Sekjen ATR/BPN: Pejabat Administrator Harus Jadi Motor Penggerak Kinerja Organisasi

Nasional39 Dilihat

JAKARTA, AMNN.CO.ID – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Dalu Agung Darmawan, menegaskan Pejabat Administrator harus mampu menjadi motor penggerak perubahan di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Kepemimpinan, menurutnya, tidak lagi hanya berorientasi pada penyelesaian tugas administratif, tetapi harus menghasilkan kinerja yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Dalu Agung saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I hingga III Tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian ATR/BPN, Rabu (22/7/2026).

“Kementerian ATR/BPN membutuhkan pemimpin Administrator yang mampu membaca perubahan, membangun kolaborasi, mengambil keputusan yang tepat, dan menggerakkan organisasi menghasilkan kinerja yang berdampak bagi masyarakat,” ujar Dalu Agung.

Ia menekankan, para Pejabat Administrator tidak boleh terjebak dalam rutinitas pekerjaan semata. Sebagai kepala satuan kerja (Satker), mereka dituntut mampu mengidentifikasi berbagai persoalan di unit kerjanya sekaligus menghadirkan solusi yang mendorong peningkatan kualitas pelayanan.

“Kalau Anda sekarang bekerja menjadi Kepala Satker, apa yang harus ditingkatkan di kantor ini? Permasalahan apa yang muncul di kantor ini? Bagaimana Anda melihat kondisi dan langkah ke depannya. Gerak Kantor Pertanahan itu sangat bergantung pada Anda,” tegasnya.

Pelatihan Kepemimpinan Administrator Tahun 2026 diikuti 131 peserta yang terdiri atas 20 Pejabat Administrator dari Kementerian ATR/BPN pusat dan 111 Pejabat Administrator dari satuan kerja di berbagai daerah.

Selama pelatihan, peserta akan mendapatkan materi mengenai kepemimpinan Pancasila dan nasionalisme, kepemimpinan kinerja, manajemen kinerja, hingga aktualisasi kepemimpinan organisasi. Program ini berlangsung sejak 17 Juni hingga 2 November 2026 dengan metode pembelajaran yang meliputi belajar mandiri, e-learning, studi lapangan, serta penyusunan produk aktualisasi kepemimpinan.

Selain mengikuti proses pembelajaran, peserta juga akan menjalani serangkaian evaluasi yang mencakup penilaian sikap dan perilaku, evaluasi akademik, pembelajaran lapangan, serta hasil aktualisasi kepemimpinan.

Dalam arahannya, Dalu Agung juga meminta seluruh peserta memperkuat koordinasi di lingkungan kerja masing-masing, baik secara internal maupun eksternal. Menurutnya, komunikasi yang baik dan dialog kinerja secara rutin menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan efektivitas organisasi.

Ia juga menyoroti pentingnya transformasi budaya kerja melalui integrasi data yang terus dikembangkan Kementerian ATR/BPN. Upaya tersebut, kata dia, dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai kementerian dan lembaga guna mendukung tercapainya program-program strategis pemerintah.

“Lakukan dialog-dialog kinerja secara rutin dengan para pejabat dan pegawai di Satker masing-masing. Kita juga mulai mengubah budaya kerja lewat integrasi data. Data kita semakin hari semakin baik. Di berbagai kesempatan kita telah banyak bertemu dengan berbagai kementerian/lembaga untuk membangun integrasi data kita untuk mencapai tujuan dari program yang kita jalankan,” imbuhnya.

Pada pembukaan pelatihan tersebut, Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi BPSDM Kementerian ATR/BPN, Norman Subowo, turut menyampaikan laporan mengenai pelaksanaan PKA kepada Sekjen ATR/BPN. Sementara itu, jalannya kegiatan dipandu oleh Analis Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara Madya, Ivan Syahreza.