PMB 2026 Dibuka, STIA YPPT Priatim Tasikmalaya Tawarkan Kuliah Cepat hingga S2

Pendaftaran mahasiswa baru dibuka sejak Januari dengan skema studi efisien yang memungkinkan mahasiswa meraih gelar sarjana hingga magister dalam waktu lima tahun.

Pendidikan35 Dilihat

KOTA TASIK, AMNN.CO.ID – Kesempatan menempuh pendidikan tinggi hingga jenjang magister dalam waktu relatif singkat kini terbuka di Kota Tasikmalaya. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) YPPT Priatim Tasikmalaya resmi membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026 sejak Januari 2026.

Perguruan tinggi yang dikenal sebagai kampus tertua di wilayah Priangan Timur tersebut membuka tiga program studi, yaitu Ilmu Administrasi Negara/Publik (S1) dengan akreditasi Baik Sekali, Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis (S1) terakreditasi B, serta Ilmu Administrasi Negara/Publik (S2) terakreditasi B.

Ketua STIA YPPT Priatim Tasikmalaya, Dr. H. Agus Fatah Hidayat, S.IP., M.Si., menyampaikan bahwa STIA Tasikmalaya memiliki peran historis dalam perkembangan pendidikan tinggi di Tasikmalaya dan sekitarnya.

Ia menjelaskan, institusi tersebut berawal dari kelas jauh Universitas Padjadjaran (Unpad) sebelum akhirnya berkembang menjadi perguruan tinggi mandiri.

“STIA ini merupakan kampus tertua di Priangan Timur. Awalnya kelas jauh Unpad, kemudian tumbuh dan berdiri sendiri hingga menjadi STIA Tasikmalaya seperti sekarang,” ujarnya, Kamis (15/1/2026).

Ia menuturkan, proses akademik di STIA Tasikmalaya saat ini berjalan secara stabil dan kondusif. Bahkan, program pascasarjana tengah menunggu hasil penilaian akreditasi dengan target memperoleh predikat unggul. Jumlah mahasiswa di setiap program studi pun relatif konsisten dari tahun ke tahun.

Menurut Agus, salah satu faktor pendukung stabilitas tersebut adalah jaringan alumni STIA yang telah tersebar di berbagai daerah dan sektor, khususnya pemerintahan. Alumni STIA tercatat menduduki sejumlah posisi strategis di Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, Pangandaran, hingga Banjar.

“Baik lulusan S1 maupun S2, banyak alumni STIA yang bekerja di pemerintahan dan menduduki jabatan strategis. Hal ini menjadi nilai tambah bagi calon mahasiswa,” katanya.

Selain itu, STIA Tasikmalaya juga menyediakan berbagai skema beasiswa, termasuk program Kartu Indonesia Pintar (KIP) bagi mahasiswa S1. Dari sisi sarana dan prasarana, kampus ini memiliki gedung sendiri, lokasi strategis di jalur utama, mudah diakses transportasi umum, serta fasilitas perkuliahan yang memadai.

Dari aspek masa studi, Agus menjelaskan bahwa mahasiswa program sarjana rata-rata dapat menyelesaikan pendidikan dalam waktu sekitar 3,5 tahun, sedangkan program magister dapat ditempuh dalam waktu 1,5 tahun. Dengan demikian, mahasiswa memiliki peluang meraih gelar S1 dan S2 hanya dalam kurun waktu lima tahun.

“Kami juga terus meningkatkan kualitas dosen. Saat ini hampir 70 persen dosen tetap telah bergelar doktor, sementara dosen lainnya sedang menempuh pendidikan S3 di berbagai perguruan tinggi, seperti Unpas dan Unpad Bandung,” jelasnya.

Untuk pendaftaran mahasiswa baru, STIA Tasikmalaya membaginya ke dalam tiga gelombang. Gelombang pertama berlangsung Januari hingga April, gelombang kedua April sampai Juli, dan gelombang ketiga dijadwalkan pada Agustus.

Terkait biaya pendidikan, pihak kampus memberikan fleksibilitas pembayaran sesuai kebijakan yayasan. Biaya pendaftaran ditetapkan sebesar Rp300 ribu untuk program S1 dan Rp500 ribu untuk program S2. Adapun rata-rata Uang Kuliah Tunggal (UKT) berada di kisaran Rp3,5 juta, dengan biaya awal sekitar Rp3,9 juta.

Dalam sistem perkuliahan, STIA Tasikmalaya menyediakan dua pilihan kelas. Kelas A dilaksanakan secara tatap muka dari Senin hingga Kamis, sedangkan Kelas B berlangsung hingga Sabtu dengan sistem kombinasi luring dan daring. Seluruh layanan akademik kampus juga telah terintegrasi dengan sistem digital berbasis teknologi informasi. (putri)

 

Download brosur PMB STIA YPPT Priatim Tasikmalaya disini :

https://drive.google.com/drive/folders/1wc2AAt_WGUciC5GtCywXmeX5XdLHd_qj?usp=share_link