SMPN 2 Cihaurbeuti Libatkan Orang Tua di Hari Pertama MPLS, Perkuat Sinergi Pendidikan Siswa Baru

Pendidikan51 Dilihat

CIAMIS, AMNN.CO.ID – SMP Negeri 2 Cihaurbeuti menjadikan keterlibatan orang tua sebagai bagian penting dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. Melalui konsep MPLS Ramah, sekolah berupaya membangun komunikasi dan kerja sama bersama orang tua siswa sejak awal peserta didik memasuki jenjang pendidikan baru.

Pada hari pertama MPLS, SMPN 2 Cihaurbeuti secara khusus mengundang orang tua untuk mengantarkan putra-putrinya ke sekolah. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk penyambutan sekaligus membangun kesepahaman antara pihak sekolah dan keluarga dalam mendampingi proses adaptasi siswa dari jenjang SD menuju SMP.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Akademik SMPN 2 Cihaurbeuti, Awaludin, mewakili Kepala Sekolah H. Sartono, mengatakan keberhasilan pendidikan membutuhkan keterlibatan bersama antara sekolah, orang tua, dan peserta didik.

“Sejak awal kami ingin membangun komunikasi dengan orang tua. Karena pendidikan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga di rumah,” ujarnya.

Menurut Awaludin, kehadiran orang tua pada hari pertama MPLS memberikan dampak positif bagi peserta didik baru. Selain membuat siswa merasa lebih nyaman, momen tersebut juga menjadi awal terbangunnya hubungan baik antara orang tua dengan pihak sekolah.

BACA JUGA:  Kemenag Ciamis Perkuat Tata Kelola Madrasah Lewat Penyusunan SOP dan MORA

Guru-guru SMPN 2 Cihaurbeuti memberikan sambutan hangat kepada peserta didik baru agar mereka memiliki pengalaman pertama yang menyenangkan saat memasuki lingkungan sekolah.

“Kami ingin anak-anak merasa diterima. Masa peralihan dari SD ke SMP tentu membutuhkan pendampingan, sehingga sekolah dan orang tua harus berjalan bersama,” katanya.

Selain penyambutan, kegiatan MPLS diawali dengan upacara pembukaan yang disertai penyerahan peserta didik baru secara simbolis dari Komite Sekolah kepada pihak sekolah. Kegiatan tersebut menjadi tanda dimulainya proses pembinaan siswa selama menempuh pendidikan di SMPN 2 Cihaurbeuti.

Awaludin menjelaskan MPLS tahun ini tetap mengikuti ketentuan yang berlaku, namun pelaksanaannya lebih banyak menggunakan pendekatan langsung melalui kegiatan di lapangan. Sekolah tidak ingin peserta didik baru hanya menerima materi, tetapi juga mendapatkan pengalaman untuk mengenal lingkungan sekolah dan membangun interaksi dengan teman maupun guru.

“Anak-anak masih berada dalam tahap penyesuaian. Kami melihat kondisi mereka terlebih dahulu agar pendekatan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan,” jelasnya.

Selama MPLS, peserta didik mengikuti berbagai kegiatan pembentukan karakter, mulai dari pembiasaan ibadah, olahraga bersama, kegiatan seni, hingga permainan edukatif. Kegiatan tersebut dikaitkan dengan penguatan Profil Pelajar Pancasila dan delapan profil lulusan.

BACA JUGA:  Porseni MI Cijeungjing-Cisaga Dorong Pengembangan Potensi Siswa

Sebanyak 254 peserta didik baru mengikuti MPLS SMPN 2 Cihaurbeuti tahun ini, terdiri dari 129 siswa laki-laki dan 125 siswi perempuan yang terbagi dalam delapan rombongan belajar.

Untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, pihak sekolah juga membuat komitmen bersama dengan peserta didik dan orang tua. Deklarasi tersebut menjadi bentuk kesepakatan dalam menjaga kedisiplinan serta menciptakan suasana belajar yang positif.

“Komitmen ini penting agar sejak awal ada aturan dan pemahaman bersama. Kami juga melibatkan guru BK untuk terus memantau perkembangan siswa,” ungkap Awaludin.

Selain pembinaan dari internal sekolah, MPLS juga menghadirkan narasumber dari berbagai pihak, seperti Kepolisian, Koramil, dan tenaga kesehatan. Materi yang diberikan meliputi kedisiplinan, wawasan kebangsaan, kesehatan, serta penguatan karakter.

Sekolah juga memperkenalkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler melalui penampilan para pembina dan anggota ekskul. Peserta didik kemudian diberikan kesempatan memilih kegiatan sesuai bakat dan minat melalui pengisian angket.

Awaludin menilai masa transisi dari SD ke SMP menjadi tantangan tersendiri karena siswa masih membawa kebiasaan sebelumnya. Oleh karena itu, peran guru dan dukungan orang tua sangat diperlukan agar proses adaptasi berjalan dengan baik.

BACA JUGA:  Kemenag Ciamis Konsisten Cetak Prestasi, Siswa Madrasah Siap Berlaga di OMI Nasional

“Kami berharap orang tua terus berkomunikasi dengan sekolah. Dengan kerja sama yang kuat, pembinaan anak akan lebih mudah karena sekolah dan keluarga memiliki tujuan yang sama,” katanya.

Ia menegaskan kolaborasi antara sekolah dan orang tua menjadi kunci dalam menciptakan generasi peserta didik yang berkarakter, disiplin, serta mampu berkembang sesuai potensi yang dimiliki.

“Kalau sekolah dan orang tua bisa bersinergi, pendidikan anak akan lebih maksimal. Ini yang terus kami bangun sejak awal melalui MPLS,” pungkasnya. (Putri)