ATR/BPN Gandeng 28 Perguruan Tinggi di Sulsel, KKN Tematik Didorong Percepat Sertipikasi Tanah Wakaf

Nasional67 Dilihat

MAKASSAR, AMNN.CO.ID – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggandeng 28 perguruan tinggi negeri dan swasta di Provinsi Sulawesi Selatan untuk mempercepat sertipikasi tanah wakaf. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid dan para rektor di Auditorium Universitas Islam Makassar (UIM), Kamis (9/7/2026).

Melalui kerja sama ini, Kementerian ATR/BPN mendorong keterlibatan civitas academica dalam membantu penyelesaian persoalan pertanahan, khususnya melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik yang difokuskan pada pendataan dan percepatan sertipikasi tanah wakaf.

Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid berharap seluruh perguruan tinggi yang terlibat dapat berkontribusi menyelesaikan ribuan bidang tanah wakaf yang hingga kini belum memiliki sertipikat.

“Dengan kerja sama MoU ini, semoga kekurangan sekitar 14 ribu bidang tanah wakaf di Sulawesi Selatan tahun depan bisa dikeroyok 28 kampus. Mudah-mudahan selesai dalam waktu satu tahun. Saya mohon bantuan Bapak-Bapak Rektor agar KKN Tematik ini betul-betul memiliki KPI yang jelas dan berdampak kepada masyarakat,” ujar Nusron.

BACA JUGA:  Kementerian ATR/BPN Diganjar Penghargaan atas Percepatan Sertipikasi Pulau Terluar

Berdasarkan data Sistem Informasi Wakaf (SIWAK) Kementerian Agama, terdapat sekitar 18 ribu bidang tanah wakaf di Sulawesi Selatan. Namun, baru 4.516 bidang atau sekitar 24,87 persen yang telah bersertipikat. Capaian tersebut masih berada di bawah rata-rata nasional yang telah mencapai sekitar 58 persen.

Secara nasional, Kementerian ATR/BPN menargetkan seluruh tanah wakaf di Indonesia telah bersertipikat pada 2028. Pelibatan perguruan tinggi melalui program KKN Tematik menjadi salah satu strategi untuk mempercepat pencapaian target tersebut.

Nusron mengungkapkan, model KKN Tematik sebelumnya telah diterapkan oleh Universitas K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan dan menunjukkan hasil yang signifikan. Dalam waktu tiga bulan, mahasiswa KKN dari perguruan tinggi tersebut berhasil membantu proses sertipikasi 2.487 bidang tanah wakaf.

“Keberhasilan itu saya copy paste, saya bawa ke sini. Harapan saya, tahun depan saat datang lagi ke Sulawesi Selatan, sertipikat tanah wakaf dan tempat ibadah semua agama di Sulawesi Selatan sudah mencapai 100 persen atau minimal mendekati 100 persen,” katanya.

BACA JUGA:  Hadiri Pengukuhan MUI NTB, Menteri Nusron Tekankan Prinsip Kebermanfaatan Umat

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Sulawesi Selatan, Wartomo, turut menyerahkan 83 sertipikat tanah wakaf kepada sejumlah penerima. Sertipikat tersebut diperuntukkan bagi tanah masjid, musala, yayasan, dan berbagai tempat ibadah lainnya di sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan.

Rektor Universitas Islam Makassar, Muammar Bakry, menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, percepatan sertipikasi tanah wakaf menjadi langkah strategis untuk memberikan kepastian hukum sekaligus melindungi aset umat.

“Salah satu makna dari doa salamatan fiddin itu adalah selamat rumah ibadah kita dari orang-orang yang mau menyerobot tanah kita. Jadi kalau masjid dan pesantren kita sudah ada sertipikat wakafnya, itu sudah salamatan fiddin namanya. Dan itu menurut info, program ini gratis,” ujar Muammar.

Pada kegiatan tersebut, Menteri ATR/Kepala BPN didampingi Staf Ahli Bidang Partisipasi Masyarakat dan Pemerintah Daerah Andi Tenri Abeng, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Achmad, Direktur Pengaturan Pendaftaran Tanah dan Ruang, PPAT, dan Mitra Kerja Ana Anida, Sekretaris Direktorat Jenderal Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang Yoga Suwarna, Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Bahrun Munawir, serta Tenaga Ahli Bidang Komunikasi Publik Rahmat Sahid.