RSUD Ciamis Pastikan Kesiapan Layanan Kesehatan Selama Libur Idulfitri

Kesehatan7 Dilihat

CIAMIS, AMNN.CO.ID – Menghadapi arus mudik dan libur Hari Raya Idulfitri, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciamis menyiapkan sejumlah langkah strategis guna memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap optimal. Salah satu fokus utama yang diprioritaskan adalah penguatan layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) serta kesiapsiagaan tenaga medis selama periode libur Lebaran.

Direktur RSUD Ciamis, dr. Bayu Yudiawan, menjelaskan bahwa kesiapan pelayanan kesehatan selama masa mudik dilakukan secara terpadu dengan sistem layanan kesehatan di tingkat Provinsi Jawa Barat. Seluruh fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit, terintegrasi dalam mekanisme pemantauan yang dikoordinasikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat.

Menurutnya, setiap fasilitas kesehatan di daerah terhubung dalam sistem pelaporan yang memungkinkan kondisi layanan kesehatan dipantau secara langsung oleh pemerintah provinsi.

“Di Jawa Barat sudah ada sistem koordinasi yang menghubungkan fasilitas kesehatan di berbagai daerah. Puskesmas hingga rumah sakit di tingkat kabupaten saling terintegrasi dan memberikan laporan secara langsung kepada Dinas Kesehatan Provinsi,” ujar Bayu.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan sejumlah posko kesehatan di beberapa titik selama arus mudik berlangsung. Posko tersebut berada di bawah koordinasi Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis dan diisi oleh tenaga kesehatan yang bertugas memberikan layanan kepada para pemudik.

Sementara itu, di lingkungan rumah sakit, RSUD Ciamis lebih memprioritaskan pelayanan pada penanganan kasus kegawatdaruratan. Selama masa libur Lebaran, sebagian layanan poliklinik dan rawat jalan dihentikan sementara, kecuali pelayanan bagi pasien dengan penyakit kronis yang tetap dijadwalkan.

Untuk mendukung langkah tersebut, sebagian tenaga medis dari layanan rawat jalan dialihkan untuk memperkuat layanan di IGD.

“Karena poliklinik libur selama cuti bersama, maka sebagian tenaga dari instalasi rawat jalan kami arahkan untuk memperkuat pelayanan di IGD agar penanganan pasien darurat bisa lebih maksimal,” jelasnya.

RSUD Ciamis juga menyiapkan tenaga cadangan yang siap dipanggil sewaktu-waktu apabila terjadi kondisi darurat, seperti kecelakaan lalu lintas dengan jumlah korban banyak atau kejadian luar biasa lainnya selama arus mudik.

Dalam situasi tersebut, rumah sakit telah menyiapkan sistem triase untuk menentukan prioritas penanganan pasien berdasarkan tingkat kegawatannya. Sistem ini bertujuan agar pasien dengan kondisi paling kritis dapat segera mendapatkan penanganan medis.

“Jika terjadi kecelakaan massal, kami sudah memiliki mekanisme triase untuk menentukan pasien mana yang harus diprioritaskan penanganannya,” kata Bayu.

Selain itu, RSUD Ciamis juga menjalin koordinasi dengan sejumlah rumah sakit di wilayah sekitar, seperti Kota Banjar dan Kabupaten Pangandaran, guna mendukung sistem rujukan apabila diperlukan.

Dari sisi kesiapan logistik, pihak rumah sakit memastikan stok obat-obatan dan alat kesehatan dalam kondisi aman. Persediaan tersebut telah dipersiapkan melalui mekanisme pengecekan berkala sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Ketersediaan obat dan alat kesehatan insyaallah cukup karena kami rutin melakukan pemeriksaan stok sesuai regulasi,” ujarnya.

Bayu menambahkan, beberapa penyakit yang kerap muncul selama masa libur Lebaran umumnya berkaitan dengan gangguan pencernaan akibat perubahan pola makan, terutama karena konsumsi makanan khas Lebaran yang beragam. Selain itu, perubahan cuaca juga dapat memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat.

Ia juga menilai pengaturan arus mudik yang dilakukan oleh aparat kepolisian turut berperan dalam menekan potensi kecelakaan lalu lintas di jalan raya.

Menurutnya, distribusi arus kendaraan yang lebih teratur dapat mengurangi kepadatan lalu lintas sehingga risiko kecelakaan bisa diminimalkan.

Untuk menjaga kelancaran pelayanan medis selama libur panjang, RSUD Ciamis juga telah melakukan koordinasi dengan seluruh dokter spesialis. Melalui pengaturan jadwal tersebut, setiap hari tetap tersedia dokter spesialis yang bertugas di rumah sakit.

Di akhir keterangannya, Bayu mengingatkan masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, terutama terkait kondisi kesehatan.

Ia mengimbau para pemudik untuk memastikan kondisi tubuh tetap prima, mengatur waktu istirahat selama perjalanan, serta memeriksakan kesehatan kendaraan sebelum berangkat.

Selain itu, masyarakat juga diminta lebih berhati-hati dalam mengonsumsi makanan selama perayaan Lebaran, khususnya bagi mereka yang memiliki riwayat alergi atau sensitivitas terhadap jenis makanan tertentu.

“Jika ada anggota keluarga yang merasa kurang sehat selama perjalanan, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” pungkasnya. (Putri)