Pelestarian Bahasa Sunda Jadi Perhatian, Guru di Ciamis Antusias Ikuti Diseminasi TBI

Pendidikan38 Dilihat

CIAMIS, AMNN.CO.ID – Tingginya minat guru Bahasa Sunda mengikuti Diseminasi Tunas Bahasa Ibu (TBI) 2026 menunjukkan besarnya perhatian dunia pendidikan terhadap pelestarian bahasa daerah di Kabupaten Ciamis. Kegiatan yang berlangsung di Cijeungjing, Senin (15/6/2026), itu menjadi bagian dari persiapan menghadapi Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Jawa Barat.

Ketua MGMP Bahasa Sunda Kabupaten Ciamis, Idah Paridah, mengungkapkan antusiasme peserta terlihat dari banyaknya guru yang ingin mengikuti kegiatan tersebut. Bahkan, menurutnya, jumlah peserta yang hadir belum mampu mengakomodasi seluruh guru Bahasa Sunda, khususnya dari jenjang sekolah dasar.

Ia menjelaskan, untuk tingkat SMP hampir seluruh sekolah telah mengirimkan perwakilan guru Bahasa Sunda. Sementara untuk tingkat SD, keterbatasan kuota membuat tidak semua guru dapat mengikuti kegiatan tersebut.

“Kami berharap ke depan seluruh guru Bahasa Sunda, baik SD maupun SMP, bisa ikut terlibat dalam kegiatan seperti ini karena manfaatnya sangat besar untuk meningkatkan kompetensi guru,” ujarnya.

Idah menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis yang telah memfasilitasi pelaksanaan diseminasi sebagai bagian dari persiapan menghadapi FTBI yang akan dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, hingga provinsi.

BACA JUGA:  Kemenag Ciamis Pastikan Pelaksanaan TKA di Ciamis Lancar Tanpa Kendala Teknis

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana bagi para guru untuk memperdalam materi-materi yang akan diperlombakan sekaligus memperkuat kemampuan dalam membimbing peserta didik.

Salah satu materi yang dinilai cukup menarik sekaligus menantang adalah borangan. Kesenian bertutur khas Sunda itu disebut memiliki kemiripan dengan stand up comedy karena membutuhkan kemampuan berbahasa, improvisasi, dan penguasaan panggung yang baik.

“Borangan ini tidak mudah karena memerlukan keterampilan khusus. Karena itu peserta mendapatkan materi langsung dari narasumber yang memang memiliki kompetensi di bidang tersebut,” katanya.

Selain memperkaya pengetahuan peserta, hasil diseminasi juga diharapkan dapat diteruskan kepada guru-guru lain di tingkat kecamatan maupun sekolah masing-masing. Dengan demikian, materi yang diperoleh dapat menjangkau lebih banyak pendidik dan peserta didik.

Idah menuturkan, sebagian besar materi FTBI sebenarnya telah menjadi bagian dari pembelajaran Bahasa Sunda di sekolah. Mulai dari aksara Sunda, ngadongeng, biantara, hingga sajak, seluruhnya telah diajarkan sesuai jenjang pendidikan masing-masing.

Di sisi lain, ia mengapresiasi semangat para guru yang mengajar Bahasa Sunda meskipun tidak berasal dari latar belakang pendidikan Bahasa Sunda. Menurutnya, mereka tetap menunjukkan komitmen tinggi dengan aktif berdiskusi dan mencari informasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

BACA JUGA:  Lomba Bertutur Dispusip Ciamis Angkat Cerita Rakyat Jawa Barat

“Tantangan mengajar Bahasa Sunda saat ini memang cukup besar karena penggunaan bahasa Sunda dalam kehidupan sehari-hari semakin berkurang. Namun guru-guru tetap bersemangat untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan mereka,” tuturnya.

Melalui kegiatan tersebut, MGMP Bahasa Sunda Kabupaten Ciamis berharap kualitas pembinaan peserta FTBI dapat semakin meningkat. Setelah pada tahun lalu berhasil meraih juara umum ketiga tingkat Provinsi Jawa Barat, Ciamis menargetkan prestasi yang lebih baik pada pelaksanaan FTBI 2026 yang direncanakan berlangsung di Kota Bogor pada akhir November mendatang.

“Kami berharap tahun ini Ciamis bisa kembali meraih prestasi terbaik, bahkan meningkat dari capaian tahun sebelumnya,” pungkas Idah. (Putri)