Bapenda Ciamis Belanja Kendaraan Roda Dua Senilai Rp 1,07 Miliar, untuk Apa?

47 motor disiapkan sebagai insentif bagi desa yang tercepat melunasi PBB-P2.

Daerah86 Dilihat

CIAMIS, AMNN.CO.ID – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), tahun ini telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1.079.110.000 guna menyediakan hadiah motor bagi desa dan kelurahan yang paling cepat menyelesaikan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).

Langkah ini menjadi strategi Bapenda dalam menata ulang pola pelunasan PBB-P2 yang selama ini menumpuk menjelang jatuh tempo. Hadiah diberikan kepada desa yang mampu melunasi PBB-P2 dalam kurun 1×24 jam sejak SPPT disampaikan kepada pemerintah desa.

Kepala Bapenda Ciamis, Dr. Aef Saefuloh, melalui Kepala Bidang Penagihan dan Pengawasan PDRD, Azi Fahrullah, mengemukakan bahwa insentif motor tersebut dibagi sesuai besaran ketetapan PBB-P2 di tiap desa.

Kategori hadiah meliputi:

Rp 0 – 60 juta → Yamaha Mio

Rp 60 – 120 juta → Yamaha FreeGo

Di atas Rp 120 juta → Yamaha Aerox + perangkat komputer/printer

Secara total, Bapenda menyediakan 47 unit motor, terdiri dari 10 Mio, 27 FreeGo dan 10 Aerox.

Selain hadiah utama, desa yang melunasi hingga bulan Mei berhak memperoleh komputer dan printer, sementara pelunasan sampai 30 September masih mendapatkan televisi.

Azi menegaskan bahwa program insentif tersebut sangat membantu mempercepat realisasi pembayaran. Survei internal pada Oktober 2025 menunjukkan lebih dari separuh desa di Ciamis menyatakan mendukung program tersebut.

“Sejak diberlakukannya hadiah motor, desa bergerak lebih cepat. Mereka tidak lagi menunggu sampai September, tetapi justru berupaya lunas sejak hari pertama SPPT diterima,” ujarnya.

Menurutnya, tanpa skema hadiah, penerimaan PBB-P2 pada awal tahun cenderung berjalan lambat. Namun tahun ini, percepatan terlihat jelas mulai bulan Maret, karena banyak desa melakukan kampanye internal dan inovasi pelunasan.

Azi mengingatkan bahwa seluruh motor yang diberikan merupakan hibah daerah bagi pemerintah desa dan masuk dalam daftar aset milik desa, sehingga pemanfaatannya harus sesuai kebutuhan pelayanan publik.

“Kendaraan itu tidak boleh dijual. Desa wajib merawat dan menggunakannya untuk mendukung pelayanan masyarakat,” tegasnya.

Selain memberikan hadiah motor, Bapenda juga mendorong warga agar semakin banyak menggunakan kanal pembayaran digital melalui platform Galuh Digital.

Azi menyebutkan bahwa tahun depan, Bapenda akan memperkuat transisi menuju digitalisasi pembayaran pajak.

“Hadiah mungkin tetap berupa motor, tetapi tujuan utama kami adalah memperluas penggunaan sistem pembayaran digital di seluruh desa,” katanya.

Melalui kombinasi insentif dan digitalisasi, Bapenda berharap penerimaan PBB-P2 dapat semakin cepat tertata dan memberikan kontribusi signifikan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Ciamis. (Putri)