IPHI Ciamis Didorong Bentuk UPZ untuk Gerakkan Kepedulian Alumni Haji

Daerah1 Dilihat

CIAMIS, AMNN.CO.ID – Penasihat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Ciamis, Drs. KH. Saeful Ujun, mengusulkan agar organisasi tersebut memiliki Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Gagasan ini dinilai dapat menjadi salah satu upaya menghimpun sekaligus mengoptimalkan potensi zakat, infak dan sedekah (ZIS) dari para alumni haji.

Pernyataan itu disampaikan Saeful setelah prosesi pelantikan Pengurus IPHI Kabupaten Ciamis masa bakti 2026-2031 yang berlangsung di Gedung Islamic Center Ciamis, Rabu (19/8/2026).

Saeful yang juga menjabat Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ciamis menilai, para alumni haji memiliki peluang besar untuk mengambil peran dalam kegiatan sosial. Karena itu, semangat berbagi yang tumbuh setelah melaksanakan ibadah haji perlu diarahkan menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan.

“Para haji rata-rata memiliki kemampuan ekonomi. Mereka bisa digerakkan untuk meningkatkan zakat, infak, sedekah, serta kepedulian kepada masyarakat. Dengan begitu, kemabruran haji dapat diwujudkan sepanjang hayat,” ujar Saeful.

Menurutnya, UPZ IPHI nantinya dapat menjalin koordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis. Melalui pengelolaan yang lebih terarah, dana ZIS dari kalangan alumni haji diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

UPZ Diharapkan Menjadi Penggerak Kepedulian Alumni Haji

BACA JUGA:  Kemenag Ciamis Arahkan MATAMUDA 2026 untuk Melahirkan Generasi Madrasah Unggul

Saeful mengatakan, penghimpunan infak dan sedekah melalui UPZ dapat menjadi bentuk nyata dari implementasi nilai-nilai ibadah haji. Para alumni haji tidak hanya mempertahankan hubungan silaturahmi, tetapi juga mengambil bagian dalam membantu persoalan sosial di lingkungan masing-masing.

Ia menilai predikat haji mabrur seharusnya tercermin dalam perilaku seseorang setelah kembali dari Tanah Suci. Salah satunya dengan tumbuhnya keinginan untuk berbagi dan membantu orang lain.

“Yang paling bagus adalah gerakan infak dari IPHI melalui BAZNAS atau UPZ masing-masing. Para haji diketuk hatinya untuk menyediakan kemabruran dengan jiwa bahwa kita ingin memberi,” katanya.

Ia berharap kemampuan ekonomi sebagian alumni haji dapat diarahkan untuk mendukung program kemanusiaan, sosial serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Apabila dilakukan secara kolektif, potensi ZIS dari alumni haji yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Ciamis dinilai dapat menjadi sumber kekuatan baru dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

Nilai Ibadah Haji Harus Terwujud dalam Kehidupan Sosial

Lebih lanjut, Saeful mengingatkan bahwa IPHI memiliki tugas yang lebih luas daripada sekadar menjadi wadah berkumpulnya para alumni haji. Organisasi tersebut diharapkan mampu menjaga kesinambungan pembinaan agar nilai-nilai ibadah tetap hidup dalam keseharian.

Ia mencontohkan berbagai rangkaian ibadah haji seperti tawaf, sai dan wukuf di Arafah yang semestinya memberikan pengaruh terhadap pembentukan karakter dan kepedulian sosial seseorang.

BACA JUGA:  BPN Ciamis Mulai Inventarisasi Lahan Proyek Cirahong II, Pastikan Warga Dapat Ganti Untung

“IPHI harus membantu para haji untuk lebih menghayati apa yang telah dilakukan selama ibadah haji dan kemudian mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat masing-masing,” tuturnya.

Dalam konteks tersebut, pembentukan UPZ IPHI dinilai memiliki hubungan erat dengan upaya menjaga kemabruran. Zakat, infak dan sedekah tidak berhenti sebagai ibadah individu, tetapi dapat diwujudkan menjadi bantuan yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

Saeful juga mendorong agar pembinaan IPHI dilaksanakan secara bertahap dari tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten. Bentuk kegiatannya dapat diperluas, tidak hanya melalui pengajian, tetapi juga diskusi, pertukaran pengalaman, kegiatan sosial serta program pemberdayaan.

IPHI, MUI dan BAZNAS Perlu Perkuat Kolaborasi

Dalam pelaksanaan program tersebut, Saeful menilai kerja sama antara IPHI, MUI dan BAZNAS Kabupaten Ciamis perlu diperkuat.

Ia menyebutkan, terdapat sejumlah pengurus IPHI yang juga aktif di MUI. Kondisi tersebut menjadi modal untuk membangun kolaborasi dalam berbagai bidang, terutama dakwah, pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi umat.

“Baik secara personal maupun program, akan bisa bersinergi dan saling membantu antara program MUI dan IPHI, baik dalam bidang pemberdayaan masyarakat, ekonomi masyarakat maupun bidang lainnya,” jelasnya.

BACA JUGA:  Ketua Baznas Ciamis Diganjar Penghargaan oleh Kemenag Jabar

Saeful berharap kepengurusan IPHI yang baru dapat menghidupkan kembali organisasi setelah sebelumnya sempat mengalami kevakuman. Kepengurusan baru juga diharapkan mampu menghadirkan program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Ia menilai Syarif Hidayat, atau yang dikenal dengan nama Ajengan Hasan, memiliki kapasitas untuk memimpin IPHI Kabupaten Ciamis. Sebelumnya, Syarif Hidayat dipercaya sebagai Ketua Forum Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

“Alhamdulillah, hari ini selesai pelantikan IPHI pengurus periode 2026-2031. Kami sebelumnya mencari sosok yang mampu menggerakkan seluruh haji. Setelah melalui proses, akhirnya Pak Syarif Hidayat yang dikenal Ajengan Hasan mendapat dukungan secara aklamasi,” ujarnya.

Saeful menekankan bahwa proses pembinaan tidak semestinya berakhir ketika seseorang selesai menunaikan ibadah haji. Para alumni haji perlu terus diarahkan agar kemabruran dapat dipelihara melalui aktivitas keagamaan dan kepedulian sosial, termasuk gerakan ZIS.

“IPHI adalah organisasi perjuangan untuk pembinaan para haji supaya tetap mabrur. Mari kita dasari dengan keikhlasan karena Allah semata, saling tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan serta saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran,” pungkasnya. (Putri)