Rapat Sosialisasi MPLS Sekolah MAUNG SMAN 1 Ciamis Bahas Strategi Pembentukan Karakter Pancawaluya

Pendidikan27 Dilihat

CIAMIS, AMNN.CO.ID – Menjelang dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, Sekolah MAUNG SMAN 1 Ciamis menggelar pertemuan bersama ratusan orang tua peserta didik baru. Sosialisasi tersebut dimanfaatkan untuk memperkenalkan sistem pembelajaran, program unggulan sekolah, hingga pola pembinaan karakter yang akan diterapkan selama siswa menempuh pendidikan.

Kepala SMAN 1 Ciamis, Noor Rahmawati, mengatakan keterlibatan orang tua sejak awal menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan proses pendidikan. Karena itu, sekolah membuka ruang komunikasi agar seluruh program dapat dipahami dan dijalankan secara sinergis antara sekolah dan keluarga.

Dalam pemaparannya, Noor menjelaskan bahwa proses pembelajaran di SMAN 1 Ciamis tetap mengacu pada Kurikulum Nasional. Namun, implementasinya diperkaya dengan Cambridge Curriculum serta program peminatan yang disesuaikan dengan bakat dan potensi masing-masing peserta didik.

Menurutnya, seluruh proses pendidikan juga diarahkan untuk membentuk karakter siswa melalui nilai-nilai Pancawaluya, yang menjadi salah satu fokus pembangunan sumber daya manusia unggul di Jawa Barat.

“Kami ingin siswa berkembang tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat sehingga siap menghadapi tantangan di masa depan,” katanya.

Sebagai penguatan program pembelajaran, SMAN 1 Ciamis menghadirkan Saturday Program yang dilaksanakan setiap hari Sabtu. Program ini dirancang berdasarkan jalur penerimaan siswa, sehingga setiap peserta didik memperoleh pembinaan sesuai prestasi atau kemampuan yang dimilikinya sejak awal masuk sekolah.

“Potensi yang sudah dimiliki siswa tidak berhenti pada saat seleksi masuk. Justru potensi itu akan terus dibina dan dikembangkan selama mereka belajar di sini,” ujar Noor.

Pelaksanaan MPLS sendiri dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai Rabu (15/7/2026). Seluruh rangkaian kegiatan mengacu pada petunjuk teknis pemerintah dengan sejumlah penyesuaian yang menjadi ciri khas Sekolah MAUNG.

Salah satu agenda yang membedakan dengan sekolah lain adalah kegiatan ekspos kemampuan peserta didik pada penutupan MPLS. Melalui kegiatan tersebut, siswa diberi kesempatan memperlihatkan bakat dan prestasi yang menjadi keunggulan masing-masing.

Selain itu, sekolah tetap menjalankan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait pembiasaan berjalan kaki ke sekolah bagi peserta didik yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Untuk mendukung kebijakan tersebut, orang tua hanya diperbolehkan mengantar hingga titik penurunan yang telah ditentukan di kawasan Alaya sebelum siswa melanjutkan perjalanan menuju sekolah dengan berjalan kaki.

Noor menambahkan, seluruh kegiatan MPLS dipastikan berlangsung tanpa praktik perpeloncoan maupun tindakan yang mengarah pada kekerasan. Seluruh aktivitas berada dalam pendampingan guru dengan menghadirkan narasumber dari berbagai instansi agar materi yang diberikan sesuai dengan bidang keahlian masing-masing.

Pihak Kepolisian akan memberikan edukasi mengenai keselamatan berlalu lintas, Badan Narkotika Nasional (BNN) menyampaikan materi pencegahan penyalahgunaan narkoba, Kejaksaan memberikan pendidikan antikorupsi, sedangkan TNI membekali peserta didik dengan wawasan bela negara.

“Kami ingin siswa memperoleh informasi langsung dari lembaga yang berkompeten sehingga materi yang diterima lebih akurat dan bermanfaat,” tuturnya.

Usai MPLS, peserta didik baru akan mengikuti pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari pemetaan kondisi awal siswa. Selanjutnya, sekolah akan melaksanakan program Mata Cakap untuk memperkuat karakter, kepemimpinan, dan keterampilan peserta didik.

Noor berharap seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi fondasi yang baik bagi siswa baru dalam menjalani kehidupan sekolah. Menurutnya, pendidikan tidak hanya bertujuan menghasilkan lulusan berprestasi, tetapi juga membentuk pribadi yang mandiri, berkarakter, dan mampu mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki.

“Harapan kami, mereka merasa nyaman belajar di SMAN 1 Ciamis, mampu menggali potensi diri, dan tumbuh menjadi generasi unggul yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (Putri)