Ciamis Raih Prestasi Tingkat Jabar di Bidang Ketahanan Keluarga dan Kesehatan Reproduksi

Daerah58 Dilihat

CIAMIS, AMNN.CO.ID – Kabupaten Ciamis kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat Provinsi Jawa Barat. Melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A), sejumlah penghargaan berhasil diraih dalam bidang ketahanan keluarga dan kesehatan reproduksi.

Jabatan Fungsional (Jafung) Bidang Keluarga Berencana, Ketahanan, dan Kesejahteraan Keluarga DP2KBP3A Ciamis, Dede Iyet Rohaeti, mengatakan prestasi tersebut diraih berkat sinergi antara pemerintah daerah, desa, serta kader di lapangan.

“Alhamdulillah, Ciamis kembali mendapat kepercayaan dan penghargaan di tingkat provinsi. Ini menjadi bukti nyata bahwa program ketahanan keluarga dan kesehatan reproduksi berjalan baik di daerah,” ujarnya, Senin (29/9/2025).

Beberapa penghargaan yang berhasil diraih Kabupaten Ciamis di antaranya:

Juara 1 Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) segmentasi Berani oleh siswa MTs Jatinegara.

Juara 2 Bina Keluarga Remaja (BKR) tingkat Provinsi Jawa Barat dari Desa Dayeuhluhur, Jatinegara.

Juara 2 PIK-R segmentasi Kolaborasi dari Desa Jagabaya, Kecamatan Panawangan.

Juara 1 Program Pantau BKB MU tingkat Provinsi Jawa Barat melalui Desa Karyamukti, Kecamatan Banjaranyar.

BACA JUGA:  Guru Madrasah Swasta Kritisi Kebijakan Pemerintah yang Dinilai Diskriminatif

Program Pantau BKB MU merupakan inovasi BKKBN pusat yang mendorong desa mengalokasikan dana melalui APBD atau ADD bagi kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB), termasuk pengadaan Kartu Kembang Anak (KKA) untuk memantau tumbuh kembang anak.

“Kami berharap desa-desa lain bisa mencontoh Desa Karyamukti yang sudah berhasil menganggarkan kegiatan BKB dalam Musrenbang. Ini merupakan praktik baik yang perlu ditiru,” kata Dede.

Lebih lanjut, Dede menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas kader BKB di lapangan. Menurutnya, kader merupakan ujung tombak ketahanan keluarga di tingkat desa.

“Kader bekerja secara sukarela dengan beban yang cukup banyak. Karena itu perlu perhatian khusus agar kualitas pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” tambahnya.

Hari Kontrasepsi Sedunia 2025

 

Dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia pada 26 September 2025, Ciamis juga mencatat capaian signifikan. Selama masa pelayanan 1–12 September, jumlah akseptor kontrasepsi di Ciamis mencapai 1.500 akseptor, melampaui target provinsi hingga 267 persen.

 

Metode kontrasepsi yang paling diminati masih didominasi suntik dan pil, disusul meningkatnya penggunaan kontrasepsi jangka panjang seperti IUD, implan, hingga vasektomi. Meski demikian, penggunaan kontrasepsi pria masih rendah, hanya sekitar 3 persen.

BACA JUGA:  Baznas Ciamis Targetkan Penghimpunan Zakat Fitrah Rp 38 Miliar pada 2025

“Semua jenis kontrasepsi dapat diperoleh secara gratis di fasilitas kesehatan. Namun, masyarakat yang memiliki BPJS diarahkan untuk menggunakan klaim BPJS agar tidak terjadi double claim,” jelas Dede.

Seluruh pelayanan kontrasepsi di Ciamis kini tercatat melalui aplikasi SIGA yang terintegrasi dengan aplikasi Sirika. Sistem ini berfungsi memantau jumlah akseptor serta distribusi kontrasepsi agar sesuai kebutuhan.

“Data pelayanan harus selalu diperbarui setiap bulan karena aplikasi ini sangat menentukan ketersediaan kontrasepsi di lapangan. Jangan sampai terjadi penumpukan stok,” pungkasnya. (PUTRI)