KOTA TASIK, AMNN.CO.ID – Pengalaman selama lebih dari satu dekade menjadi salah satu modal TAZA Tours & Travel dalam melayani perjalanan ibadah umrah dan haji khusus. Travel yang berpusat di Kota Tasikmalaya tersebut menyebut telah memberangkatkan sekitar 20.000 jemaah selama 11 tahun beroperasi.
Direktur TAZA Tours & Travel, H. Parid, mengatakan perjalanan umrah bukan hanya berkaitan dengan keberangkatan menuju Arab Saudi, tetapi juga bagaimana jemaah memperoleh pendampingan sejak persiapan hingga kembali ke Tanah Air.
Menurut dia, berbagai kebutuhan teknis selama perjalanan berusaha ditangani oleh tim sehingga jemaah dapat lebih berkonsentrasi menjalankan ibadah.
“Sehingga fokusnya adalah jemaah bagaimana fokus selama di Tanah Suci, di Haramain, fokus ziarah ke Rasul, fokus umrah, fokus ibadah,” kata H. Parid.
TAZA Tours & Travel sendiri beralamat di Ruko Perum Bumi Parahyangan No. 14, Jalan Letjen Mashudi, Setiaratu, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya.
Divisi Operasional TAZA Tours & Travel, Aden, menyebut aktivitas pemberangkatan jemaah berlangsung beberapa kali dalam satu bulan. Dalam satu rombongan, jumlah jemaah rata-rata mencapai sekitar 45 orang.
Selain melayani masyarakat Tasikmalaya dan sekitarnya, jemaah TAZA juga berasal dari sejumlah daerah lain, di antaranya Ciamis, Garut, Cianjur, Lampung hingga Lombok.
Dalam memberikan pilihan perjalanan, TAZA melakukan pembaruan program secara berkala. Salah satu program yang banyak digunakan jemaah adalah Paket Bahagia.
Aden menjelaskan, paket tersebut ditujukan bagi masyarakat yang menginginkan perjalanan umrah dengan biaya yang relatif terjangkau, namun tetap mendapatkan fasilitas penunjang selama perjalanan.
Untuk Paket Bahagia, biaya yang ditawarkan berada di kisaran Rp27,9 juta. Sejumlah kebutuhan perjalanan disebut telah termasuk dalam paket, seperti tiket pesawat ekonomi, visa, hotel, transportasi dan konsumsi.
Jemaah dari Tasikmalaya juga mendapatkan fasilitas penginapan satu malam di Jakarta sebelum melanjutkan penerbangan ke Arab Saudi. Fasilitas tersebut diberikan dengan mempertimbangkan kondisi perjalanan darat Tasikmalaya-Jakarta yang waktu tempuhnya dapat berubah karena kepadatan lalu lintas.
“Transportasi dari sejak di Tasikmalaya pulang-pergi itu semua sudah di-cover,” ujar Aden.
Adapun biaya di luar paket, menurut keterangan pihak TAZA, berkaitan dengan kebutuhan pribadi jemaah.
Untuk mengetahui tingkat kepuasan jemaah sekaligus menemukan kekurangan dalam pelayanan, TAZA menggunakan kuesioner sebagai salah satu bahan evaluasi.
Aden mengatakan hasil evaluasi tersebut menjadi masukan bagi tim untuk melakukan perbaikan. Koordinasi internal juga dilakukan agar persoalan yang muncul selama perjalanan dapat segera diselesaikan.
Dari sisi operasional, TAZA mengandalkan sejumlah mitra untuk mendukung kebutuhan jemaah, termasuk urusan hotel, penerbangan dan pelayanan di Arab Saudi.
Antisipasi juga dilakukan apabila terjadi gangguan perjalanan. Aden mencontohkan adanya penundaan penerbangan akibat erupsi yang pernah dihadapi. Dalam kondisi tersebut, pihaknya melakukan penyesuaian dengan menyediakan penerbangan pengganti.
“Contoh, kemarin terkait erupsi, ada penundaan pesawat. Nah, ini baru kita beli tiket baru,” katanya.
Persiapan jemaah dilakukan melalui manasik sebanyak dua kali di Indonesia. Selain itu, jemaah mendapatkan briefing sebelum menjalani berbagai kegiatan, termasuk ketika sudah berada di Tanah Suci.
Komunikasi juga dijaga melalui grup khusus jemaah sehingga informasi mengenai agenda perjalanan dapat disampaikan secara berkala.
Perhatian khusus diberikan kepada jemaah yang membutuhkan bantuan tambahan, termasuk lansia maupun pengguna kursi roda. Menurut Aden, kebutuhan tersebut dikomunikasikan sejak awal agar pendampingan dapat dipersiapkan sebelum jemaah berangkat.
Untuk mengurangi risiko jemaah terpisah dari rombongan, setiap peserta juga dibekali sejumlah identitas kelompok berupa syal, kartu identitas dan tas.
Identitas tersebut dinilai penting untuk membantu proses pencarian apabila ada jemaah yang terpisah ketika berada di kawasan Masjidil Haram maupun lokasi lainnya.
Dari sisi kesehatan, pihak TAZA menyebut jemaah mendapatkan perlindungan asuransi selama perjalanan di Indonesia maupun Arab Saudi.
Tim di Arab Saudi juga disiapkan untuk membantu apabila terdapat jemaah yang mengalami gangguan kesehatan. Sementara untuk perjalanan haji, TAZA menyebut menyediakan dokter khusus.
Aden menjelaskan, untuk rombongan umrah dengan jumlah lebih dari 100 orang, pihaknya juga menyiapkan tim medis sebagai bagian dari pelayanan kepada jemaah.
H. Parid mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan harga sebagai satu-satunya pertimbangan ketika menentukan travel untuk perjalanan ibadah umrah.
Menurut dia, calon jemaah perlu memastikan legalitas penyelenggara serta melihat rekam jejak perusahaan sebelum memutuskan menggunakan suatu layanan.
“Masyarakat harus lebih cerdas dalam memilih travel, dalam memilih perusahaan atau pelayanan jasa yang bergerak di bidang haji umrah,” ujarnya.
Ia juga meminta calon jemaah memahami secara detail fasilitas yang termasuk dalam paket perjalanan. Pasalnya, harga yang lebih rendah belum tentu mencakup seluruh kebutuhan selama berada di Tanah Suci.
Menurut H. Parid, pengalaman dari jemaah yang sudah menggunakan jasa sebuah travel juga dapat menjadi bahan pertimbangan sebelum memilih.
“Kalau mau umrah ya dengarkan dari apa yang sudah melakukan. Itu insyaallah lebih valid,” katanya.
H. Parid mengatakan, selama perjalanan, pihaknya berupaya menangani kebutuhan teknis jemaah agar mereka tidak terlalu direpotkan dengan urusan di luar ibadah.
Ia menilai pelayanan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun hubungan jangka panjang dengan jemaah. Setelah kembali ke Indonesia, para jemaah yang pernah berangkat bersama tetap berkomunikasi dan menjalin silaturahmi melalui grup alumni.
Dengan pengalaman operasional selama 11 tahun, TAZA Tours & Travel menyatakan akan terus melakukan evaluasi dan memperkuat pendampingan agar perjalanan jemaah berlangsung aman, nyaman dan tertib sejak keberangkatan hingga kembali ke Tanah Air. (Putri)
