KOTA TASIK, AMNN.CO.ID – Kejuaraan Kota (Kejurkot) Bola Voli Antar Klub memperebutkan Piala Ketua Umum PBVSI Kota Tasikmalaya resmi digelar di GOR Sukapura Dadaha, Kota Tasikmalaya, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra.
Dicky Candra mengapresiasi semangat para atlet, pengurus cabang olahraga, dan seluruh pihak yang terus berupaya mengembangkan prestasi olahraga di Kota Tasikmalaya meski masih dihadapkan pada berbagai keterbatasan.
Menurutnya, pembinaan olahraga tidak hanya membutuhkan ketepatan dalam perencanaan, tetapi juga harus mampu melahirkan prestasi yang membanggakan daerah. Ia berharap ke depan semakin banyak atlet asal Kota Tasikmalaya yang mampu berprestasi di tingkat regional maupun nasional.
“Kami menyadari masih banyak kekurangan, termasuk dalam hal sarana dan dukungan yang belum sepenuhnya maksimal. Untuk itu kami memohon maaf kepada masyarakat dan insan olahraga. Namun kami sangat mengapresiasi semangat para pengurus cabang olahraga yang terus berjuang membina atlet dan mengharumkan nama Kota Tasikmalaya,” ujarnya.
Dicky menambahkan, Pemerintah Kota Tasikmalaya berkomitmen untuk terus mendorong kemajuan olahraga daerah melalui pembinaan yang berkelanjutan serta peningkatan fasilitas olahraga secara bertahap.
Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kota Tasikmalaya, H. Oman Rohman, mengatakan Kejurkot tahun ini diikuti oleh 10 klub yang terdiri dari lima klub putra dan lima klub putri.
Menurutnya, potensi olahraga bola voli di Kota Tasikmalaya sangat besar. Hal itu dibuktikan dengan keberhasilan tim bola voli Kota Tasikmalaya yang sebelumnya lolos Babak Kualifikasi (BK) dan kini tengah mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat yang akan digelar di Bekasi pada Oktober mendatang.
“Potensi bola voli di Kota Tasikmalaya sangat baik. Alhamdulillah tim kita sudah berhasil lolos babak kualifikasi dan saat ini sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi Porprov Jawa Barat. Kami berharap bisa meraih hasil terbaik dan membawa medali untuk Kota Tasikmalaya,” katanya.
Oman mengakui bahwa keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan dalam pembinaan olahraga bola voli. Meski demikian, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para pengurus, pelatih, dan atlet untuk terus berlatih dan berkompetisi.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan Kejurkot menjadi bagian dari upaya menjaga regenerasi atlet sekaligus memetakan potensi pemain muda yang nantinya dipersiapkan untuk menghadapi berbagai ajang olahraga pada masa mendatang.
“Kejurkot ini menjadi wadah pembinaan sekaligus evaluasi bagi klub-klub bola voli di Kota Tasikmalaya. Harapannya, akan lahir atlet-atlet potensial yang dapat memperkuat tim daerah pada kompetisi berikutnya,” pungkasnya. (Eput)











