Nusron Wahid Tekankan Keadilan Sosial dan Jihad dalam Khotbah Salat Idulfitri

- Penulis Berita

Senin, 31 Maret 2025 - 11:19

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid memberikan khutbah ceramah salat idulfitri.

Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid memberikan khutbah ceramah salat idulfitri.

Jakarta, AMNN.co.id – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, bertindak sebagai khatib dalam pelaksanaan salat Idulfitri 1446 H yang berlangsung di Masjid Raya KH. Hasyim Asy’ari, Jakarta, pada Senin (31/03/2025).

Dalam khotbahnya, Nusron Wahid menyampaikan tiga pesan penting yang menjadi pedoman bagi umat Islam setelah menjalani bulan Ramadan.

Pesan pertama yang disampaikan adalah tentang tahdzibun nafsi atau perbaikan diri. Nusron mengingatkan jemaah untuk menjadikan bulan Ramadan sebagai waktu untuk mawas diri dan meningkatkan kualitas keimanan serta ketakwaan.

“Bulan Ramadan adalah waktu bagi kita untuk mawas diri dan memperbaiki kualitas keimanan serta ketakwaan,” ujar Nusron dalam khotbahnya.

Pesan kedua yang disampaikan oleh Nusron adalah mengenai keadilan sosial. Ia menjelaskan bahwa salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan setelah Ramadan adalah membayar zakat fitrah, yang menurutnya merupakan bagian dari usaha menciptakan keadilan sosial di tengah masyarakat.

“Keadilan sosial adalah kunci dalam membangun kesejahteraan bersama,” tambahnya.

Pesan ketiga yang disampaikan adalah tentang jihad, yang Nusron maknai sebagai usaha manusia untuk mencapai derajat yang lebih tinggi, baik dalam hal spiritual maupun sosial.

BACA JUGA:  Menteri ATR/BPN Minta Pelayanan Pengaduan Masyarakat Dilakukan dengan Hati

Ia menekankan bahwa jihad tidak hanya terbatas pada aspek agama, tetapi juga pada perjuangan untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.

Setelah pelaksanaan salat, Nusron berbicara lebih lanjut dengan awak media mengenai pesan-pesan tersebut, khususnya terkait dengan keadilan sosial dalam konteks pemerataan harta, terutama dalam sektor pertanahan.

Ia berharap semangat Ramadan dapat menginspirasi pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan pemerataan dalam sektor tersebut.

Nusron menegaskan bahwa prinsip keadilan menjadi dasar dalam kebijakan Hak Guna Usaha (HGU) dan Hak Guna Bangunan (HGB). Menurutnya, Presiden Republik Indonesia telah memberikan arahan agar penerapan prinsip keadilan ini tidak menghambat pertumbuhan ekonomi.

“Yang besar tetap harus besar, namun yang kecil juga harus dibantu agar dapat berkembang. Tidak boleh ada dominasi satu pihak saja,” tegasnya.

Lebih lanjut, Nusron mengungkapkan bahwa pemerintah sedang merancang kebijakan untuk mendukung usaha kecil, salah satunya dengan mempermudah akses pengajuan HGU dan HGB.

Ia juga menyoroti kebijakan plasma perkebunan, di mana perusahaan besar yang memperoleh HGU atau HGB diwajibkan untuk berbagi dengan masyarakat.

BACA JUGA:  Gerakan Nasional Sertifikasi Tanah Wakaf Dukung Kepastian Hukum di Indonesia

“Saat ini, pengusaha besar hanya memberikan sekitar 20% plasma kepada rakyat kecil. Kami berencana menaikkan angka tersebut menjadi 30-50%,” jelas Nusron.

Selain itu, Nusron juga menekankan pentingnya pemberantasan mafia tanah. Ia menyatakan komitmennya untuk memastikan bahwa tanah tidak dikuasai secara ilegal dan untuk mengurangi tingkat investasi yang rendah.

“Mafia tanah harus kita tangkap! Beberapa sudah kita miskinkan dengan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Sebagai menteri, saya harus memberikan contoh dan menertibkan jajaran saya. Tidak mungkin ada tanah yang diserobot tanpa melibatkan orang dalam BPN. Ini akan kami tertibkan,” tegas Nusron.

Salat Idulfitri di Masjid Raya KH. Hasyim Asy’ari berlangsung khidmat dan dihadiri oleh ribuan jemaah. Selain Menteri Nusron, hadir pula Pembina IKAWATI ATR/BPN, Dily Rosi Nusron Wahid, yang turut serta dalam pelaksanaan ibadah tersebut. (PUTRI)

Beri Komentar

Berita Terkait

Kementerian ATR/BPN Borong Dua Penghargaan di Baznas Award 2025
Wamen ATR/BPN Lantik Dosen Lektor STPN, Dorong Transformasi Ilmu Pertanahan
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Tegaskan Transformasi Layanan Pertanahan
Dirjen ATR/BPN Dorong Percepatan RDTR AeroCity Banjarbaru untuk Kepastian Investasi
Menteri Nusron: Sawah Tidak Boleh Dialihfungsikan demi Jaga Ketahanan Pangan
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Dorong Transformasi Layanan Pertanahan
ATR/BPN Pastikan Sertipikasi Tanah Transmigrasi untuk Dukung Reforma Agraria
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid: Sertipikasi Tanah Wajib Didukung Pemda dan Desa

Berita Terkait

Jumat, 29 Agustus 2025 - 01:45

Kementerian ATR/BPN Borong Dua Penghargaan di Baznas Award 2025

Kamis, 28 Agustus 2025 - 15:06

Wamen ATR/BPN Lantik Dosen Lektor STPN, Dorong Transformasi Ilmu Pertanahan

Kamis, 28 Agustus 2025 - 14:55

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Tegaskan Transformasi Layanan Pertanahan

Kamis, 28 Agustus 2025 - 14:36

Dirjen ATR/BPN Dorong Percepatan RDTR AeroCity Banjarbaru untuk Kepastian Investasi

Kamis, 28 Agustus 2025 - 13:51

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Dorong Transformasi Layanan Pertanahan

Kamis, 28 Agustus 2025 - 13:41

ATR/BPN Pastikan Sertipikasi Tanah Transmigrasi untuk Dukung Reforma Agraria

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 12:36

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid: Sertipikasi Tanah Wajib Didukung Pemda dan Desa

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 12:29

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Akan Kunjungi Maluku Utara, Bahas Sinergi Pertanahan dengan Pemda

Berita Terbaru

error: Content is protected !!