BPR Galuh Ciamis Masuk Daftar BPR Terbaik Indonesia, Raih Predikat Bintang 5 TOP 100 BPR Finance 2026

Nasional18 Dilihat

CIAMIS, AMNN.CO.ID – Perseroda BPR Galuh Ciamis kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih predikat Bintang 5 dalam ajang TOP 100 BPR Finance 2026 untuk kategori BPR dengan aset Rp5 miliar sampai di bawah Rp35 miliar.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Chairman The Finance, Eko B. Supriyanto, dalam acara yang berlangsung di Yogyakarta pada 19 Juni 2026.

Berdasarkan penilaian yang dipublikasikan The Finance, BPR Galuh Ciamis berhasil menempati posisi ke-17 nasional pada kategori BPR beraset Rp5 miliar hingga di bawah Rp35 miliar. Penilaian tersebut menggunakan data posisi per September 2025 dengan total aset sebesar Rp29,519 miliar, kredit yang diberikan Rp22,681 miliar, dana pihak ketiga Rp18,937 miliar, serta laba tahun berjalan sebesar Rp464 juta.

Pada aspek pertumbuhan, BPR Galuh memperoleh nilai maksimal untuk pertumbuhan aset sebesar 10 poin, pertumbuhan kredit 15 poin, pertumbuhan dana pihak ketiga 15 poin, dan laba tahun berjalan 15 poin dengan subtotal nilai 55. Sementara pada aspek rasio kesehatan perbankan, BPR Galuh mencatat nilai CAR 10 poin, NPL Net 8,51 poin, ROA 2,50 poin, ROE 2,19 poin, LDR 10 poin, BOPO 4,32 poin, dan NIM 5 poin, sehingga memperoleh total nilai bobot sebesar 97,51.

Direktur Utama Perumda BPR Galuh Ciamis, Usman Ependi, S.Kom., C.R.B.D., mengatakan penghargaan tersebut diperoleh melalui proses penilaian yang cukup komprehensif dengan sejumlah indikator utama yang menjadi ukuran kesehatan dan kinerja bank.

“Kalau dari Majalah The Finance ini ada beberapa kriteria penilaian. Yang pertama dari pertumbuhan aset, pertumbuhan kredit, pertumbuhan dana pihak ketiga, laba tahun berjalan, kemudian CAR, ROA, ROE, LDR, NPL, BOPO, dan NIM. Detailnya tentu bisa dilihat di Majalah The Finance,” ujarnya.

Menurut Usman, dari berbagai indikator tersebut, pertumbuhan aset dan peningkatan laba perusahaan menjadi faktor yang paling signifikan dalam mendorong pencapaian BPR Galuh.

“Kalau saya sebagai pengurus yang menakhodai Perumda BPR Galuh Ciamis melihat bahwa pertumbuhan aset menjadi salah satu faktor utama. Kemudian yang kedua adalah laba perusahaan. Karena laba itu diperoleh ketika beban operasional bisa ditekan semakin baik. Otomatis laba meningkat dan itu juga didukung oleh pertumbuhan kredit yang baik,” katanya.

Ia menjelaskan, BPR Galuh juga memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah melalui dividen yang disetorkan kepada pemerintah daerah.

“Kalau dari nominal sudah diatur dalam Permendagri. Dividen yang disetorkan sebesar 55 persen dari laba bersih tahun sebelumnya,” jelasnya.

Usman menuturkan, sebagai lembaga intermediasi yang menghimpun dana masyarakat dan menyalurkannya kembali dalam bentuk kredit, kepercayaan masyarakat menjadi faktor utama yang harus dijaga oleh seluruh jajaran BPR Galuh.

“Kalau lembaga perbankan itu fungsinya sebagai lembaga intermediasi, menghimpun dana dari masyarakat. Untuk penghimpunan dana ini yang harus ditingkatkan adalah integritas pegawai. Kemudian kontrol internal harus kuat. Dari sisi kapabilitas juga harus terus ditingkatkan. Pertumbuhan dana pihak ketiga yang kami capai menunjukkan bahwa SDM kami cukup mampu bersaing di lapangan,” ungkapnya.

Menurutnya, strategi utama dalam penghimpunan dana adalah menjaga amanah masyarakat dan memastikan dana yang dipercayakan kepada bank dikelola secara profesional.

“Yang paling penting adalah menjaga kepercayaan masyarakat. Bagaimana kita mengelola dana masyarakat itu seamanah mungkin,” tegasnya.

Selain penghimpunan dana, BPR Galuh juga terus memperkuat kualitas penyaluran kredit melalui penerapan prinsip kehati-hatian yang ketat.

“Untuk penyaluran dana atau kredit, kami selalu mengedepankan prinsip kehati-hatian. Filter yang kuat dan analisis yang ketat menjadi benteng pertahanan BPR Galuh dalam menjaga kualitas kredit,” ujarnya.

Ia menyebutkan bahwa hingga Desember 2025, tingkat kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) Net BPR Galuh berada pada angka 3,5 persen.

“Mitigasi yang kami lakukan adalah pemasaran dengan bobot risiko yang lebih kecil melalui filter yang sangat ketat. Selain itu kami juga memperluas pemasaran agar portofolio kredit semakin beragam. Dengan dua cara itu saya yakin fondasi kredit akan semakin kuat,” katanya.

Dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, BPR Galuh juga terus membangun sinergi dengan berbagai perangkat daerah, terutama yang berkaitan dengan pemberdayaan pelaku usaha dan UMKM.

“Kami sudah melakukan komunikasi dengan dinas yang membidangi UMKM. Harapannya masyarakat yang memiliki keahlian khusus dan pangsa pasar yang baik bisa mendapatkan akses pembiayaan. Intinya yang secara bisnis memang bankable untuk dibiayai,” jelasnya.

Selain memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, BPR Galuh juga terus melakukan percepatan layanan kepada masyarakat.

“Percepatan layanan terus kami lakukan, baik dari sisi administrasi maupun pemasaran. Mudah-mudahan harapan kami untuk memberikan pelayanan yang lebih cepat dan lebih baik bisa terus terealisasi,” katanya.

Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan adalah meluncurkan program Kredit Kuaci Galuh yang ditujukan untuk membantu para petani memperoleh akses pembiayaan.

“Kami sudah meluncurkan program Kredit Kuaci Galuh. Kredit ini tidak mewajibkan adanya agunan. Fokusnya memang kepada petani dan program ini sudah berjalan lebih dari satu tahun,” ujarnya.

Menurut Usman, kredit tersebut memiliki skema pembayaran yang disesuaikan dengan siklus pertanian. Nasabah hanya membayar bunga setiap bulan, sedangkan pokok pinjaman dibayarkan setelah masa panen.

“Jangka waktunya rata-rata enam bulan. Pokok pinjaman dibayar setelah panen sehingga tidak terlalu membebani petani. Alhamdulillah program ini berjalan cukup baik,” katanya.

Meski demikian, pihaknya tetap menerapkan seleksi ketat agar program tersebut tepat sasaran.

“Kami harus selektif. Jangan sampai ada petani dadakan yang hanya muncul ketika ada program pembiayaan. Kami ingin memastikan dana yang dipinjamkan benar-benar digunakan untuk kegiatan produktif dan tidak terjadi penyalahgunaan,” tegasnya.

Dalam tata kelola perusahaan, Usman menegaskan bahwa dirinya berkomitmen menjaga profesionalisme pengelolaan BPR Galuh sebagai Perseroda.

“Saya selalu berkomitmen untuk bekerja secara profesional. Walaupun ini Perseroda, saya ingin pengelolaannya tetap profesional sehingga berbagai risiko bisa dimitigasi dengan baik,” katanya.

BPR Galuh juga terus memperkuat transformasi digital melalui aplikasi Sakugaluh yang telah diluncurkan pada 2025.

“Sakugaluh memiliki berbagai fitur seperti pembayaran PPOB, cek saldo, pembuatan virtual account, hingga layanan transaksi secara real time. Jadi walaupun hari libur, nasabah tetap bisa menabung dan langsung tercatat pada rekeningnya,” ujarnya.

Melalui aplikasi tersebut, nasabah juga dapat melakukan transfer melalui sistem yang terhubung dengan berbagai layanan dompet digital.

“Walaupun hari libur, transaksi tetap bisa dilakukan dan langsung terlihat pada aplikasi secara real time,” katanya.

Ke depan, BPR Galuh berencana mengembangkan sistem pengajuan kredit digital yang memungkinkan nasabah memantau proses pengajuan secara transparan.

“Harapan saya nanti nasabah bisa mengetahui proses pengajuan kreditnya sudah sampai tahap mana. Sedang dianalisis, disetujui atau ditolak, semuanya bisa dipantau secara transparan,” ungkapnya.

Terkait target ke depan, Usman mengakui bahwa mempertahankan prestasi jauh lebih sulit dibandingkan meraihnya.

“Terus terang kami tidak menyangka bisa mendapatkan predikat Bintang 5. Banyak BPR lain yang mendapatkan bintang satu atau dua. Alhamdulillah dari sisi parameter dan penilaian kami mendapatkan hasil yang sangat baik,” katanya.

Menurutnya, fokus utama perusahaan dalam beberapa tahun mendatang adalah mempertahankan capaian tersebut sekaligus terus meningkatkan kualitas layanan dan tata kelola.

“Yang paling sulit itu mempertahankan. Karena itu kami akan terus melakukan inovasi, memperkuat tata kelola perusahaan dan meningkatkan kualitas SDM. Tanpa SDM yang kuat saya yakin visi dan misi perusahaan tidak akan tercapai,” ujarnya.

Saat ini jaringan kantor BPR Galuh masih difokuskan untuk melayani masyarakat di wilayah Kabupaten Ciamis. Namun demikian, pihaknya tidak menutup peluang melayani nasabah dari luar daerah.

“Kalau jaringan kantor memang masih di Kabupaten Ciamis, tetapi untuk peluang nasabah kami tidak membatasi. Siapa pun bisa menjadi nasabah BPR Galuh,” katanya.

Terkait permodalan, Usman menyebut dukungan Pemerintah Kabupaten Ciamis selama ini cukup baik, terutama dalam kebijakan yang mendukung perkembangan perusahaan.

“Kalau dukungan dari Pemda sangat baik. Untuk modal sendiri kami sudah memenuhi ketentuan OJK terkait modal minimum. Dengan kondisi fiskal daerah saat ini, kami memahami situasinya dan tidak terlalu berharap pada tambahan setoran modal,” jelasnya.

Di akhir wawancara, Usman menegaskan bahwa penghargaan TOP 100 BPR Finance 2026 menjadi bukti bahwa BPR Galuh dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel.

“Penghargaan ini merupakan jawaban kepada masyarakat bahwa kami tidak asal-asalan dalam mengelola perusahaan. Kami juga sangat terbuka dalam mempublikasikan laporan keuangan. Masyarakat bisa melihat aset, kredit, maupun dana pihak ketiga yang kami miliki,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa laporan keuangan BPR Galuh dipublikasikan secara berkala setiap triwulan sesuai ketentuan yang berlaku dan dapat diakses melalui kanal resmi yang terhubung dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Data perbankan, termasuk BPR, tersedia secara terbuka dan diperbarui secara berkala. Jadi masyarakat bisa memantau langsung kondisi perbankan secara aktual,” ujarnya.

Usman menambahkan, penghargaan yang diraih tahun ini melengkapi sejumlah capaian sebelumnya yang telah diperoleh BPR Galuh, baik dalam ajang penghargaan Perseroda maupun penghargaan sektor perbankan.

“Harapan kami, penghargaan ini semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada BPR Galuh dan menjadi motivasi untuk terus memberikan layanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Ciamis,” pungkasnya. (Putri)

 

 

Hak Cipta © PT ASA MEDIA NETWORK. Seluruh hak dilindungi. Setiap bentuk reproduksi, distribusi, atau publikasi ulang konten tanpa persetujuan tertulis dari PT ASA MEDIA NETWORK merupakan pelanggaran hak cipta dan dapat dikenakan tindakan hukum.

Jurnalisme yang berkualitas lahir dari riset, verifikasi, dan kreativitas menulis, bukan dari meniru atau mencuri karya orang lain.