Menteri ATR/BPN Beri Pengarahan kepada 15 Kakanwil Baru, Fokus pada Penguatan Sinergi dan Pelayanan Publik

Nasional23 Dilihat

Jakarta, AMNN.co.id – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, memberikan pengarahan kepada 15 Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) BPN Provinsi yang baru dilantik pada Senin (20/5/2025).

Pengarahan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Menteri, usai prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan struktural dan fungsional di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

Dalam sambutannya, Nusron Wahid menekankan pentingnya penguatan komunikasi dan sinergi antara Kakanwil BPN dengan pemerintah daerah serta aparat penegak hukum di wilayah masing-masing.

Sinergi ini dinilai sangat penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang pertanahan.

Selain itu, Nusron menginstruksikan para Kakanwil untuk memperkuat pembinaan internal, khususnya dalam peningkatan sistem kerja dan pengembangan sumber daya manusia di Kantor Pertanahan.

Hal ini diharapkan dapat mempercepat proses pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam menyelesaikan berbagai persoalan pertanahan.

“Kita harus menerapkan manajemen risiko dalam setiap kebijakan yang diambil. Langkah ini penting untuk mengidentifikasi dan mengelola potensi masalah terkait pengelolaan tanah.

Dengan begitu, kita bisa menciptakan kepastian hukum, mencegah konflik, dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan,” tegas Nusron.

BACA JUGA:  Kementerian ATR/BPN Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf untuk Jamin Kepastian Hukum Rumah Ibadah

Dalam pengarahan tersebut, turut hadir Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, yang memberikan dukungan penuh kepada para Kakanwil dalam menjalankan tugas di wilayah masing-masing.

Ossy berharap Kakanwil yang baru dilantik dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kinerja pertanahan di Indonesia.

Dengan pengangkatan para Kakanwil BPN yang baru, diharapkan berbagai permasalahan sengketa tanah yang sering terjadi di berbagai daerah dapat terselesaikan dengan lebih cepat dan tepat.

Selain itu, kehadiran mereka diharapkan dapat memperkuat pelayanan pertanahan yang mendukung pembangunan nasional. (PUTRI)