Anggota DPRD Jabar, Arief Maoshul Affandy Soroti Masalah Pupuk dan Irigasi

Daerah50 Dilihat

CIAMIS, AMNN.CO.ID – Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arief Maoshul Affandy, yang mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Jabar 13 mencakup wilayah Ciamis, Kuningan, Banjar dan Pangandaran, menyoroti sejumlah persoalan mendasar di sektor pertanian, meski data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya peningkatan produksi.

Berdasarkan rilis BPS yang mengangkat panen raya di Majalengka, angka produksi memang menunjukkan kenaikan. Namun, Arief menekankan bahwa fakta di lapangan, terutama dalam program ketahanan pangan di wilayah dapilnya, masih memerlukan perhatian lebih.

“Yang paling krusial saat ini adalah masalah cuaca dan yang terutama adalah terkait pupuk,” ujar Arief, Rabu (3/9/2025).

Menurutnya, masalah pupuk merupakan problem lama yang belum tuntas, mulai dari persoalan jarak distribusi hingga ketersediaannya. Meski Gubernur Jawa Barat telah menjamin ketersediaan pupuk mencukupi, Arief mengaku masih menerima laporan dari para petani di Dapil 13 yang kesulitan mendapatkan pupuk, khususnya pupuk bersubsidi.

“Problemnya bukan pada ketersediaan di gudang, tetapi pada distribusi yang belum tepat sasaran. Banyak petani di Ciamis, Kuningan, Pangandaran, dan Banjar yang belum mendapatkan pupuk sesuai kebutuhannya,” tegasnya .

Oleh karena itu, Komisi II DPRD Jabar terus mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar untuk memperbaiki sistem distribusi pupuk agar lebih efektif dan menjangkau petani di seluruh daerah, termasuk di Dapil 13.

Selain pupuk, persoalan irigasi dan ketergantungan pada cuaca juga menjadi tantangan serius di Dapil 13.

Arief menjelaskan, tidak semua lahan pertanian di wilayahnya memiliki sumber air yang memadai. Beberapa daerah di Dapil 13 yang tidak mengalami hujan menghadapi kesulitan karena mengandalkan irigasi yang belum optimal.

“Ada daerah yang embung atau sumber airnya ada, tetapi masalahnya di jaringan irigasinya. Ada juga yang sama sekali tidak memiliki infrastruktur pengairan, sehingga sangat bergantung pada cuaca,” paparnya.

Ia mengingatkan bahwa pembenahan irigasi merupakan salah satu janji prioritas kampanye Gubernur.

Komisi II, kata dia, akan terus mengingatkan dan merekatkan komitmen tersebut agar segera direalisasikan, khususnya untuk pembangunan infrastruktur di Dapil 13.

“Harapannya, jika distribusi pupuk dan irigasi sudah baik, maka sektor pertanian dan peternakan kita ke depan bisa lebih maju dan ketahanan pangan Jabar, khususnya di Dapil 13, semakin kuat,” pungkasnya. (PUTRI)