Ciamis, AMNN.co.id — Sejumlah warga di Kabupaten Ciamis mengungkapkan keluhan terkait penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Penonaktifan yang terjadi secara mendadak tanpa pemberitahuan sebelumnya ini menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.
Salah satu warga, Tati (43), mengungkapkan bahwa anaknya yang sedang sakit tidak dapat berobat menggunakan BPJS Kesehatan karena status kepesertaannya yang nonaktif. Akibatnya, Tati harus mengeluarkan biaya pengobatan secara umum yang cukup besar.
“Kami tidak pernah diberitahu apa-apa mengenai penonaktifan ini, dan sekarang harus bayar pakai uang sendiri,” keluh Tati.
Terkait hal ini, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Masyarakat Dinas Sosial (Dinsos) Ciamis, Rinto, menjelaskan bahwa Dinsos hanya berperan sebagai penghubung dalam pengajuan data peserta dari pemerintah desa ke Dinas Kesehatan.
“Kami hanya memfasilitasi pengajuan data dari desa. Soal anggaran maupun keputusan penonaktifan, itu bukan wewenang kami,” jelas Rinto.
Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan Ciamis terkait masalah ini belum membuahkan hasil.
Di sisi lain, BPJS Kesehatan Cabang Kota Banjar memberikan penjelasan bahwa penonaktifan peserta PBI yang dibiayai oleh APBD sepenuhnya merupakan usulan dari pemerintah daerah.
“Penonaktifan itu murni berdasarkan usulan dari Pemda. Kami hanya menjalankan sesuai dengan data yang masuk,” kata Staf Administrasi Kepesertaan BPJS Kesehatan Cabang Kota Banjar, Elin Herlina, dalam wawancara pada Senin, 8 April 2025.
Elin juga menyatakan enggan memberikan keterangan lebih lanjut mengenai jumlah penerima bantuan iuran (PBI) dan anggaran yang ditanggung oleh APBD Pemkab Ciamis.
Dengan belum adanya klarifikasi yang memadai, warga berharap agar pemerintah segera memberikan penjelasan dan solusi terkait penonaktifan ini, mengingat pentingnya layanan kesehatan bagi masyarakat, terutama yang tergolong dalam kategori penerima bantuan. (Red)