Harga Sejumlah Pangan Naik, Warga Baregbeg Dapat Alternatif Belanja Murah

Daerah37 Dilihat

CIAMIS, AMNN.CO.ID – Masyarakat Desa Baregbeg, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, mendapat kesempatan memperoleh berbagai kebutuhan pangan dengan harga lebih rendah melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM), Kamis (3/9/2026).

Program yang diselenggarakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Ciamis itu menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk menjaga ketersediaan pangan sekaligus membantu masyarakat menghadapi kondisi kemarau panjang yang masih berlangsung.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan DPKP Kabupaten Ciamis, Dadan Suhendar, menyampaikan bahwa GPM merupakan bagian dari agenda stabilisasi pasokan dan harga pangan yang telah dirancang Pemkab Ciamis untuk tahun 2026.

Menurut Dadan, kegiatan GPM yang berlangsung pada September ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian kegiatan dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ia menjelaskan, kemarau panjang menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan karena berpotensi memengaruhi hasil produksi sejumlah komoditas pangan. Beberapa jenis pangan bahkan mengalami keterbatasan produksi karena belum memasuki periode panen.

Meski demikian, kondisi tersebut disebut belum memberikan pengaruh langsung terhadap produktivitas pangan di Kabupaten Ciamis.

“Beberapa komoditas pangan tidak mengalami panen atau produksinya kurang, tetapi itu tidak berdampak langsung terhadap produktivitas di Kabupaten Ciamis,” kata Dadan.

BACA JUGA:  Pemkab Ciamis Siapkan Perencanaan Terintegrasi untuk Pembangunan Tahun 2027

Selain persoalan pasokan, pemerintah juga mencermati harga sejumlah komoditas pangan strategis yang berada di atas harga eceran tertinggi (HET). Melalui GPM, masyarakat diharapkan dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih ringan dibandingkan harga di pasaran.

Dadan menilai kegiatan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah daerah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, khususnya warga Desa Baregbeg.

“Ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis membantu warga masyarakat di Kecamatan Baregbeg, khususnya di Desa Baregbeg, dalam rangka pemenuhan kebutuhan rakyat,” ujarnya.

Untuk menyediakan berbagai komoditas, DPKP menggandeng sejumlah pelaku usaha pangan dari Kabupaten Ciamis, Kabupaten Tasikmalaya, hingga Kota Banjar. Barang yang dijual dalam kegiatan tersebut ditawarkan dengan harga yang relatif lebih murah dibandingkan harga pasar.

Dadan mengakui bahwa GPM tidak secara langsung memberikan pengaruh besar terhadap angka inflasi. Namun, manfaat program tersebut lebih dirasakan dari sisi kemudahan akses masyarakat terhadap pasokan pangan.

“Secara signifikan mungkin tidak berdampak langsung terhadap pengendalian inflasi, tetapi di sini kita hadir membantu masyarakat, utamanya dalam hal mendapatkan pasokan,” tuturnya.

BACA JUGA:  Porseni MI Cijeungjing-Cisaga Dorong Pengembangan Potensi Siswa

Dalam pelaksanaannya, pemerintah masih menghadapi keterbatasan jumlah pelaku usaha pangan berskala besar yang dapat ikut serta. Kondisi itu membuat ketersediaan atau volume beberapa komoditas yang ditawarkan belum maksimal.

Karena itu, Dadan berharap keterlibatan pelaku usaha besar dapat meningkat pada pelaksanaan GPM berikutnya. Dengan demikian, jumlah komoditas yang tersedia bisa lebih banyak dan mampu menjangkau kebutuhan masyarakat dalam skala lebih besar.

“Harapan kami untuk kegiatan GPM, para pelaku usaha besar yang memang bergerak di bidang pangan dalam hal pemenuhan kebutuhannya, volumenya itu bisa ditambah,” katanya.

Pemkab Ciamis sendiri menargetkan GPM digelar di 15 lokasi sepanjang 2026. Pelaksanaan di Desa Baregbeg menjadi lokasi ke-14 dari target tersebut.

“Kita untuk tahun 2026 targetnya ada 15 lokasi kegiatan GPM dan alhamdulillah ini merupakan lokasi yang ke-14,” ujar Dadan.

Tak hanya menjalankan kegiatan penjualan pangan murah, DPKP Ciamis juga mengumpulkan tanggapan masyarakat melalui kuesioner. Evaluasi tersebut dilakukan untuk mengukur sejauh mana GPM memberikan manfaat bagi konsumen serta menentukan apakah kegiatan serupa perlu kembali digelar pada tahun berikutnya.

BACA JUGA:  Tina Wiryawati Bahas Pengembangan Desa dan SDM Bersama Unigal dan STIEPARI

“Kita melakukan semacam kuesioner kepada konsumen, apakah kegiatan ini perlu diadakan kembali di tahun berikutnya atau memang tidak membantu pemenuhan kebutuhan masyarakat,” ucapnya.

Sejumlah bahan pangan yang tersedia dalam kegiatan tersebut antara lain tepung terigu dengan harga Rp9.000 per kilogram, minyak goreng Fitri Rp16.500 per 800 mililiter, gula pasir Rp17.000 per kilogram, dan minyak goreng Kita Rp15.500 per liter.

Untuk beras SPHP kemasan 5 kilogram dijual Rp60.000, sedangkan beras medium ukuran yang sama dibanderol Rp65.000. Komoditas lainnya meliputi telur ayam Rp23.000 per kilogram, daging ayam Rp37.000 per kilogram, daging beku Rp110.000 per kilogram, serta aneka sayuran seharga Rp5.000 per paket.

Salah seorang warga yang berbelanja, Neni, mengatakan keberadaan GPM cukup membantu. Ia merasa masyarakat lebih mudah memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau karena tidak perlu bepergian jauh untuk mendapatkan bahan pangan yang dibutuhkan. (Putri)