CIAMIS, AMNN.CO.ID – Komitmen Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ciamis dalam meningkatkan kualitas dan prestasi pendidikan madrasah kembali membuahkan hasil. Tahun ini, salah satu siswa binaannya berhasil mewakili Jawa Barat di ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat nasional 2025.
Sosok yang mengharumkan nama daerah tersebut adalah Dzaki Irsyad Fathulloh, peserta didik jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang sukses menjuarai kategori OMI Sains bidang Matematika di tingkat provinsi. Atas capaian itu, Kemenag Ciamis memberikan piagam penghargaan dan medali sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi jelang keberangkatannya ke tingkat nasional di Banten, awal November mendatang.
Kepala Kemenag Ciamis, Asep Lukman Hakim, menilai capaian tersebut bukan hasil kebetulan, melainkan buah dari pembinaan yang berkesinambungan di lingkungan madrasah.
“Prestasi ini membuktikan bahwa pembinaan dan pendampingan madrasah di bawah Kemenag Ciamis terus berjalan dengan baik. Setiap tahun selalu ada perwakilan dari Ciamis yang lolos ke tingkat nasional,” ujarnya, Senin (20/10/2025).
Menurut Asep, pembinaan yang dilakukan tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga membangun karakter, kepercayaan diri, dan semangat kompetisi sehat di kalangan siswa madrasah.
“Kami ingin menjadikan prestasi ini sebagai pemicu agar madrasah lain di Ciamis juga terpacu meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya dalam bidang sains dan riset,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menyebut bahwa ajang OMI nasional akan digelar pada 3–6 November 2025 di Provinsi Banten, dengan seluruh persiapan teknis telah dikoordinasikan oleh Kanwil Kemenag Jawa Barat.
Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kemenag Ciamis, Jajang Jamaludin, menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan pendampingan intensif kepada peserta yang akan bertanding di tingkat nasional, baik untuk kategori OMI Sains maupun OMI Riset.
“Kami ingin memastikan peserta benar-benar siap, baik secara akademik maupun mental. Untuk peserta OMI Riset dari MAN Darussalam, saat ini posisinya sudah masuk tiga besar nasional,” terangnya.
Jajang juga memaparkan bahwa OMI terdiri atas dua kategori besar: OMI Sains, yang mencakup 11 mata pelajaran dari tingkat MI hingga MA; dan OMI Riset, yang berfokus pada karya ilmiah dan orisinalitas penelitian siswa.
Menurutnya, pembinaan prestasi sudah menjadi budaya positif di lingkungan Kemenag Ciamis. Hampir setiap tahun, Ciamis mengirimkan wakil madrasah ke berbagai kompetisi nasional.
“Ini hasil kolaborasi yang kuat antara Kemenag, guru pembimbing, dan pihak madrasah. Semangat ini harus terus dijaga agar tradisi prestasi madrasah tetap hidup di Ciamis,” tegasnya.
Dengan keberhasilan ini, Kemenag Ciamis berharap madrasah tidak hanya dikenal sebagai lembaga pendidikan berbasis agama, tetapi juga sebagai pusat pembinaan generasi cerdas, berakhlak, dan berdaya saing tinggi di masa depan. (PUTRI)
