyebut Rakerda merupakan agenda rutin organisasi yang berfungsi sebagai sarana evaluasi sekaligus penyusunan rencana kerja untuk periode berikutnya.

BACA JUGA:  UT Perkenalkan Sistem Belajar Jarak Jauh kepada Mahasiswa Baru

Cicih berharap hasil Rakerda di Ciamis dapat mengakomodasi program PW IGRA Jawa Barat sehingga agenda organisasi di tingkat daerah dan wilayah dapat berjalan selaras.

“Kami berharap Rakerda ini mengusulkan program-program yang berkontribusi terhadap program PW IGRA Jawa Barat. Kami juga memiliki program di tingkat Jawa Barat yang diharapkan dapat diturunkan dan dimasukkan dalam program PD Ciamis,” katanya.

Ia menilai kepengurusan IGRA Ciamis saat ini memiliki pengalaman karena sebagian pengurus sebelumnya telah aktif dalam organisasi. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal untuk melanjutkan berbagai program IGRA.

Cicih juga menekankan pentingnya membangun soliditas internal dan memperkuat hubungan kerja dengan KKRA. Menurutnya, keterlibatan sejumlah pengurus dalam kedua organisasi dapat memudahkan penyelarasan program.

“Di Ciamis ada Ketua KKRA yang sekaligus menjadi pengurus IGRA, sehingga program bisa dikawinkan dan disinergikan antara IGRA dan KKRA. Dengan begitu, program yang disusun dapat berjalan dan dilaksanakan oleh seluruh lembaga yang ada di Ciamis,” pungkasnya. (Putri)