Raker KKRA-KKGRA Ciamis Bahas Penguatan Program RA, KKRA Jabar Beri Apresiasi

Pendidikan16 Dilihat

CIAMIS, AMNN.CO.ID – Kelompok Kerja Raudhatul Athfal (KKRA) dan Kelompok Kerja Guru Raudhatul Athfal (KKGRA) Kabupaten Ciamis menggelar rapat kerja dengan mengusung tema “Sinergitas Organisasi dalam Meningkatkan Profesionalisme dan Kualitas Layanan Pendidikan Anak untuk Mewujudkan RA Ramah Akhlak dan Moral, Bertakwa, Bahagia, Penuh Cinta”.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Dakwah Kecamatan Baregbeg, Rabu (2/9/2026), menjadi forum untuk mengevaluasi program sebelumnya sekaligus menyusun sejumlah agenda kerja untuk meningkatkan kualitas kelembagaan, peserta didik, dan tenaga pendidik RA di Kabupaten Ciamis.

Ketua KKRA Kabupaten Ciamis, Hj. Lalis Lismaidah, mengatakan sejumlah program tahun sebelumnya akan tetap dilanjutkan, sementara beberapa agenda baru juga disiapkan.

Di bidang kesiswaan, KKRA kembali merencanakan kegiatan manasik haji bagi peserta didik. Kegiatan tersebut sebelumnya tidak dilaksanakan, namun tahun ini kembali diagendakan.

Sementara untuk peningkatan kapasitas guru, KKRA merencanakan kegiatan outbound yang melibatkan guru RA se-Kabupaten Ciamis.

Selain itu, peningkatan kompetensi guru dilakukan melalui berbagai kegiatan workshop, termasuk pengembangan kurikulum dan pembelajaran. KKRA juga akan berkolaborasi dengan IGRA dalam sejumlah program apresiasi dan pengembangan profesionalisme guru.

Menurut Lalis, KKRA tidak hanya berfokus pada kepala RA, tetapi mencakup berbagai aspek yang berkaitan dengan kelembagaan, guru, peserta didik, hingga operator.

BACA JUGA:  Disnaker Ciamis Berdayakan Masyarakat Lewat Pelatihan Tataboga dan Menjahit

Ia menilai keterlibatan guru RA di tengah masyarakat juga penting untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan RA. Guru didorong aktif dalam kegiatan kemasyarakatan, seperti Posyandu dan majelis taklim.

“Kita mendorong lembaga dan guru-guru untuk terjun ke masyarakat, seperti menjadi petugas Posyandu dan ikut di majelis taklim. Bahkan guru bisa menjadi ustazah di tengah masyarakat,” ujarnya.

Lalis juga menekankan pentingnya menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi anak. Karena itu, berbagai workshop diarahkan agar guru mampu membangun pembelajaran yang bahagia, kreatif, serta sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Di sisi kelembagaan, KKRA terus mendorong RA mempersiapkan proses akreditasi. Masih terdapat sejumlah lembaga yang dalam proses persiapan akreditasi.

Lalis mengatakan pendampingan dilakukan agar setiap lembaga dapat mempersiapkan dokumen dan persyaratan akreditasi secara bertahap.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kementerian Agama Kabupaten Ciamis, H. Jajang Jamaludin, mengatakan RA memiliki posisi penting karena menjadi jenjang pendidikan yang memberikan fondasi awal bagi perkembangan anak, baik dari aspek intelektual, emosional maupun spiritual.

Menurutnya, rapat kerja KKRA dan KKGRA tahun ini menjadi momentum evaluasi terhadap program yang telah berjalan sekaligus menyusun agenda untuk periode berikutnya.

BACA JUGA:  LDBI dan CSDC Ciamis Jadi Ajang Seleksi Best Speaker ke Tingkat Provinsi

“RA merupakan lembaga paling bawah yang memberikan fondasi, baik secara intelegensi, emosional maupun spiritual. Karena itu, KKRA memiliki posisi yang sangat penting dalam membangun karakter anak,” ujarnya.

Dalam peningkatan mutu pendidikan, Jajang menyebut Kementerian Agama juga mendorong pemenuhan sarana dan prasarana melalui program PHTC.

Untuk pengajuan tahun berikutnya, terdapat sekitar 12 lembaga yang telah direkomendasikan. Namun, penetapan penerima masih menunggu proses verifikasi dari pemerintah pusat.

Jajang mengatakan jumlah lembaga RA di Kabupaten Ciamis mencapai 385 lembaga. Karena sebagian besar kebutuhan sarana dan prasarana masih belum terpenuhi, pihaknya mendorong pengelola RA untuk memanfaatkan berbagai sumber bantuan pemerintah sepanjang tidak bersifat mengikat.

Di sisi pendidikan, ia menekankan agar materi dasar keagamaan atau fardu ain tetap menjadi salah satu prioritas pembelajaran di RA.

“Ketika anak-anak yang masih kecil sudah mampu melaksanakan salat dengan benar dan menguasai bacaan-bacaannya, orang tua akan merasa puas. Itu menjadi nilai tambah bagi lembaga RA,” katanya.

Jajang juga menyebut adanya peningkatan jumlah peserta didik RA pada tahun pelajaran 2026/2027. Kondisi tersebut dinilai sebagai salah satu indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga RA.

“Kami berharap dengan adanya rapat kerja ini KKRA mampu menyusun program yang dapat mendukung dan meningkatkan kualitas kelembagaan RA, sekaligus meningkatkan daya tarik bagi masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA:  Ketua MUI Ciamis Serukan Penguatan Perlindungan Anak di Pesantren

Ketua KKRA Jawa Barat, Hj. Aidah, turut mengapresiasi aktivitas KKRA Kabupaten Ciamis yang dinilai konsisten menjalankan berbagai program dan berkoordinasi dengan Kementerian Agama.

Ia berharap pola kegiatan yang dilakukan KKRA Ciamis dapat menjadi contoh bagi kabupaten/kota lain di Jawa Barat.

“KKRA Kabupaten Ciamis luar biasa. Ini yang harus dijadikan contoh oleh kota dan kabupaten lain di Jawa Barat karena selalu aktif dalam kegiatan dan mengikuti program Kementerian Agama, termasuk mengadakan seminar parenting tiap Kecamatan,” kata Aidah.

Aidah juga menyoroti pentingnya keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak. KKRA Jawa Barat, kata dia, tengah mempersiapkan program parenting yang melibatkan keluarga sebagai bagian dari pendidikan anak.

Menurutnya, pendidikan anak usia dini tidak cukup hanya dilakukan di lingkungan sekolah, tetapi harus terhubung dengan pola pengasuhan di keluarga.

Ia berharap guru dan kepala RA di Ciamis terus meningkatkan kompetensinya hingga memenuhi kualifikasi sebagai guru profesional, termasuk dalam aspek sertifikasi dan inpassing.

“Harapan kami mudah-mudahan guru-guru dan kepala sekolah di Ciamis tetap semangat mendidik anak-anak dan semuanya bisa menjadi guru profesional,” pungkasnya.