Disnakkan Ciamis Bekali 30 Juru Sembelih dengan Kompetensi 

Daerah17 Dilihat

CIAMIS, AMNN.CO.ID – Sebanyak 30 juru sembelih hewan dan unggas di Kabupaten Ciamis mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Juru Sembelih Halal (Juleha) yang digelar Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Ciamis, Selasa (6/10/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan melalui Bidang Kesehatan Hewan dan Ikan, Kesehatan Masyarakat Veteriner, Pengolahan dan Pemasaran tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kemampuan para juru sembelih.

Selain aspek keterampilan, pelatihan juga diarahkan untuk memperkuat penerapan standar keamanan, kesehatan, kesejahteraan hewan, serta ketentuan kehalalan dalam proses penyembelihan.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Ikan, Kesehatan Masyarakat Veteriner, Pengolahan dan Pemasaran Disnakan Ciamis, drh. Asri Kurnia, menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas juru sembelih diperlukan agar proses penyembelihan yang dilakukan di lapangan semakin sesuai dengan ketentuan.

Menurut Asri, kompetensi juru sembelih memiliki kaitan langsung dengan kualitas produk pangan asal hewan yang nantinya dikonsumsi masyarakat.

“Tujuan akhirnya adalah penjaminan produk atau pangan asal hewan yang dihasilkan itu terjamin keamanan dan kesehatannya, terutama kehalalannya. Mayoritas masyarakat kita Muslim, sehingga melalui bimtek ini kami ingin menyempurnakan kembali kompetensi para juru sembelih,” ujar Asri.

BACA JUGA:  Terharu, Tina Wiryawati Peluk Anak Yatim Saat Kegiatan Sosial di Ciamis

Ia menambahkan, pengawasan terhadap aktivitas penyembelihan selama ini telah dilakukan. Namun, pembekalan secara berkala dan sertifikasi tetap dinilai penting sebagai bentuk penguatan kompetensi sekaligus memastikan prosedur yang diterapkan sesuai aturan.

Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya mempelajari teknik penyembelihan. Mereka juga mendapat pemahaman mengenai ketentuan penyembelihan berdasarkan syariat Islam.

Untuk materi keagamaan, Disnakan melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ciamis. Sementara materi teknis mencakup prosedur penyembelihan, penerapan kesejahteraan hewan, hingga aspek sanitasi.

“Aspek syariat Islam menjadi salah satu materi utama, terutama bagaimana tata cara penyembelihan sesuai syariat. Kemudian dari sisi teknis peternakan ada materi mengenai penyembelihan, kesejahteraan hewan, dan sanitasi,” katanya.

Narasumber dalam kegiatan tersebut disesuaikan dengan bidang keahlian masing-masing. MUI Kabupaten Ciamis turut memberikan materi yang berkaitan dengan ketentuan dan fatwa mengenai penyembelihan halal.

Tidak berhenti pada pelatihan, peserta juga memperoleh sertifikat sebagai bukti telah mengikuti pembekalan. Ada dua sertifikat yang diberikan, yakni sertifikat pelatihan dari Kepala Disnakan Kabupaten Ciamis dan sertifikat Juru Sembelih Halal yang diterbitkan MUI Kabupaten Ciamis.

BACA JUGA:  Ajang Tahunan Atma Waluya, SMAN 1 Ciamis Padukan Seni dan Edukasi

Asri berharap sertifikasi tersebut dapat memberikan manfaat bagi juru sembelih sekaligus meningkatkan rasa aman masyarakat ketika mengonsumsi produk hewani, termasuk daging sapi dan ayam.

“Harapannya, melalui bimtek ini tujuan akhirnya adalah upaya penjaminan produk pangan asal hewan, seperti daging sapi dan ayam yang disembelih, agar terjamin keamanan, keutuhan, dan kehalalannya. Dengan begitu, masyarakat bisa merasa tenteram dan mendapatkan ketenangan batin,” tuturnya.

Untuk memastikan pembinaan terus berjalan, Disnakan Ciamis berencana mempertahankan komunikasi dengan para peserta melalui grup koordinasi. Pemantauan terhadap pelaksanaan penyembelihan juga akan terus dilakukan pada periode berikutnya.

Melalui kegiatan tersebut, Disnakan Ciamis berharap kemampuan para juru sembelih semakin baik dan standar penyembelihan halal dapat diterapkan secara konsisten. Pada akhirnya, langkah ini diharapkan turut meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap mutu, keamanan, dan kehalalan pangan asal hewan di Kabupaten Ciamis. (Putri)

News Feed